Ajib Hamdani, PNS Pajak yang Bermetamorfosis Jadi Pengusaha

Adhitya Himawan

Minggu, 15 Januari 2017 | 18:06 WIB
Ajib Hamdani, PNS Pajak yang Bermetamorfosis Jadi Pengusaha
CEO PT Tria Talang Emas, Ajib Hamdani, di Jakarta, Senin (9/1/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Memiliki karir pegawai negeri sipil (PNS) yang mapan, apalagi di institusi yang “basah” seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, adalah impian banyak orang. Posisi ini jauh lebih aman dan nyaman daripada bergelut di sektor usaha swasta yang penuh resiko tinggi.

Namun hal itu ternyata tidak berlaku bagi Ajib Hamdani. Ajib meninggalkan karirnya sebagai PNS Ditjen Pajak dan menapaki jalan sebagai pengusaha. “Kisah saya mulai jadi pengusaha sedikit panjang. Karena memang semuanya dirintis saat saya menjadi PNS,” kata Ajib dalam wawancara khusus dengan Suara.com di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Sebagai lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, dengan ikatan kedinasan pada 2002, Ajib langsung mulai bekerja sebagai PNS di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Kemudian pada tahun 2005, dirinya disekolahkan oleh Ditjen Pajak untuk menempuh pendidikan S1property taxation. “Menurut aturan, saya harus bekerja selama 10 tahun sampai 2012. Tetapi pada 2009, saya memutuskan keluar lebih cepat dan membayar ganti rugi kepada negara,” ujar Ajib.

Selepas itulah, Ajib mulai serius menekuni dunia bisnis. Bisnis yang ia rintis seperti jasa penyewaan fitness, lapangan futsal. Semuanya dimulai dengan skala kecil-kecilan. “Dibawah bendera PT Mitra Bersama Makmur,” jelas Ajib.

Lambat laun, bisnis Ajib terus berkembang. Ia mulai berinvestasi membangun sebuah pabrik di kawasan Jababeka dengan bendera PT Alkostar Casting, yang bergerak di sektor manufaktur. Perusahaanya yang ini memasok sparepart dengan bahan dari aluminium untuk beberapa perusahaan besar.

“Namun bisnis saya yang terbesar sekarang adalah di sektor energi. Saya memiliki perusahaan bernama PT Tria Talang Emas. Perusahaan saya ini sedang menangani proyek pembangunan pembangkit listrik di Batam, Kepulauan Riau,” jelas Ajib.

Pembangkit yang sedang dibangun olehnya, menurut Ajib berkapasitas 2x60 megawatt (MW). Listirk yang akan dihasilkan kelak akan dijual kepada para pelaku industri di kawasan industri di kota Batam. Proyek ini masih dalam tahap konstruksi dengan luas lahan 26 hektare. “Kawasan industri yang akan membeli listrik kami adalah Kawasan Industri Qabil dan kami mendatangkan mesin dari Rusia,” tutur Ajib.

Pengusaha muda yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Tax Center tersebut mengakui bisnis energi yang ia jalankan sebetulnya sudah lama semenjak zaman Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Hanya saja, ia sempat mengalami kendala saat memperoleh pinjaman dari bank asing. Bank tersebut ternyata dibanned oleh Uni Eropa. Untunglah, masalah tersebut kini telah diatasi.

baca juga

Selain proyek di Batam yang sudah berlangsung sejak zaman Presiden SBY, Ajib juga berhasil menang tender di salah satu proyek pembangkit listrik 35 ribu MW di era Presiden Joko Widodo. “Kami juga menangani proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton 10 di Jawa Timur. Pembangkit ini berkapasitas 1000 MW,” urai Ajib.

Ia mengakui bahwa bisnis energi adalah bisnis high capital. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri.

Kini portofolio bisnis Ajib lengkap mulai dari skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga korporasi. Sebagai pengusaha, menurut Ajib, dirinya harus memiliki idealisme. Menurutnya, pengusaha harus memiliki keunggulan kompetitif dengan keunggulan komparatif. Keunggulan kompetitif adalah keunggulan memenangi persaingan dengan luar negeri, sedangkan keunggulan komparatif adalah memunculkan nilai unik dalam bisnis yang kita jalankan yang tidak ada di kompetitor.

“Makanya tahun ini, saya juga akan terjun di sektor agrobisnis. Kami akan mengakuisisi sebuah pabrik di Jawa Barat tahun ini. Kalau jadi, kami akan punya banyak petani disana untuk kami berdayakan,” pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batik Desa Gilangharjo Yogya Merambah ke Luar Jawa

Batik Desa Gilangharjo Yogya Merambah ke Luar Jawa

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 10:06 WIB

Bikin Trenyuh, Lelaki Tanpa Lengan Ini Rawat Ibunya

Bikin Trenyuh, Lelaki Tanpa Lengan Ini Rawat Ibunya

Video | Senin, 09 Januari 2017 | 19:02 WIB

Aidil Zulkifli, Sang Pendiri UangTeman.com

Aidil Zulkifli, Sang Pendiri UangTeman.com

Bisnis | Jum'at, 06 Januari 2017 | 06:36 WIB

Kampung Budaya Polowijen, Penggerak Ekonomi Kreatif di Malang

Kampung Budaya Polowijen, Penggerak Ekonomi Kreatif di Malang

Bisnis | Jum'at, 30 Desember 2016 | 21:40 WIB

Delia Kartika, Perancang Busana Belia Singapore Fashion Week 2016

Delia Kartika, Perancang Busana Belia Singapore Fashion Week 2016

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 12:34 WIB

Ikhwan Syah Nasution, Perintis Bisnis Kaus Islami Pelita Hati

Ikhwan Syah Nasution, Perintis Bisnis Kaus Islami Pelita Hati

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 09:45 WIB

Inilah Sosok Para Ibu Tangguh di Kampung Koran

Inilah Sosok Para Ibu Tangguh di Kampung Koran

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 05:56 WIB

Tunarungu  Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Tunarungu Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 19:29 WIB

Boedi Cahyono, Menyulap Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Alternatif

Boedi Cahyono, Menyulap Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Alternatif

Bisnis | Sabtu, 03 Desember 2016 | 02:16 WIB

Dian Aryanti, Berkontribusi ke UKM Garut Lewat Pisang Roll

Dian Aryanti, Berkontribusi ke UKM Garut Lewat Pisang Roll

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:16 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×