Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

IPW: Memanasnya Pilkada Membuat Pembelian Properti Tertunda

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 16 November 2016 | 10:33 WIB
IPW: Memanasnya Pilkada Membuat Pembelian Properti Tertunda
Kawasan perumahan mewah di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (17/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif  Indonesia Property Watch (IPW) mengatakan bahwa terdapat beberapa hal yang memperlihatkan kondisi pasar properti saat ini.

Berdasarkan riset sebenarnya tren siklus besar pasar properti sudah mulai bergerak naik, menyusul sudah terlalu rendahnya siklus pasar sejak tahun 2014. Tiga wilayah yang menunjukkan pertumbuhan unit terjual pada Q3-2016 yaitu Bogor (45,3 persen), Depok (26,1 persen), Serang (25,8 persen), Tangerang (24,1 persen), Cilegon (6,7 persen).

"Sedangkan beberapa wilayah seperti Bekasi dan Jakarta mengalami penurunan unit terjual. Meskipun demikian di Q2-2016 wilayah Bekasi mencapai pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya," kata Ali dalam keterangan resmi, Rabu (16/11/2016).

Disisi lain, segmentasi pasar bergerak ke segmen menengah dengan dominasi 41 persen penjualan terjadi di segmen ini, dibandingkan dengan supply pasar yang masih didominasi oleh segmen menengah atas, menyusul masih banyaknya pengembang yang berpikir untuk menyasar segmen menengah atas.

"Pasar supply masih tertekan dengan makin banyaknya para pengembang yang memberikan diskon atau promo untuk dapat menarik pasar demand (buyer market)," ujar Ali.

Para investor masih berdiam dan menunda pembeliannya. Merujuk pada aksi demo damai yang terjadi 4 November 2016, pada hari yang sama terjadi penarikan dana luar negeri di pasar modal sebesar Rp 900 miliaran. "Isu keamanan menjadi isu strategis bagi para investor. Bahkan memanasnya Pilkada membuat pasar permintaan semakin menunda realisasi pembelian propertinya," tambah Ali.

Dampak tax amnesty yang sekiranya diperkirakan menyasar segmen menengah atas masih tertahan dalam jangka waktu dekat. Bila isu keamanan tidak terjawab, maka hasil dari deklarasi tax amnesty yang telah berhasil di Indonesia malah tidak jadi masuk ke Indonesia.

Penjualan sebagian besar didominasi oleh penjualan cash keras atau cash bertahap sehingga pertumbuhan penjualan yang terjadi tidak sejalan dengan pertumbuhan kredit KPR. Pasar KPR saat ini diperkirakan naik 13 persen-15 persen dan untuk FLPP bisa mencapai 30 persen. Namun demikian perlu diingat bahwa pertumbuhan bukan berasal dari penjualan di tahun ini melainkan di tahun 2015 yang direalisasikan tahun ini.

Beberapa hal ini menggambarkan bahwa siklus besar pasar properti yang sudah mulai naik, terhambat oleh beberapa faktor yang merupakan pergerakan pasar permintaan yang dinamis. Riak-riak siklus kecil yang turun naik dalam koridor tren siklus besar properti yang bergerak naik memberikan waktu yang lebih lama bagi siklus besar pasar properti untuk tumbuh sesuai iramanya. Karenanya secara siklus besar pasar properti telah menunjukkan tren keatas, namun faktor eksternal dari siklus itu sendiri yang memberikan tekanan dan hambatan yang merugikan siklus besar properti secara keseluruhan karena terus tertahan untuk dapat naik.

Selain itu beberapa stimulus yang diberikan pemerintah sangat luar biasa dan masih harus menunggu waktu implementasi peraturan dan kebijakan yang mendukungnya agar dapat segera direalisasikan. Karenanya Indonesia Property Watch terus mendesak pemerintah untuk mempercepat beberapa realisasi beberapa kebijakan terkait.

"Kondisi ini harus dihadapi para pelaku bisnis properti secara keseluruhan. Dengan pertumbuhan harga proerti yang saat ini sangat tipis bukan berarti pasar properti tidak naik, karena tidak serta merta kondisi properti akan sama terus seperti yang terjadi di periode 2009-2012. Namun pada waktunya pasar properti akan segera naik dengan segala potensi yang ada saat ini dengan kemungkinan tahapan takeoff properti yang semakin lama sebelum benar-benar tumbuh karena faktor eksternal di luar siklus itu sendiri," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penataan Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Pemukiman Kemang

Ini Penataan Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Pemukiman Kemang

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 10:42 WIB

Harga Properti Residensial di Pasar Primer Melambat

Harga Properti Residensial di Pasar Primer Melambat

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 15:07 WIB

Ini Developer yang Dinilai Bagus dalam Konstruksi dan Jalan Hijau

Ini Developer yang Dinilai Bagus dalam Konstruksi dan Jalan Hijau

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 07:37 WIB

Alex Noerdin Minta Pembangunan Apartemen Jakabaring Dimaksimalkan

Alex Noerdin Minta Pembangunan Apartemen Jakabaring Dimaksimalkan

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 10:44 WIB

Apartemen VERDURA Resmi Dibangun di Dataran Tinggi Sentul

Apartemen VERDURA Resmi Dibangun di Dataran Tinggi Sentul

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 10:43 WIB

Kondisi Pasar Perkantoran Jakarta Untungkan Penyewa

Kondisi Pasar Perkantoran Jakarta Untungkan Penyewa

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 11:08 WIB

IPW Sinyalir Pasar Perumahan Mulai Tumbuh Positif

IPW Sinyalir Pasar Perumahan Mulai Tumbuh Positif

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 06:48 WIB

Pasar Apartemen Kini Bergeser ke Pasangan Muda

Pasar Apartemen Kini Bergeser ke Pasangan Muda

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 06:41 WIB

Ancaman Banjir Tereduksi, Properti Kemang Kembali Bergairah

Ancaman Banjir Tereduksi, Properti Kemang Kembali Bergairah

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 06:58 WIB

Harga Properti Tahun 2017 Diprediksi Naik 20 Persen

Harga Properti Tahun 2017 Diprediksi Naik 20 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 08:57 WIB

Terkini

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB