Berkah Kunjungan Raja Salman untuk Proyek Kilang Cilacap

Minggu, 05 Maret 2017 | 19:14 WIB
Berkah Kunjungan Raja Salman untuk Proyek Kilang Cilacap
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusumah ,Jakarta Timur, Sabtu (4/3/2017).(Biro Set Wapres)

Suara.com - Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, ke Indonesia membawa angin segar untuk keberlanjutan pembangunan modifikasi kilang atau refinery development masterplan kilang Cilacap, Jawa Tengah. Kilang ini merupakan perusahaan patungan PT. Pertamina (Persero) dan The Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco)

"Kedatangan raja mengobati kerinduan investasi di industri hulu. Sebab begitu ada investasi refinery itu kerinduan. Sepuluh tahun saja kita sudah sungguh-sungguh merindukan investasi di hulu," kata Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri Ahmad Wijaya dalam diskusi Energi Kita di Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

Dia berharap pembangunan modifikasi kilang di Cilacap dapat berjalan lancar.

Refinery Cilacap meru­pakan salah satu bagian dari refinery development master plan Pertamina dan kapasitasnya direncanakan ditambah menjadi 400 ribu barrel per hari dan dirancang untuk memroses minyak mentah dari Arab Saudi yang disediakan oleh Saudi Aramco. Hal ini juga akan menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi Euro V, petrokimia dasar (basic petrochemical), dan Group II Base Oil untuk pelumas.

"Arab Saudi itu termasuk investor yang sangat kecil di Indonesia, nah kesempatan ini harapan besar untuk kita. Tapi benar-benar banyak dollar yang masuk ke kita," ujarnya.

Saudi Aramco dan Pertamina telah menyepakati struktur kepemilikan Kilang Cilacap yang di-upgrade, dimana Pertamina memiliki saham 55 persen dan Saudi Aramco sebesar 45 persen.

Sampai saat ini konfigurasi kilang telah selesai dan proses untuk memilih licensor teknologi akan segera dimulai, dengan pekerjaan Basic Engineering Design yang ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2017. Penandatanganan kesepakatan ini menjadi pembuka jalan untuk melanjutkan ke tahap Front End Engineering Design pada kuartal kedua tahun 2017, dan start up proyek ditargetkan pada 2021.

Kedua perusahaan berkomitmen untuk memper­cepat penye­lesaian proses Refinery Development Masterplan Program Kilang Cilacap pada 2021 atau lebih cepat setahun dari target se­belumnya.

Adapun biaya kilang Cilacap mencapai 5 miliar dolar AS atau sebesar Rp 65 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI