HIPMI: Jumlah Pengusaha Baru 1,6 Persen dari Jumlah Penduduk RI

Adhitya Himawan Suara.Com
Minggu, 15 Januari 2017 | 16:05 WIB
HIPMI: Jumlah Pengusaha Baru 1,6 Persen dari Jumlah Penduduk RI
Para pengusaha muda yang tergabung di HIPMI Jaya. [Dok Hipmi Jaya]

Calon Ketua Umum HIPMI Jakarta Raya (Jaya), Afifuddin Suhaeli Kalla mengaku prihatin dengan jumlah pelaku wirausaha di Indonesia yang belum kunjung menyentuh angka ideal. Yakni, 2 persen dari total jumlah penduduk. Sementara, data yang dihimpun dari HIPMI menunjukan bahwa Indonesia baru memiliki sekitar, 1,6 persen pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa. Menyikapi hal ini, Afi menyatakan dirinya ingin mendorong pertumbuhan pelaku usaha dengan cara merubah mindset atau pola pikir masyarakat terutama generasi muda yang tinggal di Jakarta.

“Kebanyakan anak muda mereka bercita-cita untuk menjadi seorang karyawan di perusahaan bonafit dengan gaji besar, atau di zona nyaman dengan menjadi PNS. Ini pola pikir (mindset) yang harus kita ubah bersama melalui gerakan menjadi seorang pengusaha, ” ujar Afifuddin di Jakarta, Minggu (15/1/2017).

Untuk itu, pria yang kerap disapa Afi ini mengatakan dirinya akan menumbuhkan ‘bibit-bibit’ baru pengusaha pemula dengan menanamkan pendidikan kewirausahaan, dan pelatihan bisnis secara intensif. 

“Dengan memiliki mindset yang tepat, maka peluang anak-anak muda untuk sukses di dunia usaha juga akan lebih besar, “ jelas CFO PT Bukaka Teknik Utama, Tbk.

Adapun salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan mendirikan 20 HIPMI PT di beberapa kampus di Jakarta. Dan juga menggelar kompetisi business plan antar HIPMI PT untuk memacu semangat kewirausahaan para mahasiswa. 

“Ini salah satu pembinaan yang efektif untuk menumbuhkan bibit-bibit pengusaha pemula yang tangguh. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan usaha mereka lewat bantuan permodalan dari partner bank maupun non perbankan,” kata Afi. 

Selain membawa keuntungan bagi diri sendiri, Afi menyebutkan bahwa menjadi pengusaha berarti juga berkontribusi bagi negara. 

“Semakin banyak perusahaan baru, semakin besar pula penerimaan negara dari perpajakan. Yang mana, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan pembiayaan infrastruktur negara,” paparnya. 

Baca Juga: HIPMI Jaya akan Persatukan Pengusaha di Jakarta

Sementara pada bagian lain, lanjut Afi, terciptanya pengusaha baru akan membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, dan mendorong daya beli masyarakat. 

“Ini mungkin sering luput dari pemikiran kita, tapi faktanya menunjukan dengan bertambahnya pengusaha baru,  lapangan kerja akan lebih banyak terserap, industri bergerak lebih cepat, dan daya beli masyarakat ikut meningkat,” ungkap Afi yang sudah meluncurkan aplikasi "Jaya Connect" itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI