Array

Branta Prahardinanta, Rocker Pemilik Kedai Kopi Janadara

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 08 Juli 2017 | 16:12 WIB
Branta Prahardinanta, Rocker Pemilik Kedai Kopi Janadara
Branta Prahardinanta, rocker sekaligus pemilik cafe Janadara. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Branta Prahardinanta, rocker sekaligus pemilik kedai kopi Janadara. Membayangkan seorang penyanyi rock sekaligus penjual kopi mungkin sulit. Tetapi perpaduan unik ini ada dalam sosok Branta Prahardinanta.

Branta yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, 10 Agustus 1985, lahir dari keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selepas lulus SMA Negeri 3 Surabaya, Branta menempuh studi di Universitas Surabaya (UBAYA) pada tahun 2004.

Semasa kuliah hingga lulus pada tahun 2010, Branta menyalurkan hobi bermusik dan kerap tampil mengisi acara di malam keakraban (makrab). Branta juga merintis bernyanyi dari satu cafe ke cafe yang lain di Kota Pahlawan tersebut. Baginya, bernyayi terutama musik rock merupakan passion sejati dirinya.

"Cuma karena bayarannya menyakitkan, saya akhirnya memutuskan hijrah ke Jakarta setelah lulus," kata Branta kepada Suara.com di Jakarta, Minggu (2/7//2017).

Selama tujuh tahun inilah, Branta memuaskan impiannya menjadi penyanyi rock di sejumlah cafe. Namun ditengah perjalanan, Branta bertemu wanita yang menjadi jodohnya. "Bersama istri saya inilah saya akhirnya terpikir mendirikan kedai kopi. Kami namakan kedai kopi Janadara," jelasnya.

Sebelumnya sang istrik sudah punya bisnis kedai kopi bernama Fox Cafe. Dari sinilah, Branta mulai belajar bagaimana meracik kopi agar menghasilkan minuman yang lezat. "Saya juga belajar bagaimana meladeni tamu dan meracik kopi juga di Barista," tambah Branta.

Setelah cukup ilmu terkait kopi, Branta bersama sang istri akhirnya memberanikan diri meluncurkan cafe Janadara pada Minggu (11/6/2017). Dalam kedai kopi yang ia rintis ini, Branta mendapat dukungan penuh dari mertuanya.

Lokasi yang ia pilih terletak di Jalan Kapten Tendean kav. 41, Mampang, RT. 2/RW.3, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ukuran kedai kopi miliknya tidak terlalu besar. Ia memang tak ngotot langsung berupaya menggaet customer sebanyak mungkin.

Baca Juga: Budi Nurcahyo, Pebisnis Pempek "Omah Pempek BuTut"

"Pangsa pasar kedai kopi saya lebih banyak kepada perempuan. Karena minuman kopi yang saya jual lebih banyak yang kategori "minuman cantik". Ditambah wifi, kami berharap pelanggan bisa senyaman mungkin disini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI