Kepala BKPM: Investasi Garam di NTT Dukung Swasembada

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 20 Desember 2016 | 15:05 WIB
Kepala BKPM: Investasi Garam di NTT Dukung Swasembada
Panen garam di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/6). (Antara)

Kunjungan kerja Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong ke Kupang, Nusa Tenggara Timur dilakukan terutama untuk mengawal realisasi investasi di perusahaan-perusahaan industri garam. Langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi positif pada upaya pemerintah untuk mencapai swasembada garam.

Kepala BKPM mengunjungi sentra pegaraman PT Garam (persero) di desa Bipolo, Kupang, NTT dengan luasan lahan 400 hektar dan rencana investasi Rp16,9 miliar dan telah terealisasi Rp3,8 miliar (22 persen). Kepala BKPM juga melakukan pertemuan dengan PT Shang Che Garamindo yang bergerak di bidang industri kimia dasar anargonik khlor dan alkali dengan nilai rencana investasi 6,01 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dan telah terealisasikan 6,04 juta Dolar AS.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyampaikan bahwa investasi kedua perusahaan industri garam tersebut diharapkan akan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi impor garam industri dan menciptakan swasembada garam. “Industri garam di NTT harus berhasil, sehingga dapat mendukung target swasembada garam pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (20/12/2016).

Menurut Tom, kapasitas produksi dari kedua perusahaan tersebut diharapkan akan membantu menambah produksi garam nasional sebesar 240 ribu ton. “Dari hasil diskusi dengan perusahaan-perusahaan garam tersebut, salah satu yang mereka harapkan dukungan dari pemerintah adalah terkait pembebasan bea masuk atas importase mesin, terutama yang belum bisa diproduksi dalam negeri serta alat-alat berat untuk memproses garam,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dirut PT Garam Achmad Budiono juga menyampaikan bahwa potensi garam di NTT sangat besar. “Dari wilayah pesisir pantai saja diperkirakan terdapat 8.000 hektar yang bisa dijadikan sebagai lokasi pegaraman. PT Garam sendiri saat ini sedang menggarap 50 hektar dari rencana 400 hektar,” kata Achmad.

Dia menambahkan bahwa hasil dari garam bila dibandingkan dengan padi jauh lebih besar. Untuk produksi garam 1 hektar akan menghasilkan 100 ton dan dengan harga Rp 500 ribu per ton, maka petani garam diperkirakan akan mendapatkan Rp 500 juta. “Sementara apabila mereka menanam padi 1 hektar hanya akan memproduksi 1,5 ton dengan harga per tonnya Rp 150 juta,” lanjutnya.

Potensi keuntungan di industri garam yang besar tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan investasi di NTT. Berdasarkan data BKPM selama 2 tahun terakhir (2015-2016), dari target investasi nasional tahun 2015 sebesar Rp519,5 triliun telah tercapai realisasi investasi sebesar Rp545,4 triliun, yang terdiri dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp365,9 triliun (17.738 proyek) dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp179,5 triliun (5.100 proyek).

Target investasi Provinsi NTT tahun 2015 adalah sebesar Rp1,8 triliun (0,3 persen dari porsi target investasi nasional yang sebesar Rp519,5 triliun), dan dari target tersebut di tahun 2015 telah tercapai realisasi sebesar Rp2,2 triliun, yang terdiri dari realisasi PMA sebesar Rp873,1 miliar (104 proyek) dan realisasi PMDN sebesar Rp1,3 triliun (9 proyek). Realisasi tahun 2015 Provinsi NTT berdasarkan sektor dan jumlah proyek yang banyak diminati untuk PMA (5 besar) adalah hotel dan restoran; pertambangan; jasa lainnya; industri makanan; listrik, gas dan air; dan perikanan. Sedangkan untuk PMDN (5 besar) adalah listrik, gas dan air; tanaman pangan dan perkebunan; industri makanan; industri mineral non logam; serta konstruksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Respon Fluktuasi Nilai Tukar, BKPM Perbaiki Layanan Investasi

Respon Fluktuasi Nilai Tukar, BKPM Perbaiki Layanan Investasi

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 15:00 WIB

BKPM: Konsorsium Korea Selatan Garap  Waste-to-Energy di Bekasi

BKPM: Konsorsium Korea Selatan Garap Waste-to-Energy di Bekasi

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 07:00 WIB

Wika Rampungkan Empat Proyek Properti 2016

Wika Rampungkan Empat Proyek Properti 2016

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 02:12 WIB

BKPM Sebut Iran akan Bangun Mobile Power Plant 5000 MW

BKPM Sebut Iran akan Bangun Mobile Power Plant 5000 MW

Bisnis | Sabtu, 17 Desember 2016 | 20:33 WIB

REI Akui Rumah Kelas Bawah Masih Tumbuh

REI Akui Rumah Kelas Bawah Masih Tumbuh

Bisnis | Sabtu, 17 Desember 2016 | 04:14 WIB

Siap-siap, Dubes Undang Investor Cina Masuk Indonesia

Siap-siap, Dubes Undang Investor Cina Masuk Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2016 | 02:07 WIB

Presiden Jokowi: Iran akan Bangun Kilang Minyak di Jawa Timur

Presiden Jokowi: Iran akan Bangun Kilang Minyak di Jawa Timur

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 07:01 WIB

India Investasi Farmasi, Tapi Mengeluh Banyak Pungli di Indonesia

India Investasi Farmasi, Tapi Mengeluh Banyak Pungli di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 05:12 WIB

Jokowi Ajak 20 Pengusaha India Berinvestasi di Indonesia

Jokowi Ajak 20 Pengusaha India Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 14:39 WIB

WIKA Incar Proyek Pembangkit Listrik Tahun Depan

WIKA Incar Proyek Pembangkit Listrik Tahun Depan

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 13:51 WIB

Terkini

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB