Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Irwan Febri

Senin, 09 Maret 2026 | 21:01 WIB
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Kepala Ekonom Permata Bank memprediksi rupiah melemah karena ketidakpastian politik Iran pasca pergantian pemimpin.
  • Bank Indonesia telah melakukan stabilisasi pasar untuk meredam gejolak pelemahan rupiah akibat tekanan eksternal.
  • Cadangan devisa Indonesia yang kuat dapat menjadi bantalan, namun efektivitasnya bergantung meredanya ketegangan geopolitik global.

Suara.com - Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi berada di level lemah seperti saat ini, bahkan bisa mengalami pelemahan lebih lanjut apabila konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

Menurutnya, dinamika politik di Iran justru menambah ketidakpastian di pasar global. Proses pergantian kepemimpinan yang berlangsung di tengah situasi perang dinilai membuat kondisi politik domestik Iran semakin kompleks.

Selain itu, elite politik di negara tersebut disebut sedang mengalami perpecahan, sementara sosok yang menguat dalam suksesi kepemimpinan adalah Mojtaba Khamenei yang dikenal dekat dengan Garda Revolusi Iran dan dipandang memiliki sikap lebih keras.

“Dalam keadaan seperti ini, pasar cenderung mempertahankan permintaan dolar AS dan mengurangi penempatan dana di negara berkembang, sehingga rupiah sulit pulih cepat,” kata Josua.

Rupiah Sempat Mendekati Rp17.000 per Dolar AS

Pada perdagangan Senin, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp16.949 per dolar AS. Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka 100 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan eksternal terhadap mata uang negara berkembang masih cukup kuat, terutama akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Josua menilai langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini cukup penting untuk meredam gejolak pasar agar pelemahan rupiah tidak terjadi secara tidak terkendali.

Namun demikian, ia menilai kebijakan tersebut belum tentu mampu membalikkan arah pergerakan rupiah selama faktor utama tekanan masih berasal dari konflik geopolitik, lonjakan harga minyak, serta arus modal global.

baca juga

Sebelumnya, Bank Indonesia pada Februari lalu memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen dengan fokus utama menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, bank sentral juga memperkuat intervensi baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri.

“Artinya, kebijakan Bank Indonesia saat ini lebih tepat dibaca sebagai upaya meredam kepanikan dan smoothing pergerakannya, bukan menjamin rupiah segera kembali menguat,” katanya.

Cadangan Devisa Masih Jadi Bantalan

Dari sisi fundamental, Josua menilai Indonesia masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas pasar melalui cadangan devisa.

Hingga akhir Februari 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 151,9 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan impor selama sekitar 6,1 bulan.

“Namun penggunaan cadangan devisa perlu tetap terukur, karena fungsinya adalah meredam gejolak dan menjaga kelancaran kebutuhan valuta asing, bukan mempertahankan satu tingkat kurs tertentu terus-menerus ketika tekanan eksternal masih besar,” ujar Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:56 WIB

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:48 WIB

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:38 WIB

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:37 WIB

Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat

Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 20:21 WIB

Terkini

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

×