OJK Tegaskan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Baik

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 11 November 2016 | 14:35 WIB
OJK Tegaskan Likuiditas Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Baik
Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan memandang kondisi stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir Oktober dalam kondisi yang normal meski beberapa indikator kinerja sektor jasa keuangan perlu dicermati lebih jauh.

Plt Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB Slamet Edy Purnomo mengatakan pasar keuangan dunia pada Oktober 2016 cenderung melemah. "Hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian yang masih meliputi pemulihan ekonomi global, sentimen terkait Federal Funds Rate (FFR) yang diperkirakan akan dinaikkan pada Desember 2016, dan fluktuasi harga minyak," kata Slamet dalam keterangan resmi, Kamis (10/11/2016).

Pasar saham domestik cenderung stabil di tengah kecenderungan net sell nonresiden sebagai langkah price in investor menjelang rencana kenaikan FFR di Desember 2016. Pasar saham domestik pada Oktober 2016 menguat sebesar 1,1 persen. Penguatan ini didorong oleh sektor pertambangan yang menguat 13,7 persen seiring berlanjutnya tren peningkatan harga batubara. Secara year to date, IHSG telah menguat sebesar 18,1 persen.

Menguatnya ekspektasi kenaikan FFR pada akhir tahun juga berimbas di pasar SBN yang cenderung melemah disertai meningkatnya aksi jual investor nonresiden. Rata-rata yield jangka pendek, menengah, dan panjang naik masing-masing sebesar 13 bps, 20 bps, dan 27 bps.

Kecenderungan net sell nonresiden menjelang kenaikan FFR juga terjadi pada akhir 2015, namun intensitas net sell saat ini terpantau jauh lebih moderat. Secara ytd, nonresiden masih melakukan net buy cukup signifikan di saham dan SBN masing-masing sebesar Rp32,2 triliun dan Rp117,1 triliun.  

Di sisi lain, OJK memantau fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) masih menghadapi tantangan. Pertumbuhan kredit perbankan per September 2016 tercatat sebesar 6,47 persen yoy atau turun dari pertumbuhan kredit pada Agustus 2016 di level 6,83 persen. Pelemahan pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh kontraksi kredit dalam valuta asing sebesar 12,9 persen yoy yang sejalan dengan kinerja eksternal yang masih dalam tren menurun. "Kredit Rupiah masih tumbuh cukup baik di level 10,5 persen," ujar Slamet.

Intermediasi perusahaan pembiayaan mulai menunjukkan arah perbaikan, piutang pembiayaan per September 2016 tumbuh 1,83 persen yoy atau naik dari Agustus 2016 sebesar 0,87 persen.

Di tengah fungsi intermediasi LJK yang masih menghadapi tantangan, penghimpunan dana lewat pasar modal cenderung meningkat. Penghimpunan dana oleh korporasi melalui pasar modal (IPO, rights issue, dan penerbitan obligasi korporasi) sampai akhir Oktober 2016 mencapai Rp148,6 triliun, dengan pipeline penawaran umum masih sebesar Rp53,4 triliun. Penghimpunan dana di pasar modal pada tahun 2016 ini mencatat lonjakan signifikan, mengingat rata-rata penghimpunan dana 5 tahun terakhir hanya sebesar Rp102,5 triliun.

Sementara itu, risiko kredit LJK terpantau menurun. Rasio non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,10 persen, turun dibanding posisi Agustus 2016 sebesar 3,22 persen.

Likuiditas dan permodalan LJK juga masih berada pada level yang baik. Indikator likuiditas perbankan dalam kondisi memadai, bahkan meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya. Dari sisi permodalan, ketahanan LJK domestik secara umum berada pada level yang sangat mencukupi untuk mengantisipasi potensi risiko. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per September 2016 mencapai 22,6 persen.

Di industri perasuransian, Risk-Based Capital (RBC) berada pada level 531 persen (asuransi jiwa) dan 269 persen (asuransi umum), jauh di atas ketentuan minimum yang berlaku.

Ke depan, OJK melihat bahwa kondisi permodalan LJK yang cukup baik perlu dioptimalisasi untuk mendukung penguatan fungsi intermediasi. Penggunaan pasar modal sebagai sumber pendanaan khususnya bagi LJK juga perlu untuk diakselerasi di tengah tren penurunan pertumbuhan simpanan dan penurunan yield obligasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HIPMI Akui e-Commerce Masih Terganjal Akses Perbankan

HIPMI Akui e-Commerce Masih Terganjal Akses Perbankan

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:06 WIB

HIPMI Jaya dan BRI Kerjasama Permodalan untuk Pengusaha Pemula

HIPMI Jaya dan BRI Kerjasama Permodalan untuk Pengusaha Pemula

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 08:16 WIB

Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif

Pemerintah akan Luncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 08:23 WIB

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Misbakhun Ajak Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi Aman

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 07:29 WIB

Begini Modus Kejahatan UN Swissindo Menurut OJK

Begini Modus Kejahatan UN Swissindo Menurut OJK

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:30 WIB

OJK Anggap Aktivitas Dream for Freeedom Bersifat Ilegal

OJK Anggap Aktivitas Dream for Freeedom Bersifat Ilegal

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:17 WIB

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

OJK Bongkar Kasus Investasi Ilegal PT Cakrabuana Sukses Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 14:07 WIB

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Jokowi Kritik Masyarakat yang Menabung di Bank Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 06:33 WIB

OJK Minta Industri Keuangan Berinovasi Menjaring Nasabah

OJK Minta Industri Keuangan Berinovasi Menjaring Nasabah

Bisnis | Senin, 31 Oktober 2016 | 14:27 WIB

OJK Beberkan Cara Menabung yang Menguntungkan

OJK Beberkan Cara Menabung yang Menguntungkan

Bisnis | Senin, 31 Oktober 2016 | 12:21 WIB

Terkini

Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga

Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:01 WIB

Daftar Drakor Terburuk 2026 versi 142 Profesional, Perfect Crown Nomor Satu

Daftar Drakor Terburuk 2026 versi 142 Profesional, Perfect Crown Nomor Satu

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:00 WIB

Calvin Verdonk Jadi Pemain Terbaik Saat Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt di Liga Champions

Calvin Verdonk Jadi Pemain Terbaik Saat Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt di Liga Champions

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 09:58 WIB

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Hilirisasi Agroindustri Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

4 Low pH Cleanser Tea Tree Buat Kulit Berminyak Auto Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 09:50 WIB

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

6 Manfaat Tawas untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Menghilangkan Bau Badan dan Mencerahkan Kulit?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 09:49 WIB

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

Sosok Kuat Ini yang Bocorkan Penyadapan Eks Kapolri ke Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:47 WIB

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Dua Orang Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

Siapa yang Berhak Melakukan Penyadapan? Ini Aturan Resminya di Indonesia

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:46 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

×