Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Geser Arab dan Rusia, AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia

Bangun Santoso, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 14 September 2018 | 04:59 WIB
Geser Arab dan Rusia, AS Kini Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia
Ilustrasi pengeboran minyak bumi

Suara.com - Amerika Serikat kini berhasil menggeser Arab Saudi dan Rusia menjadi produsen minyak tersebsar di dunia. Dikutip dari US Energy Information Administration (EIA), produksi minyak AS yang mampu mengalahkan Rusia merupakan pencapaian terbaru sejak Februari 1999.

Namun, bila dibuat pencapain rata-rata, produksi minyak pada Bulan Agustus 2018 merupakan pencapaian tertinggi AS sejak 1973 atau setelah 45 tahun baru berhasil menduduki peringkat pertama di dunia. Amerika Serikat diperkirakan akan mempertahankan posisinya hingga 2019.

Dalam prediksinya, EIA menyebutkan produksi minyak mentah Amerika Serikat pada Agustus rata-rata 10.9 juta barel per hari, naik 120 ribu barel dari Juni. Produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai 10,7 juta barrel per hari pada 2018, naik dari 9,4 juta barrel per hari pada 2017. Diprediksi pada 2019, produksi minyak mentah rata-rata 11,5 juta barrel per hari.

EIA tidak mempublikasi prediksi produksi minyak mentah Rusia dan Saudi Arabia dalam Short-Term Energy Outlook (STEO). Namun EIA menduga produksi minyak mentah Amerika Serikat akan lebih banyak dari Rusia dan Saudi Arabia hingga akhir tahun ini bahkan sampai 2019.

Pencapaian tersebut menunjukkan adanya dampak positif dari pesatnya perkembangan teknologi dalam penyulingan minyak. Teknologi yang digunakan membuka cadangan besar minyak dan gas alam yang terperangkap di bawah tanah. Biaya pengeboran pun menurun drastis.

"Hal ini mengubah permainan bagi AS. Itu berarti kita bisa sangat tangguh dan kompetitif," kata Ben Cook, potofolio manager BP Capital Fund Advisors.

Dikutip dari CNN Money, naiknya output minyak di AS tidak lepas dari produksi shale oil. Shale oil mulai digenjot karena harga minyak saat ini sudah melampaui biaya produksinya.

Harga minyak mentah dunia (Brent Oil) dijual pada angka 76,64 dolar AS per barel pada perdagangan 7 September. Shale oil selama ini kurang kompetitif saat memasuki tahun 2015-2017, di mana harga minyak berada pada angka 30-50 dolar AS per barel.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jepang Open 2018 : Jadwal Wakil Indonesia Hari Ini

Jepang Open 2018 : Jadwal Wakil Indonesia Hari Ini

Sport | Rabu, 12 September 2018 | 07:25 WIB

Unggah Video Sarapan Bareng Perempuan Saudi, Lelaki Mesir Ditahan

Unggah Video Sarapan Bareng Perempuan Saudi, Lelaki Mesir Ditahan

Tekno | Selasa, 11 September 2018 | 20:30 WIB

Tato Domino's Pizza Viral di Rusia, Hadiahnya Bikin Terkejut

Tato Domino's Pizza Viral di Rusia, Hadiahnya Bikin Terkejut

Lifestyle | Selasa, 11 September 2018 | 14:00 WIB

Putri Saudi Laporkan Perhiasan Rp 13 Miliar Hilang di Hotel Paris

Putri Saudi Laporkan Perhiasan Rp 13 Miliar Hilang di Hotel Paris

News | Selasa, 11 September 2018 | 07:18 WIB

Ulama Pakai Uang Kotak Amal Masjid Bangun Kembali Patung Lenin

Ulama Pakai Uang Kotak Amal Masjid Bangun Kembali Patung Lenin

News | Minggu, 09 September 2018 | 20:51 WIB

Terkini

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:42 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB