Teknologi RISHA Digunakan Dalam Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Adhitya Himawan

Rabu, 21 Desember 2016 | 11:16 WIB
Teknologi RISHA Digunakan Dalam Rekonstruksi Sekolah di Aceh
Contoh teknologi RISHA dalam pembangunan rumah di Yogyakarta. [Dok Kementerian PUPR]

Teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) akan digunakan dalam rekonstruksi permanen sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Daroessalam (NAD) pada awal Desember 2016.

Sebelumnya paska bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh 2004 silam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau Kementerian PU pada waktu itu juga menggunakan teknologi RISHA dalam rekonstruksi bangunan rusak dan terbukti saat ini bangunan tersebut masih dalam kondisi baik.

"Akan disepakati tipikal desain untuk bangunan permanen bangunan sekolah yang direkonstruksi ini adalah precast concrete mengacu pada standar desain yang disebut oleh Balitbang adalah RISHA, ini sudah teruji di Pidie," tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga yang bertindak sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat gempa di Pidie Jaya (19/12/2016).

Sebelumnya Danis mengungkapkan bahwa untuk pembangunan sekolah secara permanen ini akan ditargetkan dapat dilaksanakan pada Februari sampai Desember 2017, setelah sebelumnya dipasang bangunan sementara untuk para siswa belajar.

Pembangunannya sendiri akan dilakukan oleh beberapa BUMN Karya untuk konstruksi maupun konsultan pengawasnya. BUMN yang terlibat diantaranya adalah Waskita Karya,  Hutama Karya, Adhi Karya, Nindya Karya, Bina Karya, Wijaya Karya, Brantras Abripraya, PP, Waskita, Yodya Karya dan Virama Karya, yang akan dibagi menjadi tiga zona pekerjaan berdasarkan wilayah kerja.

BUMN tersebut, setelah menyepakati desain dan standarisasi bangunan akan langsung melakukan pabrikasi pra cetak untuk selanjutnya melakukan pemasangan. "Jenis pekerjaannya lebih banyak pabrikasi karena ini untuk menjamin standarisasi, kualitas dan kecepatan," tambah Danis.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Arief Sabarudin mengatakan bahwa pada saat terjadi gempa, pihaknya melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan yang menggunakan teknologi RISHA di Aceh dan hasilnya bangunan tersebut masih dalam kondisi yang baik.

"Alhamdulillah, yang dibangun 2004 lalu kondisinya masih bagus tidak terganggu oleh gempa, kita juga ada sekolah yang memang dibagun dengan teknologi itu, bahkan kita kaget sebenarnya banyak rumah sementara yang dulu kita bangun sampai sekarang masih dalam kondisi bagus," tambah Arief.

Untuk bangunan kelas sementara pihaknya dan BUMN sepakat untuk membuat ruangan kelas dengan sistem modular dengan metode knock down. Menggunakan baja ringan dan dilakukan dengan prinsip knock down sehingga apabila tidak digunakan lagi masih dapat dimanfaatkan oleh BNPB nantinya.

baca juga

Ditargetkan kelas-kelas sementara ini sudah dapat terbangun di akhir Januari. "Sambil teman-teman BUMN siapkan komponen, land clearing dan segala macamnya sudah bisa dilakukan secara paralel. Sehingga kita harapkan pembangunan kelas sementara dapat dilakukan bisa 1-2 minggu paling lama 1 bulan tergantung jumlah kelas," kata Arief.

Berdasarkan data BNPB per 19 Desember 2016 telah teridentifikasi sebanyak 159 sekolah mengalami kerusakan ringan dan berat. Saat ini BNPB telah membersihkan 13 sekolah, 8 diantaranya sudah bersih 100 persen. Sambil menunggu pendataan dan audit teknis di lokasi lain, rekonstruksi akan fokus di 13 sekolah tersebut.

Air Bersih

Kemarin (19/12/2016), Kementerian PUPR juga melakukan pemasangan hidran umum (HU) di 3 titik di Kecamatan Bandar Baru yakni di Desa Lancang, Desa Blang Baroe tepatnya di Menasah/Pesantren Blang Tunong dan Dayah Bustanul Mu'arif masing-masinga 1 HU.

Disamping itu dilakukan suplai air minum di 5 titik melalui pembagian 170 jerigen yakni Posko Beringen 30 jerigen, Posko Buangan 30 jerigen, Posko Menasah Balek 50 jerigen, Posko Dayah Kleng 20 jerigen, dan Posko Gabungan Polri 40 jerigen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB: Tanggap Darurat Aceh Selesai

BNPB: Tanggap Darurat Aceh Selesai

News | Rabu, 21 Desember 2016 | 02:13 WIB

Proyek Listrik 35 Ribu MW Beri Angin Segar ke Produsen Trafo

Proyek Listrik 35 Ribu MW Beri Angin Segar ke Produsen Trafo

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 11:09 WIB

Kementerian PUPR Percepat Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Kementerian PUPR Percepat Rekonstruksi Sekolah di Aceh

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:29 WIB

Underpass Simpang Lima Mandai di Makasar akan Selesai Lebih Cepat

Underpass Simpang Lima Mandai di Makasar akan Selesai Lebih Cepat

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 10:17 WIB

Jembatan di Kalteng Sudah Bisa Dilewati Kembali

Jembatan di Kalteng Sudah Bisa Dilewati Kembali

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 09:51 WIB

Jalan Tol Solo-Ngawi Ditargetkan Selesai Oktober 2017

Jalan Tol Solo-Ngawi Ditargetkan Selesai Oktober 2017

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:37 WIB

23 Negara Peserta APMCHUD Sepakat Sahkan Deklarasi New Delhi

23 Negara Peserta APMCHUD Sepakat Sahkan Deklarasi New Delhi

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:33 WIB

Tiga Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Telah Rampung

Tiga Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Telah Rampung

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:27 WIB

Menteri Basuki: Semangat Natal Jadi Motivasi Bangun Infrastruktur

Menteri Basuki: Semangat Natal Jadi Motivasi Bangun Infrastruktur

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:07 WIB

Pemerintah Rehabilitasi 25 Ribu Hektar Jaringan Irigasi Colo

Pemerintah Rehabilitasi 25 Ribu Hektar Jaringan Irigasi Colo

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 10:00 WIB

Terkini

Beda Sikap Prabowo Usai Foto di HUT TNI: Salami SBY dan Komandan Upacara, tapi Tidak dengan Jokowi

Beda Sikap Prabowo Usai Foto di HUT TNI: Salami SBY dan Komandan Upacara, tapi Tidak dengan Jokowi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara

Papermoon Gelar Pesta Boneka #10 di Jogja, Hadirkan 193 Seniman dari 24 Negara

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Kemewahan Jeda: 10 Menit Tidak Produktif Bukan Berarti Membuang Waktu

Kemewahan Jeda: 10 Menit Tidak Produktif Bukan Berarti Membuang Waktu

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Parfum EDP Marina Ada Apa Saja? Intip 3 Varian dan Karakter Wanginya

Parfum EDP Marina Ada Apa Saja? Intip 3 Varian dan Karakter Wanginya

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:59 WIB

Wacana Kuliah Gratis, DPR Ingatkan Jangan Sampai PTS Mati Suri

Wacana Kuliah Gratis, DPR Ingatkan Jangan Sampai PTS Mati Suri

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Blunder Fatal PT Pos Indonesia, Bupati Gowa Duga Ada Sabotase di Balik Putusan MA

Blunder Fatal PT Pos Indonesia, Bupati Gowa Duga Ada Sabotase di Balik Putusan MA

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Stok Diklaim Aman, Antrean BBM Disebut Karena Gangguan Distribusi Akibat El Nino

Stok Diklaim Aman, Antrean BBM Disebut Karena Gangguan Distribusi Akibat El Nino

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Ramai di Media Sosial, Polisi Amankan DA Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Kebayoran Baru

Ramai di Media Sosial, Polisi Amankan DA Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Kebayoran Baru

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Habis Disentil Arya Wedakarna, Billy Syahputra Mau Lempar Tinja ke Rumah Pejabat Edan

Habis Disentil Arya Wedakarna, Billy Syahputra Mau Lempar Tinja ke Rumah Pejabat Edan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Belajar dari Kasus First Travel, Akademisi UGM Soroti Hak Korban dalam RUU Perampasan Aset

Belajar dari Kasus First Travel, Akademisi UGM Soroti Hak Korban dalam RUU Perampasan Aset

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:47 WIB

×