Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Bank Mandiri Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Segmen Menengah

Arsito Hidayatullah, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 25 Agustus 2017 | 21:51 WIB
Bank Mandiri Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Segmen Menengah
Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Tardi. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Dalam dua tahun belakangan ini, segmen pertumbuhan ekonomi masyarakat di kelas menengah diketahui telah meningkat.

Melihat hal itu, Bank Mandiri mendorong pertumbuhan ekonomi di segmen tersebut. Tercatat, hingga triwulan II-2017, pembiayaan Bank Mandiri ke segmen consumer banking mencapai Rp91,3 triliun, tumbuh menjadi 20,03 persen secara year on year.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Tardi mengatakan, ada tiga sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis konsumer di segmen kelas menengah. Pertama sektor KPR yang tumbuh 13,82 persen menjadi Rp31,5 triliun. Kedua, sektor autoloan yang tumbuh 24,95 persen menjadi Rp23,7 triliun, serta sektor kartu kredit yang tumbuh 9,6 persen menjadi Rp9,6 triliun.

"Untuk mendukung keinginan tersebut, perseroan akan meningkatkan pembiayaan ke sektor properti dan kepemilikan kendaraan, serta di sektor kartu kredit," ujar Tardi dalam acara Media Training Bank Mandiri di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (25/8/2017).

Selain itu, Tardi menuturkan, salah satu strategi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan tersebut, Bank Mandiri juga melakukan kolaborasi dengan grupnya, dengan lebih dari 2.600 kantor cabang dan sekitar 3.000 jaringan mikro di seluruh Indonesia.

"Seiring dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kami tentu ingin menjadikan segmen konsumer ini sebagai sumber pertumbuhan perseroan. Untuk tahun ini, kami sendiri berharap bisa mengakselerasi pertumbuhan kredit konsumer hingga di atas 20 persen hingga akhir tahun nanti," kata dia.

Adapun khusus sektor KPR, pihaknya menurut Tardi, akan menawarkan program suku bunga 6 persen fixed 1 tahun dan 6,5 persen fixed 2 tahun kepada developer tertentu.

Sementara untuk sektor autoloan, pembiayaan yang dilakukan Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance akan didukung pola referral atau pemberian referensi dari jaringan cabang Mandiri serta via jaringan mobile apps.

"Untuk sektor kartu kredit, kami ingin mendorong adanya perubahan mindset nasabah dari kartu kredit sebagai alat utang, menjadi alat intermediasi yang bisa memudahkan nasabah dalam bertransaksi," ucap Tardi pula.

Lebih lanjut, Tardi menambahkan bahwa Bank Mandiri terus mendorong peningkatan pemanfaatan kartu kredit melalui keterlibatan pada program promo wisata, seperti program travel fair yang diselenggarakan oleh agen perjalanan, perusahaan BUMN ataupun merchant travel online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Mandiri Terjunkan Bankir Muda ke Wilayah Terluar

Bank Mandiri Terjunkan Bankir Muda ke Wilayah Terluar

Bisnis | Selasa, 22 Agustus 2017 | 19:31 WIB

86 Persen Konsumen Indonesia Mengeluh KPR Terlalu Ruwet

86 Persen Konsumen Indonesia Mengeluh KPR Terlalu Ruwet

Bisnis | Kamis, 17 Agustus 2017 | 21:03 WIB

Hingga 30 September, Beli Kartu E-Money Dapat Diskon 50 Persen

Hingga 30 September, Beli Kartu E-Money Dapat Diskon 50 Persen

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:18 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×