Jokowi Targetkan RI Masuk 40 Besar Kemudahan Berusaha

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Rabu, 29 Maret 2017 | 22:24 WIB
Jokowi Targetkan RI Masuk 40 Besar Kemudahan Berusaha
Presiden Prancis François Hollande bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/3/2017). [Foto Biro Pers Setpres]

Berada dalam 40 besar Indeks Kemudahan Berusaha yang diterbitkan Bank Dunia merupakan tujuan yang hendak dicapai Indonesia. Posisi suatu negara dalam indeks tersebut menunjukkan tingkat kemudahan berusaha suatu negara dengan negara lainnya. Tahun ini, sesungguhnya Indonesia mampu memperbaiki posisi dalam indeks tersebut sebanyak 15 peringkat hingga berada pada posisi ke-91 dari sebelumnya pada peringkat ke-106. Tapi, hal itu dirasa belumlah cukup.

"Perlu saya ingatkan, bahwa target kita adalah masuk ke 40 besar. Saat ini, Indonesia sudah dikategorikan sebagai top reformer pada Laporan 'Doing Business 2017'. Namun, kita perlu tunjukkan bahwa Indonesia mampu melakukan reformasi yang lebih cepat lagi dalam kemudahan berusaha dan berinvestasi," ujar Presiden mengawali arahannya dalam rapat terbatas mengenai akselerasi peningkatan peringkat kemudahan berusaha di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Maka itu, agar dapat memperbaiki posisi Indonesia dalam indeks tersebut, Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk fokus dalam upaya meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. Sebagai langkah awal, dirinya meminta agar dilakukan perbaikan pada sejumlah indikator kemudahan berusaha yang masih harus dibenahi. Untuk diketahui, dalam Indeks Kemudahan Berusaha, terdapat sepuluh indikator pengukuran yang menentukan posisi suatu negara.

"Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki peringkat tiap-tiap indikator Ease of Doing Business yang saat ini terdiri dari sepuluh indikator. Fokus perbaikan adalah pada indikator yang masih berada pada peringkat di atas 100 agar bisa turun paling tidak pada peringkat di bawah 80-an. Perbaikan di setiap indikator harus menjadi prioritas kementerian atau lembaga sehingga penanganannya lebih fokus dan upaya perbaikan di setiap indikator harus diberikan target yang konkret, target yang jelas," Presiden menegaskan.

Dalam arahannya, Presiden meminta masing-masing kementerian maupun lembaga untuk betul-betul memahami substansi dari perbaikan sejumlah indikator tersebut. Sosialisasi kepada para pelaku usaha mengenai perbaikan tersebut juga disinggungnya.

"Saya juga minta seluruh pejabat yang menangani perbaikan Ease of Doing Business di masing-masing kementerian dan lembaga harus betul-betul memahami substansi perbaikan dan reformasi yang sedang kita lakukan. Jika sudah siapkan langkah-langkah perbaikan, lakukan penyebaran informasi dan komunikasi yang intensif dengan seluruh pelaku usaha sehingga mereka mengetahui apa yang sudah kita reform," ucapnya.

Deregulasi kebijakan, utamanya yang menghambat investasi, juga akan terus dilakukan. Presiden mengingatkan bahwa regulasi yang berbelit-belit justru pada praktiknya akan menyulitkan diri sendiri dan akan menyebabkan ketertinggalan dalam persaingan global dengan negara-negara lainnya.

"Peraturan-peraturan yang baru yang terus bermunculan harusnya sudah tidak ada lagi yang semakin menambah persoalan. Mestinya regulasi itu stabil, kalau dibuat juga harus dengan konsultasi publik yang baik, berkali-kali, berbulan-bulan dan transparan. Jangan sampai tahu-tahu keluar mendadak, keluar Peraturan Menteri kaget semua, ramai semuanya. Saya harapkan peringkat Ease of Doing Business pada tahun ini bisa meningkat lebih baik lagi," ujarnya mengakhiri pengantar rapat terbatas kali ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi akan Fokus Atasi Ketimpangan Desa dengan Kota

Jokowi akan Fokus Atasi Ketimpangan Desa dengan Kota

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 22:16 WIB

Temui Jokowi, Prancis akan Berinvestasi 2,6 Miliar Dolar AS

Temui Jokowi, Prancis akan Berinvestasi 2,6 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 21:56 WIB

Ke Indonesia, Jokowi Jamu Presiden Prancis di 'Veranda Talk'

Ke Indonesia, Jokowi Jamu Presiden Prancis di 'Veranda Talk'

News | Rabu, 29 Maret 2017 | 11:36 WIB

SPI Kecam Penggusuran Petani Mekar Jaya Sumatera Utara

SPI Kecam Penggusuran Petani Mekar Jaya Sumatera Utara

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 15:01 WIB

Apa Profesi yang Ingin Dilakoni Jokowi Kalau Tak Jadi Presiden?

Apa Profesi yang Ingin Dilakoni Jokowi Kalau Tak Jadi Presiden?

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 09:01 WIB

Peringati Hari Raya Nyepi, Ini Pesan Jokowi

Peringati Hari Raya Nyepi, Ini Pesan Jokowi

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 07:31 WIB

Jawaban Jokowi saat Ditanya Bocah 14 Tahun soal Metallica

Jawaban Jokowi saat Ditanya Bocah 14 Tahun soal Metallica

Entertainment | Selasa, 28 Maret 2017 | 07:07 WIB

Presiden Jokowi Setuju Penambahan Jumlah Hakim

Presiden Jokowi Setuju Penambahan Jumlah Hakim

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 00:30 WIB

Jokowi Peringatkan Pengusaha Muda Jangan Suka Minta Fasilitas

Jokowi Peringatkan Pengusaha Muda Jangan Suka Minta Fasilitas

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 21:41 WIB

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur akan Tingkatkan Daya Saing

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur akan Tingkatkan Daya Saing

Bisnis | Senin, 27 Maret 2017 | 21:28 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×