Investasi Kapal Pembangkit Listrik Jangkrik 4,2 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 22 Maret 2017 | 09:30 WIB
Investasi Kapal Pembangkit Listrik Jangkrik 4,2 Miliar Dolar AS
Kapal pembangkit listrik Jangkrik siap beroperasi di Kepulauan Riau. [Antara/Agung Rajasa]

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, pada Selasa (21/3/2017), menghadiri Upacara Penamaan Kapal Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik, di Saipem Karimun Yard, Tanjung Balai, Kepulauan Riau. Penamaan kapal ini juga menandai akan segera berproduksinya gas dari Blok Muara Bakau. Gas pertama ditargetkan akan diproduksi sebelum pertengahan tahun 2017, lebih cepat dari perkiraan yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian ESDM Tahun 2015-2018, yaitu produksi pertama tahun 2018.

Saat menyampaikan sambutan, Menteri Jonan mengucapkan terima kasih karena produksi lapangan Jangkrik setahun lebih cepat dari rencana yang ditetapkan Pemerintah. Selain itu, proyek ini juga dapat menghemat sekitar 300 juta Dolar Amerika Serikat (AS) dari rencana awal investasi.

“Atas nama Pemerintah, saya mengucapkan terima kasih sekali bahwa investasi (proyek Jangkrik) ini bisa menghemat 300 juta Dolar AS, dari yang direncanakan U4,5 miliar Dolar AS, kurang lebih sekarang menjadi sekitar 4,2 miliar Dolar AS, itu besar sekali, iniRp 50 triliun lebih. Kedua, proyek ini juga lebih cepat hampir 12 bulan dari rencana Pemerintah,” ungkap Menteri Jonan.

Menteri Jonan mengungkapkan peran pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan bagi investor agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi negara. “ENI juga tadi memberikan masukkan untuk percepatan perizinan. ENI sangat gembira dengan (peran) pemerintah daerah setempat, bupati, gubernur pro bisnis, tidak mempersulit, ini yang diharapkan kita semua. Dalam ekonomi, jika perizinannya pelan, pertumbuhan ekonomi juga akan pelan,” tegas Menteri ESDM.

Kapal FPU Jangkrik dirancang untuk pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Menteri ESDM menyatakan, produksi dari lapangan Jangkrik tersebut akan berkontribusi menambah enam hingga tujuh persen produksi gas bumi Indonesia yang ada saat ini.

“Outputnya, dari lapangan gas Jangkrik di Selat Makassar, diperkirakan sebesar 450 Mmscfd, kira-kira sama dengan 7 persen produksi gas bumi Indonesia. Ini bisa menambah produksi gas bumi Indonesia sekitar 7 persen dari produksi yang ada saat ini. Tujuh persen itu besar. Diharapkan kalau bisa ditingkatkan kapasitasnya sampai 800 Mmscfd, jika proyek IDD yang dikerjakan Chevron jadi, bisa menggunakan fasilitas FPU ini,” Menteri ESDM.

Dalam kesempatan ini, Menteri Jonan kembali mengingatkan pentingnya efisiensi besar-besaran di industri hulu migas, hal ini tidak lain karena baik harga minyak maupun harga gas tidak dapat ditentukan sendiri, namun mengikuti pasar global.

“Ada pemahaman yang sama bahwa Pemerintah mendorong adanya efisiensi yang besar-besaran dari seluruh belanja modal dan belanja operasional di Industri hulu migas, kenapa? Satu yang paling penting, tidak ada satu organisasi atau negarapun yang bisa mengendalikan, merubah, menaikkan atau menurunkan harga minyak dan gas, ini (yang menentukan) adalah pasar global. Ini adalah semangat dari efisiensi bagi kita dan kontraktor,” ujar Menteri Jonan.

baca juga

Sementara, terkait kebutuhan alokasi gas untuk ketenagalistrikan di Provinsi Kepulauan Riau, Menteri ESDM menegaskan bahwa akan dibuat panduan agar kedepan untuk domestik semakin besar alokasinya bagi nasional.

“Banyak hal dari desain dan program dari pengelolaan gas bumi kita yang perlu diperbaiki. Tadi ENI menanyakan, kalau tambah produksi, gas akan dijual kemana? Saya bilang nanti dibeli untuk kelistrikan nasional. Bertahun-tahun lalu, kenapa PLTU dibangun sampai di daerah yang jauh, Papua juga bangun PLTU kecil-kecil, karena alokasinya gas juga sangat suliit. Kita akan buat panduan, agar alokasi gas makin lama harus makin besar untuk nasional,” lanjut menteri ESDM.

Menteri Jonan mengungkapkan bahawa berdasarkan laporan, FPU Jangkrik ini berukuran 46 x 192 meter dan menjadi FPU yang terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. FPU ini rencananya akan dioperasikan pada bulan Mei 2017. “Berdasarkan laporan, FPU ini ukurannya 46x192 meter, ini kira-kira besarnya 80 persen lapangan bola. Ini besar sekali. Ini adalah FPU paling besar yang pernah dibangun, dirakit di Indonesia, dan nanti paling lambat akan dioperasikan bulan Mei 2017. Nanti kalau sudah beroperasi, kira-kira pertengahan bulan Mei, saya kira Presiden berkenan menyaksikan first oil atau first gas di Selat Makassar, karena ini FPU yang terbesar yang saat ini kita miliki,” tutup Menteri Jonan.

Upacara penamaan kapal FPU Jangkrik ditandai pemutaran kemudi simbolik oleh istri Menteri ESDM Ratnawati Jonan. Dalam sejarah kemaritiman, sejak akhir abad 18 upacara penamaan kapal biasanya dilakukan oleh seorang wanita.

Selanjutnya, pada tanggal 24 Maret 2017, FPU akan ditarik berlayar ke Selat Makassar, untuk ditempatkan di wilayah kerja migas Jangkrik, Muara Bakau, Kalimantan Timur. Waktu tempuh pelayaran diperkirakan 12 hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jonan Targetkan Kapal Listrik Terapung Jangkrik Beroperasi Mei

Jonan Targetkan Kapal Listrik Terapung Jangkrik Beroperasi Mei

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 15:02 WIB

Menteri ESDM Hari Ini akan Resmikan Proyek Gas Jangkrik

Menteri ESDM Hari Ini akan Resmikan Proyek Gas Jangkrik

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 06:26 WIB

Ini Alasan Jokowi Pilih Bangun Mobile Power Plant

Ini Alasan Jokowi Pilih Bangun Mobile Power Plant

Bisnis | Sabtu, 18 Maret 2017 | 19:23 WIB

Jokowi Resmikan PLTG Mobile Power Plant di Mempawah

Jokowi Resmikan PLTG Mobile Power Plant di Mempawah

Bisnis | Sabtu, 18 Maret 2017 | 17:06 WIB

Begini Cara PLN Pasok Listrik Ke Wilayah Indonesia Timur

Begini Cara PLN Pasok Listrik Ke Wilayah Indonesia Timur

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 13:40 WIB

Kementerian ESDM Percepat Pengalihan Inspektur Tambang dan Migas

Kementerian ESDM Percepat Pengalihan Inspektur Tambang dan Migas

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 14:43 WIB

Jonan 'Ditantang' Karyawan Total

Jonan 'Ditantang' Karyawan Total

Bisnis | Minggu, 12 Maret 2017 | 11:11 WIB

Diskusi Nasib Freeport, Jonan Panggil Para Mantan Menteri ESDM

Diskusi Nasib Freeport, Jonan Panggil Para Mantan Menteri ESDM

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 12:43 WIB

Pengusaha Minta Jonan Keluarkan Rekomendasi Ekspor Nikel

Pengusaha Minta Jonan Keluarkan Rekomendasi Ekspor Nikel

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 13:08 WIB

Inilah Susunan Pengurus Asosiasi Penambang Nikel Indonesia

Inilah Susunan Pengurus Asosiasi Penambang Nikel Indonesia

Bisnis | Senin, 06 Maret 2017 | 12:43 WIB

Terkini

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 08:11 WIB

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

×