Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Unik, BPS Sebut Ini Penyebab Utama Kemiskinan di Bengkulu

Dythia Novianty | Suara.com

Jum'at, 05 Januari 2018 | 07:19 WIB
Unik, BPS Sebut Ini Penyebab Utama Kemiskinan di Bengkulu
Pemukiman kumuh. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kemiskinan kerap dikaitkan dengan tingkat konsumtif masyarakatnya. Uniknya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan rokok menjadi salah satu penyebab utama kondisi kehidupan masyarakat di Provinsi Bengkulu terjebak pada garis kemiskinan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Dyah Anugrah Kuswardani di Bengkulu, menyebutkan bahwa rokok berada di posisi kedua teratas setelah beras dalam menyumbang kemiskinan atau dengan porsi yang mencapai sekitar 13 persen.

"Kalau beras bisa diupayakan pemerintah dengan berbagai program bantuan, seperti beras sejahtera, kalau rokok tidak. Jadi bisa di bilang, andil tertinggi bisa berada pada rokok," kata dia, Jumat (5/1/2018).

Jika lebih terperinci lagi, ujar dia, kemiskinan perkotaan di Bengkulu, yang tertinggi didorong oleh komoditas beras sebesar 16,46 persen dan di posisi kedua adalah rokok dengan menyumbang sekitar 13,5 persen.

Hampir sama dengan perkotaan, ujar dia, di perdesaan penyumbang tertinggi juga beras dengan porsi 25,47 persen dan di posisi kedua juga rokok dengan angka serupa, yakni sebesar 12,25 persen.

"Jika dilihat proporsi rokok, baik di kota maupun desa, angkanya sama. Ini menunjukkan bahwa rokok ikut menjadi komponen utama di Provinsi Bengkulu menyebabkan masyarakat tetap berada di garis kemiskinan," kata dia.

Sampai September 2017, kata Dyah, jumlah penduduk miskin Provinsi Bengkulu yakni sebanyak 302.620 orang atau sekitar 15,59 persen dari total jumlah penduduk di daerah itu.

Untuk perdesaan dicatat terdapat 205.470 penduduk miskin atau sekitar 15,67 persen dan perkotaan sebanyak 15,41 persen dari total penduduk atau 97.150 jiwa.

"Kita bersyukur pada 2017 ini kemiskinan Bengkulu turun sekitar 1,44 persen dibandingkan dengan 2016 lalu, tapi penyumbang tertinggi terbesar tetap beras dan rokok," tutupnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Perintahkan Angka Kemiskinan Terus Ditekan

Jokowi Perintahkan Angka Kemiskinan Terus Ditekan

Bisnis | Kamis, 04 Januari 2018 | 12:04 WIB

BPS: Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Desember

BPS: Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Desember

Bisnis | Selasa, 02 Januari 2018 | 12:24 WIB

Bappenas Klaim Angka Kemiskinan 2017 Turun dari 2 Tahun Lalu

Bappenas Klaim Angka Kemiskinan 2017 Turun dari 2 Tahun Lalu

Bisnis | Senin, 18 Desember 2017 | 19:01 WIB

Sri Mulyani: Dana Desa Belum Efektif Turunkan Kemiskinan

Sri Mulyani: Dana Desa Belum Efektif Turunkan Kemiskinan

Bisnis | Senin, 18 Desember 2017 | 13:00 WIB

Oktober 2017, Kinerja Ekspor Naik 3,62 Persen

Oktober 2017, Kinerja Ekspor Naik 3,62 Persen

Bisnis | Rabu, 15 November 2017 | 13:13 WIB

Penurunan Angka Kemiskinan Melambat, Pemerintah Harus Agresif

Penurunan Angka Kemiskinan Melambat, Pemerintah Harus Agresif

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 10:42 WIB

Terkini

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:53 WIB

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50 WIB

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:04 WIB

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:52 WIB

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:18 WIB

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:10 WIB

Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian

Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:37 WIB