Kampung Budaya Polowijen, Penggerak Ekonomi Kreatif di Malang

Adhitya Himawan

Jum'at, 30 Desember 2016 | 21:40 WIB
Kampung Budaya Polowijen, Penggerak Ekonomi Kreatif di Malang
Sarasehan Kampung Budaya Polowijen di Polowijen, Malang, Jawa TimurRabu (28/12/2016). [Dok Panitia]
Kampung Polowijen yang mempunyai potensi besar dan sejarah Ken Dedes menjadi ibu dari raja raja besar di tanah Jawa, mulai dari petilasan Sumur Windu Ken Dedes dan Mandala Empu Purwa, petilasan Joko Lulo, Makam Mbah Reni  penemu Topeng Malangan, dan Mbok Gundari penari Topeng Malangan, kini menjadi ikon budaya Malang dan telah di tetapkan sebagai situs budaya Polowijen oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang.
 
Ketua Tosan Aji Ajisaka Raden Prasena Cokro Adiningrat menceritakan, cerita sejarah kampung Polowijen ini harus dipahami oleh masyarakat sekitar bahwa keberadaan situs-situs budaya di Polowijen sudah semestinya mampu membangkitkan ekonomi kreatif sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang menjadi khasanah dan referensi pengembangan pariwisata di Kota Malang, Jawa Timur.
 
“Sentra-sentra industri kreatif seperti kerajinan topeng, gerabah, seni pahat, desain,  fashion, handycraft, seni pertunjukan serta kuliner dapat tumbuh seiring dengan meningkatnya sosialisasi dan informasi keberadaan situs Polowijen,” katanya dalam sarasehan Kampung Budaya Polowijen di Polowijen, Malang, Rabu (28/12/2016) malam.
 
Budayawan Malang, Romo Djathi Kusumo mengungkapkan, tahun 1993 dirinya telah membuat film dokumenter Ken Dedes dan bertindak menjadi sutradara.  Dia berjanji akan memberikan dokumen film itu kepada masyarakat Polowijen agar bisa ditonton dan dipahami oleh khalayak ramai. Romo Djathi menuturkan kala itu Empu Purwa datang pertama kali ke tanah Jawa tepatnya di lereng Gunung Arjuna bersama istrinya yang sedang mengandung putri Ken Dedes.
 
“Bahwa Panawijen sebagai tanah suci sehingga Empu Purwa mendirikan asrama perguruan yang merupakan wiyata mandala keagamaan‎ ‎Budha jaman itu,” ujarnya.
 
Sarasehan Kampung Budaya Polowijen ini dihadiri antara lain oleh penggagas kegiatan Ki Demang (Isa Wahyudi), budayawan Romo Djathi Kusumo, Raden Prasena Cokro Adiningrat, Komunitas Pecinta Topeng Malangan Yudit Perdananto dan Ahmad Nasai, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Erni Farida, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Polowijen Muhammad Effendi, akademisi, serta warga Polowijen.
 
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Erni Farida mengatakan bahwa Kampung Polowijen dulu namanya Panawijen, sebagai kampung kuno yang mempunyai banyak situs bersejarah. Dalam hal ini, Erni mengajak masyarakat turut serta melestarikan dan membangun budaya dengan cara merawat dan membangkitkan kejayaan seni tradisi yang dulu pernah ada.

“Jika masyarakat mau kembali belajar berkesenian seperti karawitan, latihan tari topeng Malangan, serta kesenian-kesenian lainnya, saya siap memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya dalam sarasehan Kampung Budaya di Polowijen, Rabu (28/12/2016) malam.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Polowijen Muhammad Effendi menceritakan, Polowijen telah mengalami  masa 3 kejayaan yang sangat terkenal,  yaitu Ken Dedes yang melahirkan raja-raja besar di Jawa dengan situs Sumur Windunya. Kedua, Topeng Malangan yang tersebar di Malang Raya yang dalam sejarahnya berasal dari Polowijen. Dan ketiga, hasil usaha ekonomi masyarakat seperti olahan keripik buah sangat terkenal dan sudah mendunia dipasarkan di banyak negara.

“Masyarakat harus bangkit untuk membangun gerakan budaya mulai dari budaya dan berkesenian sampai dengan budaya kerja kreatif, budaya hidup sehat, budaya lingkungan bersih, budaya gotong-royong, budaya kerja yang menjadi inti dan ruh kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Penggagas kegiatan sarasehan Kampung Budayawa Polowijen Ki Demang berharap agar masyarakat Polowijen dapat mengerti cerita kebesaran dan kejayaan kampung Polowijen. Ki Demang juga mengajak supaya ada gerakan membangun kembali kesadaran masyarakat tentang arti penting berkebudayaan sehingga kegiatan ini dapat menggali potensi, membangkitkan ekonomi, memunculkan inspirasi dan kreasi-kreasi baru.

“Hal itu sebagai salah satu upaya melestarikan warisan sejarah, kebudayaan dan wisata budaya di Polowijen,” tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Delia Kartika, Perancang Busana Belia Singapore Fashion Week 2016

Delia Kartika, Perancang Busana Belia Singapore Fashion Week 2016

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 12:34 WIB

Ikhwan Syah Nasution, Perintis Bisnis Kaus Islami Pelita Hati

Ikhwan Syah Nasution, Perintis Bisnis Kaus Islami Pelita Hati

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 09:45 WIB

Inilah Sosok Para Ibu Tangguh di Kampung Koran

Inilah Sosok Para Ibu Tangguh di Kampung Koran

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 05:56 WIB

Tunarungu  Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Tunarungu Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 19:29 WIB

Boedi Cahyono, Menyulap Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Alternatif

Boedi Cahyono, Menyulap Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Alternatif

Bisnis | Sabtu, 03 Desember 2016 | 02:16 WIB

Dian Aryanti, Berkontribusi ke UKM Garut Lewat Pisang Roll

Dian Aryanti, Berkontribusi ke UKM Garut Lewat Pisang Roll

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:16 WIB

Itmamul Khuluq, Inovasi Telur Puyuh dari Boyolali

Itmamul Khuluq, Inovasi Telur Puyuh dari Boyolali

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 19:09 WIB

Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang

Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang

Lifestyle | Rabu, 16 November 2016 | 09:38 WIB

Erik Kristianto, Kembangkan Talenta Anak Muda Lewat Animasi

Erik Kristianto, Kembangkan Talenta Anak Muda Lewat Animasi

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 09:39 WIB

Andris Wijaya, Harumkan Garut dengan Nasi Liwet Instan

Andris Wijaya, Harumkan Garut dengan Nasi Liwet Instan

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 08:50 WIB

Terkini

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

×