Rizal Ramli Ungkap Penyebab Garuda Indonesia Dilanda Krisis

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 25 Juni 2018 | 17:17 WIB
Rizal Ramli Ungkap Penyebab Garuda Indonesia Dilanda Krisis
Pesawat Garuda Indonesia. [Dok HIPMI]

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan krisis yang tengah dialami PT. Garuda Indonesia Airways akibat mismanajemen dan ketidakmampuan serta ketidakprofesionalan Menteri BUMN Rini Soemarmo.

“Sebenarnya setiap korporasi kalau mengalami kerugian itu wajar, tapi perusahaan harus memiliki strategi untuk membalikkan situasi atau turn around strategi. Kasus Garuda adalah contoh dari mismanajemen dan ketidakmampuan, ketidakprofesionalan Menteri BUMN Rini Soemarmo,” kata Rizal di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut Rizal, sedikitnya ada lima masalah utama yang membelit Garuda Indonesia saat ini.

Pertama, pengangkatan direksi tidak berlandaskan kompetensi, jumlah direksi terlalu banyak, kedua, manajemen tidak berani mengambil keputusan untuk pembatalan dan rescheduling pembelian pesawat-pesawat yang tidak diperlukan.

Ketiga, flight dan rute manajemen payah. Yang dilakukan manajemen kata Rizal, hanya pemotongan biaya via cross cutting, cross the board. Padahal sangat berbahaya jika yang dipotong anggaran disektor training.

“Bisnis penerbangan intinya adalah safety nya. Juga seharusnya direktur operasi tidak dilebur menjadi direktur produksi,” ujarnya.

Keempat, permainan atau patgulipat di Garuda terjadi juga dalam hal pembelian logistik. Sistem pengadaan pun tidak kompetitif, sehingga harga yang dibeli konsumen kemahalan.

Kelima kata Rizal, rute manajemen juga payah. Seharusnya direktur operasi harus dipilih lebih canggih. Strategi marketing Garuda amburadul. Ia mencontohkan, yang seharusnya premium airline malah dicampur dengan strategi low cost carrier, seperti Citylink.

“Padahal Garuda disegani karena reputasi, safety yang tinggi, dan memiliki kualitas pelayanan terbaik di dunia, dengan cara memberikan terlalu banyak discount, bazar discount dan promo tiket, sehingga brand premium Garuda luntur,” ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilot Ancam Mogok, Ini Alasan Garuda Libatkan TNI AU

Pilot Ancam Mogok, Ini Alasan Garuda Libatkan TNI AU

News | Senin, 11 Juni 2018 | 14:45 WIB

Mesin Bermasalah, Garuda Rute Singapura Terpaksa Kembali ke Soeta

Mesin Bermasalah, Garuda Rute Singapura Terpaksa Kembali ke Soeta

News | Jum'at, 08 Juni 2018 | 14:56 WIB

Luhut Bentuk Tim Khusus untuk Lobi Pilot Garuda Agar Tak Mogok

Luhut Bentuk Tim Khusus untuk Lobi Pilot Garuda Agar Tak Mogok

News | Rabu, 06 Juni 2018 | 20:20 WIB

Menhub: Dirut Garuda Memastikan Tak Ada Pilot Mogok saat Mudik

Menhub: Dirut Garuda Memastikan Tak Ada Pilot Mogok saat Mudik

News | Rabu, 06 Juni 2018 | 18:55 WIB

Pilot Ancam Mogok, Dirut Garuda Segera Bentuk Tim Khusus

Pilot Ancam Mogok, Dirut Garuda Segera Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 06 Juni 2018 | 17:27 WIB

Terkini

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

×