Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN

Achmad Fauzi

Minggu, 15 Februari 2026 | 20:42 WIB
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
Ilustrasi fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Pakar energi Indonesia mendorong realisasi PLTN karena Indonesia memiliki modal SDM dan sumber daya alam seperti uranium dan thorium.
  • Pakar menilai Small Modular Reactor (SMR) lebih cocok untuk Indonesia dibandingkan PLTN konvensional karena fleksibilitas kapasitasnya.
  • PLTN dinilai unggul dalam densitas energi, menghasilkan listrik besar stabil, serta merupakan sumber energi bersih tanpa emisi karbon.

Suara.com - Sejumlah pakar energi dari berbagai universitas di Indonesia mendorong pemerintah segera merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Mereka menilai Indonesia memiliki modal kuat, mulai dari sumber daya alam hingga kapasitas sumber daya manusia, untuk mengembangkan energi nuklir dalam negeri.

Pakar energi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Bachtiar Nappu, menyebut Indonesia memiliki sumber daya uranium dan thorium yang menjadi bahan baku dasar nuklir. Cadangan tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Bangka Belitung, Kalimantan, hingga Mamuju.

"Maka PLTN modular dalam bentuk SMR (Small Modular Reactor) itu truly energy security for the future adalah PLTN, tapi dalam bentuk yang small," ujar Bachtiar dalam keterangannya, Minggu (15/02/2026).

Menurut dia, sebagai negara kepulauan, Indonesia lebih cocok mengembangkan reaktor modular skala kecil atau SMR dibanding PLTN konvensional berkapasitas besar. Selain fleksibel, pembangunannya dapat dilakukan bertahap sesuai kebutuhan daerah.

Profil PLTN Zaporizhzhia Ukrain (Azernews.az)
Profil PLTN Zaporizhzhia Ukrain (Azernews.az)

"Lebih baik dibangun yang small ini daripada PLTN konvensional. Karena PLTN konvensional minimal kapasitasnya 1.000 MW. Tapi kalau small, misalnya 50 MW," jelas Bachtiar.

Dukungan serupa datang dari pakar energi Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi Balikpapan (STT Migas) Balikpapan, Andi Jumardi. Ia menilai nuklir merupakan energi masa depan yang bernilai ekonomis, terutama bagi negara berpenduduk besar seperti Indonesia.

"Apalagi untuk negara dengan populasi besar seperti Indonesia, karena harganya relatif lebih murah dibanding energi fosil," bebernya.

Andi juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mengembangkan energi nuklir. Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan uranium di Kalimantan Barat.

"Kalau dari riset yang pernah saya lakukan, dari sisi sumber daya manusia kita sangat kompeten untuk pengembangan energi nuklir. Kita juga punya cadangan uranium di Kalimantan Barat. Kasus Fukushima itu force majeure karena bencana alam yang luar biasa. Dari situ, teknologi terus berkembang untuk mengantisipasi risiko serupa di masa depan," tegasnya.

baca juga

Sementara itu, Peneliti dari Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, menilai keunggulan PLTN juga terletak pada aspek teknis dan efisiensi energi.

“PLTN itu unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar yang sangat kecil, kita bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan stabil,” kata Ary dalam keterangannya.

Ia menambahkan, dari sisi emisi, PLTN termasuk sumber energi bersih karena tidak menghasilkan karbon dioksida dalam proses pembangkitannya. Hal ini dinilai relevan dengan target penurunan emisi nasional.

"Secara proses, nuklir itu bersih. Tidak ada emisi karbon, yang ada hanya panas untuk memutar turbin," imbuhnya.

Ary juga menekankan bahwa tantangan utama pengembangan PLTN di Indonesia bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, serta integrasi dengan kawasan industri.

"Teknologi sekarang jauh lebih aman dibanding masa lalu. Sistemnya makin otomatis, kontrolnya ketat, dan ketergantungan pada faktor manusia semakin kecil. Dengan teknologi terbaru, risiko itu bisa ditekan sangat rendah. Nuklir sering diserang lewat isu lingkungan, padahal kalau dibandingkan, pembangkit fosil justru jauh lebih mencemari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun

RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:48 WIB

Nuklir Jadi Prioritas Pemerintah, Bahlil Lahadalia Pimpin Dewan Energi Nasional

Nuklir Jadi Prioritas Pemerintah, Bahlil Lahadalia Pimpin Dewan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 17:50 WIB

Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia

Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia

Bisnis | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:10 WIB

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:06 WIB

×