Neraca Terintegrasi Jadi Alat Ukur Kerentanan Sistem Keuangan

Adhitya Himawan

Sabtu, 12 November 2016 | 14:58 WIB
Neraca Terintegrasi Jadi Alat Ukur Kerentanan Sistem Keuangan
Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5). [Antara]

Bank Indonesia memperkenalkan neraca terintegrasi dalam bentuk National and Regional Balance Sheet untuk mengukur kerentanan sistem keuangan Indonesia. National and Regional Balance Sheet merupakan statistik yang mengintegrasikan data lintas sektor. Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat mendorong stabilitas sistem keuangan melalui analisis, pengawasan, dan mitigasi risiko.

Hal tersebut diangkat dalam seminar nasional yang bertajuk Pemanfaatan National and Regional Balance Sheet untuk Mengukur Kerentanan Sistem Keuangan Indonesia pada hari Rabu, (9/11/2016), di Jakarta. Seminar dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Bappenas, BPS, OJK, LPS, PPATK, Lembaga Riset, Staf Ahli DPR, perbankan, lembaga keuangan bukan bank, asosiasi korporasi, serta Pemda propinsi yang menjadi wilayah percontohan (pilot project).

Pengalaman krisis keuangan di masa lalu yang ditandai oleh adanya gangguan dalam arus keuangan antar sektor perekonomian memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memahami keterkaitan antar sektor ekonomi. Seiring dengan semakin kompleksnya sistem perekonomian dan keuangan di Indonesia, perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan di antara sektor-sektor ekonomi pun turut meningkat sehingga mendorong interkonektivitas antar sektor yang semakin tinggi. Hubungan interkoneksi yang tinggi antar sektor tersebut menyebabkan semakin terbukanya jalur penularan risiko dari suatu sektor kepada sektor lainnya,baik di dalam lingkup domestik maupun dalam lintas batas negara. "Menyikapi kondisi tersebut dan sejalan dengan rekomendasi G20, Bank Indonesia bekerjasama dengan institusi terkait sejak tahun 2014 telah menyusunNational and Regional Balance Sheet guna memperkuat analisa dan pemahaman akan perilaku, aktivitas dan karakteristik di tiap-tiap sektor ekonomi serta hubungan keterkaitan di antara sektor-sektor tersebut," kata Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan resmi, Rabu (9/11/2016).

Ketersediaan National Balance Sheet yang terintegrasi akan semakin memperkuat cakupan (dimensi) analisa risiko sistem keuangan yang bersifat lintas sektor (cross section). Dalam sistem keuangan, identifikasi dan mitigasi risiko perlu dilakukan baik dalam dimensi antar sektor maupun antar waktu (time series). Dari dimensi antar sektor, identifikasi tidak hanya melihat keterkaitan sektor rumah tangga dengan sektor keuangan, atau sektor rumah tangga dengan sektor korporasi, namun juga keterkaitan sektor domestik dengan internasional. Selain itu, dimensi antar sektor juga menggambarkan bagaimana risiko terdistribusi dalam sistem keuangan, yang disebabkan oleh kesamaan eksposur (concentration risk) dan/atau interkoneksi dalam sistem keuangan (contagion risk). Sementara itu, dimensi antar waktu menggambarkan bagaimana risiko dalam sistem keuangan berevolusi sepanjang waktu, khususnya risiko yang disebabkan oleh perilaku prosiklikal (mengikuti siklus ekonomi) suatu sektor ekonomi, demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam sambutan acara seminar dimaksud.

Secara khusus, National Balance Sheet merupakan statistik yang menggabungkan secara sistematis data seluruh sektor dalam perekonomian, yaitu perbankan, institusi keuangan nonbank, korporasi, rumah tangga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, bank sentral dan sektor eksternal dalam satu kesatuan data terintegrasi yang mengambarkan aktivitas finansial antar sektor. Tujuannya adalah untuk mendorong stabilitas sistem keuangan melalui analisis, pengawasan, dan mitigasi aspek-aspek risiko dalam likuiditas, ketidakseimbangan keuangan (financial imbalances), dan risiko sistemik intersektoral.

"Sementara Regional Balance Sheet memberikan gambaran kondisi perekonomian dan keuangan daerah serta bagaimana interaksi antar sektor dalam suatu regional, interaksi antar regional dan interaksi suatu regional dengan sektor luar negeri," tutup Perry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Surplus Neraca Pembayaran RI Q3 2016 5,5 Miliar Dolar AS

BI: Surplus Neraca Pembayaran RI Q3 2016 5,5 Miliar Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 14:53 WIB

Perkuat Pertahanan Ekonomi, Pemerintah Gandeng BI dan OJK

Perkuat Pertahanan Ekonomi, Pemerintah Gandeng BI dan OJK

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 14:47 WIB

OJK Kritik Kinerja BPSK Batubara Menyimpang dari Ketentuan UU

OJK Kritik Kinerja BPSK Batubara Menyimpang dari Ketentuan UU

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 09:55 WIB

OJK Tegaskan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Baik

OJK Tegaskan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Baik

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 14:35 WIB

Ini Sebab Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Rendah versi BI

Ini Sebab Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Rendah versi BI

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 08:36 WIB

Cadangan Devisa Akhir Oktober 2016 Sebesar 115,0 Miliar Dolar AS

Cadangan Devisa Akhir Oktober 2016 Sebesar 115,0 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 08:28 WIB

BI Sebut Optimisme Konsumen Oktober 2016 Naik

BI Sebut Optimisme Konsumen Oktober 2016 Naik

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 12:43 WIB

Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif

Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 08:23 WIB

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 07:29 WIB

Meski Hadapi Dinamika Politik, BI: Ekonomi Kita Kuat

Meski Hadapi Dinamika Politik, BI: Ekonomi Kita Kuat

Bisnis | Jum'at, 04 November 2016 | 03:16 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×