Alexa

Ini 5 Alasan Jual Barang 'Second' via Online Lebih Menguntungkan

Arsito Hidayatullah
Ini 5 Alasan Jual Barang 'Second' via Online Lebih Menguntungkan
Ilustrasi jual barang via online. [Shutterstock]

Tapi strategi bisnis tetap harus disiapkan dengan matang, terutama untuk promosi.

Suara.com - Ada yang pernah dengar istilah garage sale? Garage sale adalah acara penjualan barang bekas milik pribadi yang masih layak. Di negeri asalnya sana, lokasi jualan biasanya adalah garasi rumah (makanya disebut garage sale).

Tapi sekarang sudah zamannya online. Garage sale pun bisa dilakukan di dunia maya.

Berikut ini 5 alasan jual barang layak pakai via online lebih menguntungkan ketimbang secara langsung:

1. Lebih mudah dan murah
Gimana nggak mudah dan murah, kan tinggal daftar ke e-commerce, forum jual-beli, atau media sosial. Foto barang, lalu upload disertai penjelasan yang lengkap.

Nggak perlu sewa tempat atau bayar retribusi, calon pembeli datang sendiri. Paling keluar uang untuk ongkos internet; itu pun bisa dibikin nol kalau pakai wi-fi gratisan.

2. Menjangkau lebih banyak orang
Menurut survei pada 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang. Adapun total populasi penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa. Artinya, setengah lebih penduduk negara ini sudah melek internet lho!

Kalau jualan online, tentunya peluang barang terbeli bisa lebih besar. Sebab, internet bisa menjangkau lebih banyak orang, dalam hal ini 132 juta orang itu. Tinggal digenjot deh upaya memasarkan barang tersebut.

3. Bisa diselingi aktivitas lain
Berbeda dengan jualan di dunia nyata yang membutuhkan fokus penuh, jualan online bisa ditinggal-tinggal. Asal punya smartphone dengan koneksi internet.

Ketika ada yang menawar barang atau langsung membelinya, kita bisa dapat notifikasi. Mau sambil masak, nyuapin anak, atau hangout, lapak tetap buka.

4. Margin lebih besar
Di lapak online, kita bisa meraih keuntungan lebih besar dari margin yang didapat. Soalnya, nggak ada ongkos buat sewa tempat yang umumnya tinggi.

Itulah kenapa harga barang di online sering lebih murah ketimbang offline. Meski lebih murah, margin alias selisih harga asli dan harga jual bisa lebih lebar, karena kita nggak menambah komponen biaya sewa ke dalam harga barang.

5. Bisa sekalian bikin relasi
Berbeda dengan transaksi pembelian langsung, jualan online bisa membangun relasi. Pembeli bisa dengan mudah kembali mencari lapak online kita via Google atau ke e-commerce dan berlangganan.

Siapa tahu pembelinya juga punya bisnis, jadi bisa menjalin kerja sama usaha. Misalnya ada pembeli yang berniat jadi dropshipper atau reseller produk kita, malah bisa memperluas usaha.

Meski begitu, bukan berarti jika jualan online pasti bakal laku. Strategi bisnis tetap harus disiapkan dengan matang, terutama untuk promosi.

Bahkan, ancaman penipuan online pun tetap ada. Kita mesti ramah, tapi juga sekaligus berhati-hati terhadap pembeli.

Dari sisi kita sendiri pun harus ikut mendukung transaksi online yang aman. Pastikan dagangan yang berupa barang layak pakai itu betul-betul masih pantas, tidak rusak.

Baca juga artikel DuitPintar lainnya:

Pelajari Ini biar Kamu Sukses Jualan Online

Ingin Jadi Reseller Toko Online? Siap-Siap Tahan Banting sama 13 Problem Ini!

Punya Bisnis Online? Waspada Ya dengan Penipuan Pembeli Online, Ini Contohnya

Published by

 

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

INFOGRAFIS