HIPMI: 1 Persen Penduduk Indonesia Kuasai 70 Persen Aset Negara

Adhitya Himawan

Minggu, 11 Desember 2016 | 09:57 WIB
HIPMI: 1 Persen Penduduk Indonesia Kuasai 70 Persen Aset Negara
Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira . [Dok HIPMI]

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira menilai pemerintah kurang  berupaya dalam mengentaskan kemiskinan yang menyebabkan ketimpangan ekonomi. Pasalnya, dari data-data yang dihimpun HIPMI menunjukan angka indikator kesenjangan Indonesia meningkat secara tajam selama periode 2003-2014 dari 0,3 menjadi 0,41. 

“Ketimpangan ekonomi yang terus melebar ini akan memicu keresahan sosial karena menimbulkan berbagai dampak negatif seperti meningkatnya pengangguran, angka kriminalitas, kemiskinan, dan lain sebagainya. Negara bisa mengalami kemunduran karena masalah tersebut. Dalam hal ini, kami menilai pemerintah kurang serius mengatasi ketimpangan ekonomi, harus ada Gerakan Keadilan Ekonomi kedepannya” ujar Anggawira di Jakarta dalam keterangan resmi, Sabtu (10/12/2016).

Tahun ini, ungkap Anggawira, jumlah penduduk miskin di Jakarta mendekati 385.000 orang atau 3,75 persen. Artinya terjadi peningkatan sebanyak 0,14 poin. “Kenaikan angka rasio tersebut disebabkan karena kenaikan pendapatan penduduk level keatas tumbuh terlalu cepat, sementara kenaikan pendapatan masyarakat menengah kebawah mengalami perlambatan. Penduduk menengah kebawah  tidak mampu setara dengan pendapatan penduduk menengah keatas. Hal ini, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketimpangan, ” ungkap pengusaha muda ini. 

Terlepas dari masalah ketimpangan pendapatan, ada pula faktor lain yang memicu terjadinya ketimpangan sosial di dalam negeri yakni, sebesar 1 persen penduduk Indonesia menguasai hampir 70 persen aset negara. Merujuk dari laporan terbaru yang dimiliki HIPMI, menunjukan sebasar 1 persen orang terkaya di dalam negeri yang berjumlah 164 juta menguasai sendiri kekayaan negara yang bernilai 1,8 triliun Dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini.  Meskipun telah terjadi pelemahan global yang mengakibatkan kerugian kepada para penduduk kaya tersebut, namun pangsa kekayaan dari 1 persen penduduk tersebut masih memiliki trend naik, pasalnya mereka masih menyimpat aset kekayaan dalam warisan, atau berinvestasi. 

“Angka-angka tersebut menunjukan bahwa keadilan sosial di negara ini masih jauh dari harapan. Sekaligus, memperlihatkan kesenjangan ekonomi yang sangat dalam, yang tidak mungkin akan menjadi lebih baik bila pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas seperti melakukan redistrubusi aset, agar hak guna usaha (HGU) atas tanah, maupun aset lain yang selama ini hanya dikuasai oleh segelintir penduduk dapat pula dimaanfatkan oleh masyarakat yang berhak merasakannya,” ucap dosen di Universitas Islam As- Syafi’iyah ini. 

Redistribusi aset, lanjut Anggawira akan menghasilkan stabilitas internal, dan demokratis.  Keadaan demikian akan mendorong investasi yang diperlukan untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi.  Adapun cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi ketimpangan sosial antaralain, dengan menerapkan pajak progresif kepada pengusaha yang sudah lama menikmati lahan untuk bisnis, menekan penghindaran pajak oleh pengusaha besar, atau individu tergolong kaya, menggeser beban pajak dari tenaga kerja konsumsi, menjadi ke pajak modal dan kekayaan. 

Lebih lanjut, Anggawira meminta kepada pemerintah agar jangan hanya konsen dibidang politik, dan mengabaikan masalah ekonomi di Indonesia. Ia merasa pemerintah perlu melakukan ‘dobrakan’ baru di tahun depan sebagai upaya memperkecil  angka kesenjangan ekonomi dalam negeri. 

“Pemerintah, jangan hanya konsen pada masalah politik namun mengabaikan masalah ekonomi di Indonesia yang saat ini paling krusial yakni, soal kesenjangan yang semakin curam. Memasuki 2017, kami berharap pemerintah melakukan ‘dobrakan’ ekonomi yang lebih  progresif, dan mesejahterakan rakyat bukan hanya dari kalangan menengah keatas, namun masyarakat kelas bawah sekalipun,” pungkas Anggawira.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRTI: Tarif Telekomunikasi Indonesia Timur Terlalu Mahal

BRTI: Tarif Telekomunikasi Indonesia Timur Terlalu Mahal

Tekno | Senin, 05 Desember 2016 | 07:44 WIB

HIPMI Ingin Roadmap E-Commerce Jadi Solusi Pengusaha Digital

HIPMI Ingin Roadmap E-Commerce Jadi Solusi Pengusaha Digital

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 14:02 WIB

Bukaka Group Buka Peluang Kerjasama dengan Pengusaha Muda

Bukaka Group Buka Peluang Kerjasama dengan Pengusaha Muda

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 16:41 WIB

Sandiaga Uno Yakin HIPMI Cetak Banyak "Pahlawan Digital"

Sandiaga Uno Yakin HIPMI Cetak Banyak "Pahlawan Digital"

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:22 WIB

HIPMI Akui e-Commerce Masih Terganjal Akses Perbankan

HIPMI Akui e-Commerce Masih Terganjal Akses Perbankan

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:06 WIB

Ini Siasat BUMN Atasi Tingginya Biaya Logistik di Indonesia

Ini Siasat BUMN Atasi Tingginya Biaya Logistik di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 11:31 WIB

HIPMI Kritik Industri Logistik Nasional Dikuasai Asing

HIPMI Kritik Industri Logistik Nasional Dikuasai Asing

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 11:14 WIB

HIPMI Jaya dan BRI Kerjasama Permodalan untuk Pengusaha Pemula

HIPMI Jaya dan BRI Kerjasama Permodalan untuk Pengusaha Pemula

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 08:16 WIB

60 Persen Kue Pertumbuhan Ekonomi Terpusat di Pulau Jawa

60 Persen Kue Pertumbuhan Ekonomi Terpusat di Pulau Jawa

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 14:53 WIB

HIPMI Kritik Dirut PLN Lecehkan Pengusaha Listrik Swasta

HIPMI Kritik Dirut PLN Lecehkan Pengusaha Listrik Swasta

Bisnis | Selasa, 01 November 2016 | 13:46 WIB

Terkini

Rudal Houthi Serang Madinah, 4 Negara Langsung Naik Pitam

Rudal Houthi Serang Madinah, 4 Negara Langsung Naik Pitam

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:53 WIB

Siapkan Wishlist-mu! Ini Berbagai Keseruan yang Menanti di USS Jakarta 2026

Siapkan Wishlist-mu! Ini Berbagai Keseruan yang Menanti di USS Jakarta 2026

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:46 WIB

Moisturizer Sebaiknya Digunakan Pagi atau Malam? Kenali Aturan Pakainya

Moisturizer Sebaiknya Digunakan Pagi atau Malam? Kenali Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:45 WIB

Penyadapan Prabowo Terungkap, Istana Tegaskan Terus Bersih-Bersih dan Waspada

Penyadapan Prabowo Terungkap, Istana Tegaskan Terus Bersih-Bersih dan Waspada

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:44 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:43 WIB

Kenaikan Air Laut Ancam Pesisir Pantura Jateng, BPGMN Perkuat Mangrove Jadi Benteng Alami

Kenaikan Air Laut Ancam Pesisir Pantura Jateng, BPGMN Perkuat Mangrove Jadi Benteng Alami

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 14:42 WIB

Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:41 WIB

Usia 50 Tahun Boleh Pakai Retinol? Begini Cara Pakai yang Aman untuk Kulit

Usia 50 Tahun Boleh Pakai Retinol? Begini Cara Pakai yang Aman untuk Kulit

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:40 WIB

Bisakah Busi Mobil Lawas yang Sudah Dibersihkan Dipakai Lagi? Ini Penjelasan dan Cara Amannya

Bisakah Busi Mobil Lawas yang Sudah Dibersihkan Dipakai Lagi? Ini Penjelasan dan Cara Amannya

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:39 WIB

Tak Diakui PLN, Tiang Kabel Miring di Tengah Jalan Cipete Sudah 2 Kali Picu Kecelakaan!

Tak Diakui PLN, Tiang Kabel Miring di Tengah Jalan Cipete Sudah 2 Kali Picu Kecelakaan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:36 WIB

×