Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pemerintah Ajak Perusahaan Asal AS

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 21 September 2018 | 15:35 WIB
Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pemerintah Ajak Perusahaan Asal AS
Ilustrasi: Logo General Electric. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada perusahaan raksasa Amerika Serikat, General Electric (GE) yang berkomitmen mendukung implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 program strategis yang mereka siapkan untuk memasuki era digital saat ini.

Misalnya pelaksanaan pendidikan vokasi dan mendorong terciptanya inovasi teknologi sesuai kebutuhan sektor industri.

“Pemerintah saat ini tengah fokus dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menghadapi revolusi industri 4.0. Apalagi, kita sedang menikmati bonus demografi hingga 10 tahun ke depan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Kemarin, Kamis (20/9/2018), Menperin bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Chairman & CEO General Electric John Flannery beserta rombongannya di Istana Merdeka.

Menperin menjelaskan, SDM terampil merupakan kunci utama dalam menyukseskan penerapan industri 4.0. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan program untuk menggenjot keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) para tenaga kerja berdasarkan kebutuhan dunia industri saat ini.

“Kami telah meluncurkan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match dengan industri, menjalin kerja sama dengan Swiss untuk pengembangan Politeknik, menjalankan program silver expert dalam upaya melibatkan tenaga ahli dari sektor industri sebagai instruktur, serta menggandeng lembaga riset Jerman, Fraunhofer IPK untuk lebih mengaktifkan kegiatan litbang di Indonesia,” paparnya.

Di samping itu, menurut Airlangga, pembangunan ekosistem inovasi dan infrastruktur digital menjadi program prioritas yang juga perlu dilaksanakan guna mengakselerasi target dari Making Indonesia 4.0. Aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia berada pada jajaran negara 10 ekonomi terbesar di dunia tahun 2030.

“Inovasi dapat dihasilkan dari kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi. Dengan inovasi, daya saing industri nasional akan lebih kompetitif di kancah global,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kemenperin terus mendorong pembangunan pusat inovasi industri di dalam negeri, pengoptimalan regulasi dan fasilitas insentif fiskal, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, CEO GE Indonesia Handry Satriago menyampaikan, pihaknya siap untuk membantu pelaksanaan program pendidikan vokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, seperti Kemenperin.

“Kami akan menyediakan tenaga ahli untuk mengajar, alat peraga dan sebagainya yang dibutuhkan industri di Indonesia. Program ini secepatnya akan dilaksanakan,” ujarnya.

Handry menyebutkan, ada empat sektor yang difokuskan GE dalam pengembangan pendidikan vokasi Indonesia, yakni untuk industri penerbangan, infrastruktur energi, kesehatan, dan digital.

Menurutnya, pertumbuhan empat sektor tersebut terus melaju kencang sehingga peluang penyerapan ahli yang dihasilkan oleh sekolah vokasi akan sangat besar.

“Di Indonesia, penumpang pesawat tumbuh terus, kebutuhan listrik juga tinggi, bahkan digitalisasi akan jadi pendorong ekonomi masa depan. Kami ingin pendidikan vokasi di bidang itu harus segera dimulai," tuturnya.

Bahkan, GE akan transfer teknologi untuk pengembangan inovasi baterai, energi terbarukan, dan listrik pedesaan.

Dalam mendukung industri 4.0 di Indonesia, GE akan memulai bisnis teknologi 3D printing untuk logam pada triwulan III tahun 2018. Setiap mesin diperkirakan membutuhkan investasi sebesar lebih dari 1 juta dolar AS.

“Kalau anda suplier perusahaan otomotif, kami akan siapkan peralatan, teknologi, dan risetnya. Jadi, pengembangannya bisa dibuat di sini. GE telah menggunakan teknologi 3D printing untuk memproduksi komponen pesawat pada mesin-mesin buatan kami,” kata Handry.

Di samping itu, GE mendukung program pemerintah dalam penggunaan Biodiesel 20 (B20) dalam rangka penghematan devisa dari impor migas.

Melalui salah satu divisi usaha mereka, GE Transportation berencana membuat kajian lanjutan di Amerika Serikat mengenai penggunaan B20 di mesin lokomotif kereta api.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penerbitan SNI Wajib Pelumas Tidak Selaras Fakta Lapangan

Penerbitan SNI Wajib Pelumas Tidak Selaras Fakta Lapangan

Otomotif | Selasa, 21 Agustus 2018 | 14:15 WIB

Industri Manufaktur RI Tak Bergairah, Jepang Jajaki Negara Lain

Industri Manufaktur RI Tak Bergairah, Jepang Jajaki Negara Lain

Bisnis | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:07 WIB

Orangtua, Begini Cara Agar Anak Bisa Bertahan di Era 4.0

Orangtua, Begini Cara Agar Anak Bisa Bertahan di Era 4.0

Health | Minggu, 22 Juli 2018 | 07:34 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×