Arab Saudi Mulai Lirik Investasi di Indonesia, Ini Sebabnya

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 01 Maret 2017 | 14:35 WIB
Arab Saudi Mulai Lirik Investasi di Indonesia, Ini Sebabnya
Presiden Jokowi menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017). [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Indonesia, Republik Rakyat Cina (RRC) dan India adalah negara yang dalam istilah kapitalismenya adalah negara-negara dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Selama ini laju pertumbuhan ekonomi dunia didominasi oleh Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Beberapa negara di Eropa dan AS sendiri saat ini (sejak tahun 2007) mengalami krisis dan perlambatan ekonomi disebabkan oleh pengelolaan keuangan yang salah arah dan cenderung boros (out of control) di dalam pasar bursa. Tekanan ekonomi yang sangat berat diperparah oleh turunnya harga minyak dunia yang selama ini menjadi sumber penerimaan bagi sebagian besar negara yang terlibat dalam kegiatan ini.

"Melihat prospek negara-negara di Eropa dan juga AS tidak cukup menjanjikan 5 sampai dengan 10 tahun mendatang, maka negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pemain utama bisnis minyak dunia mulai mengalihkan potensi keuangan yang ada pada negara-negara yang lebih menjanjikan peluang untuk menanamkan investasinya," kata Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi, saat dihubungi Suara.com, di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Atas dasar kondisi ekonomi dunia yang saat ini terjadilah, maka negara RRC dan India mulai melirik negara tujuan baru investasi bisnisnya dalam bentuk kerjasama ekonomi Business to Business atau Government to Government di beberapa sektor. "Dalam kerangka inilah harusnya Pemerintah memandang kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz bin Saud ke Indonesia," ujar Defiyan.

Hubungan persaudaraan sesama negara Muslim adalah sesuatu yang penting untuk menjadi modal penguat dan membangun saling percaya antar kedua negara dan ini adalah necessary condition but not sufficient comdition (dibutuhkan tapi bukan mencukupkan). Dalam perspektif hubungan ekonomi dan bisnis, maka Kerajaan Arab Saudi harus dipandang sebagai negara yang memiliki kepentingan (economic and profit interest) juga dalam rangka membangun ekonomi dan mensejahterakan rakyat Arab Saudi.

"Hal ini perlu digarisbawahi supaya semua pihak tidak perlu terlalu over euphoria dalam menyambut kedatangan Raja Salman tapi melalaikan kepentingan nasional yang lebih penting dalam menegakkan konstitusi," tutup Defiyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI