Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Begini Cara Membuat Arus Kas Bisnis Sehat

Angelina Donna

Sabtu, 27 Januari 2018 | 08:30 WIB
Begini Cara Membuat Arus Kas Bisnis Sehat
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Bisnis yang baik tidak hanya diukur dari propesionalitas karyawannya, namun juga bagaimana perusahaan tersebut dapat mengelola arus keuangan yang dimiliki.

Manajemen keuangan yang baik tentu akan membawa bisnis ke arah yang lebih baik. Mengembangkan bisnis juga jauh lebih mudah karena modal yang dimiliki sudah lebih dari cukup.

Sebaliknya, bisnis yang dijalankan akan berakhir pada kebangkrutan jika arus keuangannya tidak dikelola dengan baik. Sebuah studi membuktikan kalau 80% dari kegagalan berbisnis disebabkan karena pengelolaan keuangan yang tidak beres.

Agar bisnis yang Anda geluti tidak berakhir pada kebangkrutan, terapkan tujuh langkah mengelola arus keuangan bisnis dengan baik berikut ini.

1. Membedakan Kas Masuk dan Keluar
Dalam pembelajaran akuntansi, penerimaan dan pengeluaran haruslah dipisahkan. Tujuannya agar dapat dijadikan sebagai perbandingan kinerja perusahaan. Apabila pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatan, sudah pasti kalau bisnis menelan kerugian, dan sebaliknya.

Pemisahan antara kas masuk dan keluar juga akan membantu Anda untuk mengecek laporan keuangan. Agar sajian laporan keuangan semakin jelas, sebaiknya setiap transaksi diberi keterangan berdasarkan penggunaannya.   

2. Memisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis
Pebisnis pemula maupun pebisnis profesional seringkali lupa untuk memisahkan rekening pribadinya dengan rekening bisnis. Alhasil, keuntungan perusahaan tidak dapat dikalkulasikan dengan baik, bahkan bisnis berujung pada kerugian karena penggabungan kas tersebut.

Pemisahan kedua rekening sangat bagus untuk mengontrol arus kas. Adanya pemisahan tersebut akan membuat Anda mengetahui status keuangan saat ini. Sehingga Anda dapat berusaha lebih keras lagi saat arus kas bisnis yang tercatat masih kurang dari apa yang ditargetkan sebelumnya.

3.Meminimalisir Belanja
95% masyarakat yang ada di dunia suka yang namanya belanja. Namun belanja menjadi mimpi buruk bagi bisnis yang Anda jalankan. Bagaimana tidak, belanja gila-gilaan membutuhkan kas. Itu berarti, Anda harus siap-siap kehilangan kas untuk membiayai kebutuhan berbelanja tersebut.

Belanja untuk bisnis itu memang penting. Apalagi kalau bisnis bergelut di bidang kuliner dan konveksi. Akan tetapi belanjalah dengan sewajarnya. Belilah apa yang benar-benar dibutuhkan untuk proses produksi.
Satu hal lagi, jangan terlalu mudah tergiur dengan diskon. Memang, kas yang akan dikeluarkan menjadi lebih kecil saat memanfaatkan diskon. Namun, diskon membuat dirimu lebih konsumtif.

4. Menyewa Konsultan Keuangan
Jasa konsultan keuangan sangat berguna untuk mengontrol arus kas dari bisnis yang dijalankan. Namun, penggunaan jasa konsultan hanya diperuntukkan untuk bisnis yang besar, misalnya PT atau Firma. Kalau bisnis milikmu hanya sebatas bisnis rumahan, lebih baik memanfaatkan kemampuan diri sendiri untuk mengontrol kas tersebut.

5.Menghindari Rasa Frustasi
Pengelolaan arus kas yang tidak baik menyebabkan adanya ketimpangan antara kas masuk dan kas keluar. Kalau jumlah pengeluaran jauh lebih besar daripada pendapatan, wajar kalau otak pusing. Namun jangan biarkan rasa pusing tersebut terus-menerus menyelimuti karena akan membuat stres.

Apabila ada ketimpangan, sebaiknya lakukan koreksi arus kas. Telitilah setiap pengeluaran dan pemasukan, lalu kalkulasikan dengan tepat. Bisa saja ketimpangan tersebut terjadi karena dirimu kurang teliti dalam menghitung kas. Jadi, jangan stres dulu ya.

6.Memantau Pergerakan Kas
Untuk menghindari “lebih besar pasak daripada tiang”, Anda perlu memantau pergerakan arus keuangan bisnis secara rutin. Adanya pemantauan akan membantu untuk mengetahui jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan. Apabila jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun lalu, Anda juga lebih mampu meneliti pos mana yang menjadi penyebabnya. 

7.Hindari Fresh Money
Fresh money atau uang tunai harus dihindari saat berbisnis. Hal ini akan membuat kelabakan saat mengelola keuangan pribadi dan bisnis. Pemakaian keuangan dari aktivitas bisnis untuk belanja pribadi juga kemungkinan besar terjadi. Maka dari itu, pindahkanlah uang bisnis ke dalam satu ATM khusus. Saat Anda ingin belanja untuk kebutuhan bisnis, geseklah ATM tersebut untuk proses transaksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:56 WIB

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:32 WIB

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:14 WIB

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:13 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:11 WIB

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:51 WIB

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:48 WIB

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:30 WIB

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 12:58 WIB