Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:14 WIB
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.com
baca 10 detik
  • Rupiah melemah hingga Rp18.209 per dolar AS, memicu kekhawatiran masyarakat.
  • Nasabah money changer mulai melirik dolar AS sebagai aset perlindungan.
  • Harga BBM dan biaya hidup naik, daya beli masyarakat semakin tertekan.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer.

Salah satu nasabah PT Haji La Tunrung, Al, mengaku cemas dengan dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan sehari-hari.

"Khawatir mas, serba naik semua. Apalagi saya pedagang, segala kebutuhan naik semua," ujarnya kepada Suara.com.

Menurut dia, pelemahan rupiah juga berdampak terhadap nilai tukar mata uang lain seperti euro. Saat ini, satu euro tercatat setara lebih dari Rp20 ribu, jauh lebih tinggi dibanding saat dirinya menukarkan euro pada tahun lalu.

"Terakhir saya tukar 50 euro pada Agustus 2025, waktu itu masih di kisaran Rp18 ribuan hingga Rp19 ribuan," katanya.

Tidak hanya euro, mata uang regional seperti ringgit Malaysia juga ikut menguat terhadap rupiah. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan ulang strategi penyimpanan aset mereka.

Fenomena serupa diungkapkan Yo, nasabah lainnya yang mengaku semakin berat membeli mata uang asing akibat nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.com
Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.209 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Kekhawatiran tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas penukaran mata uang asing di sejumlah gerai money changer. Foto Dhia Sukmahadi Putra Nugraha-Suara.com

"Saya khawatir dengan rupiah melemah. Jadi harus keluar rupiah lebih banyak untuk membeli yen," ujarnya.

Selain faktor nilai tukar, masyarakat juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar yang dinilai semakin menekan daya beli.

baca juga

"Saya habis dari Jepang dan menukar yen ke rupiah. Ya khawatir juga, Pertamax sekarang mahal," kata Tarno, nasabah lainnya.

Pelemahan rupiah turut mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat ke gerai penukaran uang asing. Sebagian nasabah bahkan mulai mempertimbangkan dolar AS sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Saat ini saya melihat aset dolar lebih aman ketimbang rupiah. Ada pertimbangan membeli valas untuk jaga-jaga karena rupiah sedang melemah," ujar Yo.

Meski minat terhadap investasi valuta asing mulai meningkat, pelaku usaha money changer mencatat transaksi pembelian dolar AS dan mata uang asing lainnya belum mengalami lonjakan signifikan. Tingginya kurs membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian valas meski menganggapnya sebagai aset yang lebih aman.

Rep: Dhia Sukmahadi Putra Nugraha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara

Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:39 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×