Array

Dua Bandara Baru di Maluku Utara Masuk Proyek Strategis Nasional

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 13 September 2017 | 04:00 WIB
Dua Bandara Baru di Maluku Utara Masuk Proyek Strategis Nasional
Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (28/5/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pemerintah pusat memasukkan dua bandara di Maluku Utara (Malut) yakni Bandara Sultan Babullah di Kota Ternate dan Bandara Leo Wattimena di Kabupaten Pulau Morotai dalam proyek strategis nasional.

"Masuknya kedua bandara itu dalam proyek strategis nasional merupakan hasil dari lobi Pemprov Malut ke pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur di Malut, khususnya infrastruktur transportasi udara," kata Kepala Bappeda Malut Syamsudin Banyo di Ternate, Maluku Utara, Selasa (12/9/2017).

Khusus Bandara Sultan Babullah Ternate, pada tahun ini mendapat anggaran sebesar Rp48,6 miliar yang akan diarahkan pada revitalisasi berbagai infrastruktur di bandara itu, seperti penataan terminal penumpang dan penambahan panjang landasan.

Sedangkan Bandara Leo Wattimena, menurut Syamsudin Banyo, anggaran yang akan dialokasikan belum diketahui, tetapi bandara peninggalan sekutu pada Perang Dunia II ini akan dikembangkan menjadi bandara internasional.

Pemerintah pusat mengembangkan bandara itu menjadi bandara internasional untuk mendukung pengembangan Pulau Morotai sebagai tujuan wisata dunia, yang ditargetkan mampu menarik sedikitnya lima juta wisatawan setiap tahun.

Syamsudin Banyo mengatakan pihak Pemprov Malut terus pula mengupayakan sejumlah bandara lainnya di Malut masuk dalam proyek strategis nasional, di antaranya Bandara Kuabang Kao di Kabupaten Halmahera Utara dan Bandara Usman Sadik Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan.

Bandara Kuabang Kao akan dijadikan sebagai bandara alternatif di Malut, jika Bandara Sultan Babullah Ternate, yang menjadi pintu utama keluar masuk Malut melalui udara, aktivitasnya ditutup akibat erupsi Gunung Gamalama, seperti yang sering terjadi selama ini.

Sedangkan Bandara Usman Sadik akan dijadikan pintu masuk wisatawan ke Halmahera Selatan, khususnya yang akan mengunjungi objek wisata Pulau Widi, selain itu juga untuk mendukung kegiatan ekspor perikanan dari daerah penghasil ikan tersebar Malut ini, ujar Syamsudin Banyo. (Antara)

Baca Juga: Menhub: Pembangunan Jalur Kereta Bandara Sudah 82 Persen

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI