Kemenkeu Klaim Duit Utang untuk Belanja Produktif

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 16 April 2018 | 22:11 WIB
Kemenkeu Klaim Duit Utang untuk Belanja Produktif
Menteri Keuangan Sri Mulyani [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan membantah jika utang yang ada saat ini hanya untuk belanja pegawai. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengungkapkan efektifitas penggunaan utang dapat dilihat bagaimana pola belanjanya.

“Belanja itu terpakai buat apa? Itu yang menjadi acuan efektifitas utang. Kami ingin belanja berkualitas dan produktif, kami tidak ingin belanja yang sifatnya tidak produktif,” kata Luky saat di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Luky menjelaskan belanja yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini adalah sektor infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia. Kedua sektor belanja prioritas tersebut sifatnya investasi atau terdapat jangka waktu hingga hasilnya dapat dinikmati.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, tambahan utang kumulatif untuk infrastruktur meningkat dari Rp 456,1 triliun pada periode 2012-2014 menjadi Rp 904,6 triliun priode (2015-2017).

Sementara tambahan utang kumulatif untuk pembangunan sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial) meningkat dari Rp 1.164,8 pada periode 2012-2014 menjadi Rp 1.716,5 triliun selama periode 2015-2017. Sedangkan untuk belanja tidak produktif, pemerintah sudah melakukan pengurangan. Salah satunya subsidi BBM.

"Subsidi BBM juga sifatnya konsumtif karena habis pada tahun itu juga. Kalau utang untuk yang sifatnya konsumtif tidak adil karena generasi mendatang yang akan menanggung," ujarnya.

Sebelumnya, Ekonom Universitas Indo­nesia Faisal Basri kembali mengkritik penggunaan utang negara. Menurutnya, utang tidak seperti yang digembar-gembork­an, untuk menggenjot pemban­gunan infrastruktur. Faisal merincikan selama pe­riode 2014-2017, belanja barang pemerintah meningkat sampai 58 persen, sedangkan belanja modal pemerintah hanya tumbuh sebesar 36 persen.

Untuk tahun ini, lanjut Faisal, proyeksi belanja pegawai sebe­sar Rp 366 triliun atau naik 28 persen sejak 2014. Sementara di posisi kedua adalah belanja ba­rang sebesar Rp 340 triliun atau naik 58 persen sejak 2014.

Sementara infrastruktur, yang masuk dalam kategori capital, berada di urutan ketiga yakni sebesar Rp 204 triliun atau naik 36 persen sejak 2014.

baca juga

"Infrastruktur itu paling banyak dibiayai dari utang BUMN, yang tidak masuk dalam kat­egori utang yang direncanakan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: Perpajakan Kuartal I 2018 Rp262,4 Triliun

Menkeu: Perpajakan Kuartal I 2018 Rp262,4 Triliun

Bisnis | Senin, 16 April 2018 | 22:03 WIB

Kuartal I, Realisasi Asumsi Makro APBN 2018 Banyak Meleset

Kuartal I, Realisasi Asumsi Makro APBN 2018 Banyak Meleset

Bisnis | Senin, 16 April 2018 | 15:03 WIB

Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik 2018

Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik 2018

Bisnis | Senin, 16 April 2018 | 09:17 WIB

Moodys Kembali Naikkan Peringkat Utang Indonesia

Moodys Kembali Naikkan Peringkat Utang Indonesia

Bisnis | Minggu, 15 April 2018 | 15:39 WIB

Terkini

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:06 WIB

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

MK Ketok Palu 20 Putusan Hari Ini: Ada Gugatan Tiang Listrik PLN hingga Nasib UU PPRT

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:54 WIB

×