Orangtua, Begini Cara Agar Anak Bisa Bertahan di Era 4.0

Minggu, 22 Juli 2018 | 07:34 WIB
Orangtua, Begini Cara Agar Anak Bisa Bertahan di Era 4.0
Menyiapkan Gen Z Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Jakarta, Sabtu (21/7/2018). [Suara.com/Firsta Nodia]

Suara.com - Di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, manusia tak bisa lepas dari penggunaan gawai dan internet. Hal ini turut berdampak pada berbagai hal, termasuk hilangnya beberapa profesi yang kini digantikan artificial intelegence (AI/kecerdasan buatan) seperti robot.

Namun, revolusi ini sekaligus mendorong hadirnya profesi baru yang mungkin sebelumnya tak pernah terpikirkan seperti Youtuber, Blogger hingga Influencer. Nah, sebagai orangtua bagaimana seharusnya menyikapi perubahan zaman ini?

Disampaikan Fatiyani Pramesti, psikolog dari Ruang Tumbuh, mau tak mau orangtua harus turut menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia mencontohkan, di era media sosial ini orangtua tak ada salahnya untuk turut menggunakan media sosial. Bukan untuk memata-matai anak, namun menurutnya, agar bisa menganalisis sendiri potensi maupun efek negatif dari penggunaan media sosial.

"Misalnya, bikin Instagram juga karena anak zaman now pada aktif di media sosial. Jadi orangtua bisa mempelajari positif dan negatif Instagram terus menilai dengan karakter kayak gini bagaimana efeknya ke anak," ujar Fati dalam talkshow bertema 'Menyiapkan Gen Z Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0' di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Ia menambahkan, orangtua tak perlu khawatir atau cemas berlebihan ketika menghadapi perubahan era seperti sekarang. Justru, kata dia, orangtua juga harus beradaptasi sembari tetap membatasi penggunaan gawai pada buah hatinya.

"Karena bagaimana pun perubahan era ini tidak bisa dilawan. Jadi ikuti saja. Justru orangtua harus aware nanti ada pekerjaan yang bisa digantikan artificial intelegensi. Manfaatkan perubahan era ini untuk menyiapkan anak menghadapi masa depannya," tambah Fati.

Dalam kesempatan yang sama, Zata Ligouw, Editor in Chief Lola Magz yang sudah dikaruniai dua anak mengakui bahwa orangtua tak perlu sepenuhnya melarang anak menggunakan gawai. Menurutnya, gawai juga bermanfaat untuk menggali potensi dan bakat anak yang selama ini tak didapatnya di dunia nyata.

"Jadi anak aku yang pertama itu screen time-nya lebih lama dibandingkan adiknya. Pernah suatu waktu aku tanya kok main gadget terus sih, dia jawabnya lagi nonton tutorial bikin film pendek di YouTube, kebetulan jurusan dia SMK broadcasting pas aku lihat oh iya bagus. Jadi dia bisa pelajari hal-hal secara otodidak lewat internet dan itu positif," tambah dia.

Ketimbang melarang, Zata lebih senang mengatur anak-anaknya dalam menggunakan gadget. Tentu saja, dengan batasan pemakaian waktu tertentu untuk meminimalisir risiko kecanduan dan kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga: Gen Z Yellow, Tren Warna Berani untuk Generasi Z

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI