Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Malaysia Airlines Batalkan Pembelian Boeing 787 Dreamliner

RR Ukirsari Manggalani | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:00 WIB
Malaysia Airlines Batalkan Pembelian Boeing 787 Dreamliner
Ilustrasi pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Malaysia Airlines [Shutterstock].

Suara.com - Malaysia Airlines batal mendatangkan pesawat Boeing 787 Dreamliner. Sebanyak delapan unit pesawat berbadan lebar ini tidak bakal menjadi bagian dari armada Malaysia Airlines.

Izham Ismail, Chief Executive Officer Malaysia Airlines menyatakan, pembatalan ini terjadi karena maskapai pelat merah alias milik nasional dari negara Malaysia ini tidak sanggup memenuhi persyaratan yang diminta.

"Kami hanya akan meminta kembali permintaan proposal, dan melibatkan dewan untuk mendiskusikan rencana jaringan maskapai penerbangan kami di masa depan," kata Izham Ismail, seperti dikutip MalayMail, Selasa (2/10/2018).

Menurut Izham Ismail, ‎saat ini armada Malaysia Airlines sebanyak 81 unit pesawat masih dirasa cukup untuk melayani 58 rute yang dimiliki. Pembelian pesawat, lanjut dia, nantinya akan didasarkan pada kebutuhan dan status keuangan perusahaan.

Perjanjian pembelian pesawat ini dibuat oleh perdana menteri pada saat itu, Datuk Seri Najib Razak dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.

Najib Razak mengatakan bahwa Malaysia Airlines akan membeli 25 jet B737 dan delapan 787 Dreamliner dari Boeing yang berbasis di Seattle, Washington D.C, AS.

Izham Ismail mengatakan, maskapai akan mengirim surat keterangan untuk mengakhiri perjanjian leasing pesawat Airbus A330-300.‎ Dia menambahkan bahwa pesawat berbadan lebar generasi baru harus sesuai dengan aspirasi jaringan masa depan Malaysia Airlines.

Malaysia Airlines saat ini memiliki armada berbadan lebar di kelas Airbus yang terdiri dari enam Airbus A380, enam A350 dan 21 unit A330, selain 48 unit B737-800.

Sebelumnya, Malaysia Airlines juga mengalami kerugian selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun pertama, Malays‎ia Airlines menderita kerugian hingga 1 miliar Ringgit atau sekitar Rp 3,6 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Boeing akan Suplai 351 Jet Tempur untuk Angkatan Udara AS

Boeing akan Suplai 351 Jet Tempur untuk Angkatan Udara AS

Bisnis | Jum'at, 28 September 2018 | 08:49 WIB

Boeing Sebut Cina Bakal Beli 7.690 Pesawat Baru

Boeing Sebut Cina Bakal Beli 7.690 Pesawat Baru

Bisnis | Rabu, 12 September 2018 | 06:52 WIB

Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar

Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar

Bisnis | Senin, 06 Agustus 2018 | 09:00 WIB

Kendali Pesawat MH370 Dimanipulasi, Nasibnya Masih Penuh Misteri

Kendali Pesawat MH370 Dimanipulasi, Nasibnya Masih Penuh Misteri

News | Senin, 30 Juli 2018 | 21:45 WIB

Pesawat Airbus atau Boeing, Mana Lebih Laku?

Pesawat Airbus atau Boeing, Mana Lebih Laku?

Bisnis | Kamis, 12 Juli 2018 | 07:55 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB