Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Ini Risikonya Jika Garasi di Rumah Kotor dan Berantakan

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 06 September 2017 | 20:00 WIB
Ini Risikonya Jika Garasi di Rumah Kotor dan Berantakan

Suara.com - Garasi dibangun berfungsi sebagai ruangan khusus menyimpan kendaraan bermotor, peralatan perbengkelan dan pernak-perniknya.

Anda yang sudah terbiasa bermalas-malasan membersihkan garasi sudah seharusnya diubah tabiat tersebut. Kenapa harus seperti itu? Baca dulu alasannya sebagai berikut.

Membuat kendaraan bermotor menjadi kotor
Jika garasinya saja kotor, tentu saja mobil atau sepeda motor yang disimpan di dalamnya akan kotor juga kondisinya. Minimal permukaan di kendaraan bermotornya berdebu, meski baru saja dicuci. Oleh karena itu, bersihkan bagian dalam garasi, meski hanya sekedar menyapu lantainya. Selain itu, rapikan semua perlengkapan bengkel agar tertata lebih rapi.

Menyebarkan pnyakit
Biasanya ruangan yang gelap, kotor, dan lembap ini akan menjadi lokasi persembunyian hama seperti kecoa, semut, bahkan tikus. Oleh karena itu, bersihkan garasi di rumah Anda sekarang juga. Terutama di bagian lantai atau dindingnya yang harus kering dan tidak boleh lembab. Sebaiknya diberi jendela atau ventilasi udara di garasi agar sirkulasi udara lebih lancar. Selain itu, usahakan ada cahaya matahari masuk ke dalam garasi untuk mencegah di dalam ruangan menjadi lembab.

Membuat ruangan di rumah semakin kotor
Ketika Anda melangkah dari garasi menuju ke rumah, berarti Anda menyebarkan debu dan kuman dari garasi masuk ke dalam rumah. Selain itu, garasi cenderung dekat dengan dapur, sehingga dapur menjadi lokasi pertama penyebaran kuman di rumah Anda. Jangan sampai hal itu terjadi di rumah Anda. Sebisa mungkin Anda harus mampu menjaga kebersihan garasi di rumah. Jika kondisinya selalu bersih, maka ruangan-ruangan lainnya juga bersih. Namun jika sebaliknya, sangat mungkin ruangan lainnya kotor minimal dari debu yang terbawa oleh Anda atau anggota keluarga lainnya.

Tumbuh jamur
Garasi yang lembap dan gelap menjadi lokasi ideal untuk pertumbuhan jamur, terutama jika garasi menajdi tempat menyimpan koran bekas, ban bekas, serta peralatan lainnya. Jamur menyebabkan aroma tak sedap masuk ke rumah Anda, dan aromanya akan mengganggu pernapasan. Kondisi seperti itu sangat membahayakan bagi semua anggota keluarga. Apalagi anak-anak yang rentan dan beresiko terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu, Anda harus bisa melindunginya dengan selalu memberihkan garasi.

Menjadi sarang nyamuk
Sudut ruangan yang gelap dan penuh barang selalui disukainya terutama sebagai rumah di siang hari. Jangan heran jika ada anggota keluarga yang mudah alergi akibat gatal oleh gigitan nyamuk meski Anda sudah sering membasminya dengan obat nyamuk. Nah, sarang nyamuk juga bisa menempati garasi yang kondisinya kotor dan tidak terawat. Apalagi jika di dalam ruangannya cukup lembab dan gelap.

Serangan rayap setiap waktu
Tidak menutup kemungkinan ada perabot di dalam garasi yang terbuat dari kayu. Ditambah kondisi ruangannya cukup lembat. Dengan begitu, serangan rayap bisa jadi akan menyerang di bagian garasi.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cuma Seluas 17,5 Meter Persegi, Parkiran Ini Dibeli Seharga Rp8 M

Cuma Seluas 17,5 Meter Persegi, Parkiran Ini Dibeli Seharga Rp8 M

Otomotif | Kamis, 15 Juni 2017 | 14:32 WIB

Jutawan Timur Tengah Beli Garasi Seharga Rp349 Miliar di London

Jutawan Timur Tengah Beli Garasi Seharga Rp349 Miliar di London

Otomotif | Kamis, 23 Februari 2017 | 07:49 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB