Total Investasi Fintech di Indonesia Senilai 3 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan

Kamis, 01 Februari 2018 | 10:33 WIB
Total Investasi Fintech di Indonesia Senilai 3 Miliar Dolar AS
Konferensi pers (AFTECH) dan Fintech Australia di Jakarta. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) dan Fintech Australia pada Rabu (31/1/2018) turut ambil bagian dalam Indonesia-Australia Digital Forum, sebagai kegiatan besar tekfin untuk membangun hubungan Indonesia-Australia lebih jauh. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia untuk membuka area kerjasama baru dan membangun momentum bagi terhubungnya jejaring komersial Australia dengan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang dinamis dan bertumbuh pesat.

Para pelaku usaha tekfin serta pejabat regulator memaparkan pandangan serta analisa mereka mengenai perkembangan industri tekfin, evolusi ekosistem tekfin Indonesia dan Australia, serta harapan terhadap kolaborasi eksosistem tekfin di masa depan. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Simon Cant (Founding Partner of FinTech Australia), Dr. Iskandar Simorangkir, SE, MA (Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI), Fitri Hadi (Direktur Inovasi Keuangan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Karaniya Dharmasaputra (Sekretaris Umum, Asosiasi Fintech Indonesia), serta M. Ajisatria Suleiman (Direktur Eksekutif Kebijakan Publik, Asosiasi Fintech Indonesia).

Pada tanggal 1 Desember 2017 lalu, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Fintech Australia telah meresmikan kerjasama untuk mendorong pertukaran sumber daya manusia, keahlian, teknologi, serta kesempatan untuk berinvestasi di antara kedua pasar tekfin yang sedang berkembang pesat. Perjanjian tersebut menjadi tahap penting bagi perkembangan dan pertumbuhan industri tekfin secara timbal balik di kedua negara.

Sebagai kelanjutan kerjasama tersebut, kedua asosiasi telah berkomitmen untuk berkolaborasi, mencari solusi untuk masalah kritis, dan mendukung industri tekfin Indonesia dalam mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia, yang mencakup pertumbuhan dan peningkatan kapasitas para pemain pasar, pembangunan infrastruktur dan sistem keuangan yang aman dan dapat dipercaya, perlindungan konsumen, advokasi kebijakan yang dapat mendukung perkembangan pesat teknologi keuangan, serta terus mempromosikan inklusi keuangan bagi masyarakat.

“Kami antusias untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem tekfin di Indonesia. Kami percaya kolaborasi antara kedua asosiasi dapat mendukung kemajuan tekfin yang begitu pesat dan gelombang kebangkitan wirausaha di bidang tekfin yang begitu besar di Indonesia,” jelas Simon Cant.

Selama lebih dari dua dekade terakhir, Pemerintah Australia telah mendukung perkembangan perekonomian Indonesia, khususnya untuk mencapai stabilitas keuangan serta inklusi keuangan bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Asosiasi Fintech Australia mengumumkan empat pemenang program beasiswa, yang terdiri dari DOKU, M-SAKU, Connector.id, dan Privy Identitsa International. Mereka memenangkan beasiswa berupa perjalanan kunjungan selama dua minggu ke Australia untuk bertemu dengan pelaku industri dan investor yang dapat mendukung perkembangan usaha mereka masing-masing. Program tersebut merupakan bagian dari program penghargaan Australia Awards, yang memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pengalaman serta jejaring di pasar Australia. Tahun ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan program tersebut yang ditujukan bagi perusahaan tekfin di Indonesia.

Bentuk nyata kolaborasi kedua asosiasi diwujudkan lewat penyelenggaraan sesi “Expert Gym” sebagai bagian dari rangkaian acara Indonesia-Australia Digital Forum. Sesi ini merupakan seminar rutin bagi para anggota Asosiasi Fintech Indonesia yang mengangkat topik-topik relevan dengan isu terkini dunia tekfin dengan narasumber terkemuka, sekaligus sebagai ajang berbagi praktik cerdas, dan kesempatan untuk berjejaring dan berkolaborasi. Topik yang diangkat kali ini adalah “Digital KYC: Global Trends and LocalChallenge” dan “RegTech for Financial Inclusion” yang menghadirkan para pakar dan pelaku usaha tekfin dari Indonesia dan Australia.

Selain itu, Asosiasi Fintech Indonesia dan Australia juga akan bekerja sama dalam Fintech Space, yang yang merupakan co-working space khusus tekfin yang pertama di Indonesia. Sebagai platform kolaborasi, industri tekfin dari kedua pihak dapat bertukar gagasan dan solusi untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat mempercepat pertumbuhan industri tekfin.

baca juga

Ari Awan, Wakil Sekretaris Umum AFTECH mengatakan bahwa kerjasama ini semakin mempertegas potensi besar industri tekfin Indonesia yang sudah diakui oleh negara lain. "AFTECH telah secara konsisten mendorong semangat kolaborasi dan kami bangga semangat ini tidak hanya dapat diimplemetasikan antar pemangku kepentingan di dalam negeri namun juga bisa ditingkatkan sampai ke tingkat internasional. Kami percaya, kolaborasi ini merupakan bentuk hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Australia untuk saling mendukung stabilitas dan ketahanan sistem keuangan di Indonesia, serta mencapai peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Mengenai potensi industri tekfin di Indonesia, Ajisatria Suleiman menjelaskan peluang pertumbuhan industri tekfin di Indonesia yang masih terbuka lebar. "Sejak tahun 2015, pertumbuhan industri tekfin di Indonesia terjadi sangat pesat, dimana saat ini kami mencatat terdapat sekitar 205 perusahaan tekfin yang bergerak aktif (per Desember 2017),” kata Aji.

“Dari sisi teknologi, mayoritas teknologi yang digunakan oleh perusahaan tekfin adalah mobile, API dengan lembaga keuangan, komputasi awan, analisa big data, dan online-to-offline (O2O). Adanya pertukaran teknologi yang dihasilkan dari kolaborasi ini akan dapat mendorong perkembangan lingkungan usaha yang menguntungkan, sekaligus mendorong inklusi keuangan, baik untuk dunia usaha maupun individual,” jelasnya.

Indonesia berkembang sebagai pusat tekfin dan usaha rintisan (start-up) ke-2 terbesar di wilayah Asia Tenggara, yang ditandai dengan adanya 53 proyek investasi di industri tekfin yang diprediksi akan selesai di tahun 20171 dan total investasi senilai 3 miliar dolar AS yang dikucurkan untuk mendukung perusahaan tahap awal (early stage) dan start-up hingga tahun ini.

Di saat yang bersamaan, Australia saat ini memiliki industri tekfin yang sangat aktif dengan pertumbuhan jumlah perusahaan dari 100 perusahaan di tahun 2014 menjadi hampir 600 perusahaan saat ini. Start-up di Australia didominasi oleh tekfin dengan satu dari lima pendiri start-up mengincar industri ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

Setoran Pajak Kripto dan Fintech Mulai Loyo

Setoran Pajak Kripto dan Fintech Mulai Loyo

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:44 WIB

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:46 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata

Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 08:45 WIB

Indodana Fintech Jangkau 2,1 Juta Pengguna, Teknologi dan Manajemen Risiko Kunci Pembiayaan Digital

Indodana Fintech Jangkau 2,1 Juta Pengguna, Teknologi dan Manajemen Risiko Kunci Pembiayaan Digital

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 12:28 WIB

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Inovasi Fintech Berubah Jadi Gerakan Lari dan Pemberdayaan UMKM

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 07:29 WIB

Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai

Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:32 WIB

GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru

GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×