Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 15 Februari 2026 | 20:38 WIB
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
Sambut Natal, ASHTA District 8 hadirkan Heineken Christmas Garden (Dok. Heineken)
baca 10 detik
  • Heineken akan memangkas 5.000 hingga 6.000 pekerjaan global selama dua tahun akibat penurunan laba perusahaan.
  • Penurunan volume penjualan bir sebesar 2,4 persen pada 2025 memaksa perusahaan mengurangi beban operasional.
  • PHK akan menyasar posisi pembuatan bir dan kerah putih untuk memperkuat operasi dan investasi pertumbuhan.

Suara.com - Produsen minuman beralkohol, Heineken, berencana memangkas hingga 6.000 pekerjaan dari tenaga kerja di seluruh dunia. Hal ini seiring dengan anjloknya laba yang diperoleh perusahaan.

Apalagi, penjualan bir dan persaingan yang ketat membuat Heineken harus memangkas beban operasional.  Tercatat, penjualan volume bir turun 2,4 persen pada 2025.

Kepala Keuangan Heineken, Harold van den Broek mengatakan mereka yang di PHK berasal dari sektor pembuatan bir dan posisi kerah putih.

Total ada 87 ribu karyawan Heineken di seluruh dunia. Perusahaan mengatakan tengah menghadapi kondisi pasar yang menantang.

"Kami benar-benar melakukan ini untuk memperkuat operasi kami dan untuk dapat berinvestasi dalam pertumbuhan," kata kepala keuangan Heineken, Harold van den Broek dilansir dari Reuters, Minggu (15/2/2026).

Di tengah ekonomi yang tidak pasti, mencari pekerjaan kini terasa semakin sulit. Banyak perusahaan melakukan efisiensi, rekrutmen dibatasi, bahkan sebagian mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran [Suara.com]
Di tengah ekonomi yang tidak pasti, mencari pekerjaan kini terasa semakin sulit. Banyak perusahaan melakukan efisiensi, rekrutmen dibatasi, bahkan sebagian mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran [Suara.com]

Heineken mengatakan upaya peningkatan produktivitasnya akan menghasilkan penghematan dan mengurangi jumlah karyawannya di seluruh dunia sebanyak 5.000 hingga 6.000. Pemangkasan ini akan dilakukan selama dua tahun ke depan.

Beberapa pengurangan akan difokuskan pada Eropa atau pasar non-prioritas yang menawarkan prospek pertumbuhan yang lebih rendah.  

Beberapa juga akan dihasilkan dari inisiatif yang telah diumumkan sebelumnya yang menargetkan jaringan pasokan Heineken, kantor pusat, dan unit bisnis regional.

Sementara itu, perusahaan  pun berjanji untuk memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan sumber daya yang lebih sedikit karena berupaya menenangkan investor yang tidak puas yang mengatakan bahwa perusahaan telah tertinggal dalam hal efisiensi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNLI Cetak Laba Rp3,6 Triliun, Total Simpanan Nasabah Naik

BNLI Cetak Laba Rp3,6 Triliun, Total Simpanan Nasabah Naik

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:49 WIB

BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya

BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:55 WIB

Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi

Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 09:49 WIB

Terkini

BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas

BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang

Tujuh Hari Sebelum Aku Menghilang

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Utamakan Kesehatan, Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas Nikmati Keistimewaan Prodia

Utamakan Kesehatan, Nasabah BRI Private dan BRI Prioritas Nikmati Keistimewaan Prodia

Jatim | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Peran Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Disorot, Mengapa Belum Jadi Tersangka?

Peran Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Disorot, Mengapa Belum Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:17 WIB

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Kesehatan Eksklusif dari Prodia

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Kesehatan Eksklusif dari Prodia

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:16 WIB

BRI dan Prodia Dukung Gaya Hidup Sehat Melalui Exclusive Healthcare Services

BRI dan Prodia Dukung Gaya Hidup Sehat Melalui Exclusive Healthcare Services

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Dukung Ekonomi Lokal, BRI Gelar Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada

Dukung Ekonomi Lokal, BRI Gelar Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:08 WIB

Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu

Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:07 WIB

BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private

BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Beralasan Sakit, Dedi Congor Mangkir dari Panggilan KPK

Beralasan Sakit, Dedi Congor Mangkir dari Panggilan KPK

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×