Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Banjir di Tol Jakarta-Cikampek, Pemerintah Salahkan Jasa Marga

Ardi Mandiri

Selasa, 15 November 2016 | 00:20 WIB
Banjir di Tol Jakarta-Cikampek, Pemerintah Salahkan Jasa Marga
TOL Cikampek Macet Total

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku kecewa terhadap kinerja PT Jasa Marga Tbk, khususnya terkait dengan kejadian banjir di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500 pada Minggu (13/11).

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto menjawab pers di sela "Dialog Nasional Penyelamatan Hutan, Tanah, dan Air" di Jakarta, Senin, mengaku kekecewaan itu karena baru sebulan lalu tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek naik dan seharusnya pelayanan bisa ditingkatkan.

Arie juga mengaku pihaknya sudah mengetahui penyebab terjadinya banjir tersebut, yaitu terkait buruknya sistem drainase, khususnya di kawasan Delta Mas Cikarang Utama.

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso untuk segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar peristiwa banjir itu tidak terulang lagi," katanya.

Namun demikian, Arie meminta agar pihak terkait, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Puradelta Lestari Tbk, tidak saling lempar tanggung jawab dan harus segera mencari solusi agar masalah itu tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Yang bisa saya janjikan ini bisa segera kami tangani, nggak usah lempar tanggung jawab. Nggak usah ini tanggung jawab siapa-siapa," kata Arie.

Dia menyebut kejadian banjir yang kedua itu cukup memalukan, meski faktor utama banjir bukan karena kondisi tol, melainkan disebabkan di luar dari konstruksi tol.

"Jangan sampai itu terjadi lagi, malu juga kan. Bukan mengelak, tapi banjirnya kan bukan dari jalan tolnya, tapi dari luar jalan tol, tapi itu jadi konsen kami," katanya.

Arie menambahkan, selain di tol Jakarta Cikampek, masih ada kemungkinan banjir besar terjadi di tol Gede Bage Bandung Jawa Barat. Di "Ruas ini saluran drainase kotanya cukup buruk sehingga bisa memicu terjadi luapan banjir saat hujan tiba," katanya.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santosa menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak pengembang PT Puradelta Lestari Tbk untuk segera memenuhi kewajibannya memperbaiki drainase dan lainnya.

Hal itu diperlukan agar banjir di tol itu tidak terjadi lagi.

Selain memperbaiki drainase, PUPR bersama dengan pihak terkait akan memperlebar sungai di sekitar kawasan tersebut.

"Salah satu upaya adalah membuat saluran drainase. Kami (juga) akan perlebar sungainya kira-kira 60-70 persen. Dananya dari pengembang, PUPR tidak keluarin, itu kan tanggung jawab mereka," tegasnya.

Pengembang didesak Dihubungi terpisah, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru membenarkan bahwa genangan air setinggi lebih dari 30 cm di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 37+500 pada hari Minggu (13/11) merupakan kejadian kedua kalinya.

"Sebelumnya, banjir pada 14 Februari 2016. Pengguna jalan tol juga dapat melintas di jalan tol. Terjadinya genangan air tersebut diakibatkan melimpahnya air dari Kawasan Delta Mas," katanya.

Saat itu, kata Heru, pegembang sepakat akan melakukan perbaikan sistem drainase lingkungan kawasan agar kejadian tersebut tidak terulang dan berdampak terhadap lalu lintas jalan tol maupun kerusakan perkerasan jalan tol.

Kesepakatannya ialah pengembang menambah kapasitas tampungan Situ Alamsari dari semula luasnya 4 Ha menjadi 9 Ha, membuat saluran permanen dari Situ Alamsari ke arah Sungai Cibeet di sisi timur Km 41 Jalan Tol Japek dengan catatan jika saluran permanen belum dapat dilaksanakan maka pengembang akan membuat saluran sementara untuk mencegah naiknya air di Situ Alamsari dan Situ Rawa Binong, dan terakhir normalisasi Situ Rawa Binong.

"Sampai dengan saat ini mereka baru menyelesaikan perluasan Situ Alam Sari menjadi 9 Ha saja dan belum menyelesaikan sodetan ke Kali Cibeet secara permanen maupun sementara (temporary), serta normalisasi Situ Rawa Binong," kata Heru. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsorsium Jasa Marga Menang Tender Jalan Tol Jakarta-Cikampek II

Konsorsium Jasa Marga Menang Tender Jalan Tol Jakarta-Cikampek II

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 12:35 WIB

Kepadatan Lalu Lintas Melonjak, Rest Area KM52 B Ditutup

Kepadatan Lalu Lintas Melonjak, Rest Area KM52 B Ditutup

News | Minggu, 17 Juli 2016 | 22:24 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×