Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Harga Minyak Dunia Naik, Putin Salahkan Trump

RR Ukirsari Manggalani | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 04 Oktober 2018 | 08:15 WIB
Harga Minyak Dunia Naik, Putin Salahkan Trump
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin di KTT G20, Hamburg Jerman [AFP].

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) alias President of the United States (POTUS), Donald Trump terkait dengan mahalnya harga minyak global.

Menurut Vladimir Putin, kebijakan yang dibuat Donald Trump menjadi penyebab kenaikan harga minyak dunia. Pengenaan sanksi AS atas Iran dan Venezuela berimbas buruk bagi harga minyak dunia.

"Jika bisa berdiskusi sekarang dengannya (POTUS), saya akan mengatakan: jika Anda ingin menemukan siapa pelakunya, yang bersalah dalam kenaikan harga, Anda seharusnya cukup melihat ke cermin," kata Vladimir Putin seperti dilansir dari CNBC, Kamis (4/10/2018).

Komentar Putin datang setelah Trump mengkritik Rusia dan OPEC untuk kesepakatan 2016 di mana mereka setuju untuk membatasi penjualan minyak dalam upaya untuk mendukung harga yang merosot pada pertengahan 2014, karena pasokan global yang melimpah.

Kesepakatan itu berhasil dan harga minyak naik. Kesepakatan, dan kenaikan harga berikutnya, telah mengundang kecaman dari Trump, yang mengatakan OPEC, Arab Saudi dan Rusia menjaga harga tinggi dan menyerukannya untuk meningkatkan produksi dan dengan demikian menurunkan harga minyak.

Kritikan Trump terhadap produsen minyak utama mengabaikan fakta bahwa keputusannya sendiri untuk menerapkan sanksi terhadap anggota OPEC, Iran dan Venezuela juga telah menekan harga minyak, sementara pasar khawatir akan kekurangan pasokan global.

Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa mereka bisa mengisi kekurangan karena sanksi yang dikenakan kepada Iran mulai berlaku 4 November. Kelompok produsen OPEC dan non-OPEC menyepakati sejak Juni untuk mengurangi batas produksi, agar bisa menekan harga.

Putin membela kesepakatan yang dibuat bersama OPEC, serta menyatakan ia bertujuan turut menyeimbangkan pasar.

"Adapun pengurangan produksi dan menjaganya agar tetap rendah, hanyalah alat. Tujuan kami adalah demi menyeimbangkan pasar, ketika kami bersama rekan-rekan dari OPEC setuju untuk memangkas produksi ini adalah apa yang kami bicarakan tentang memotong stok berlebihan. Ini bukan tentang pendapatan perusahaan minyak, " imbuh Vladimir Putin.

"Jika pasar tidak seimbang, ada situasi yang mengarah pada penurunan investasi dan akhirnya ini akan menciptakan defisit di pasar dan harga akan melonjak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Donald Trump Diduga Menipu dan Gelapkan Pajak

Donald Trump Diduga Menipu dan Gelapkan Pajak

Bisnis | Kamis, 04 Oktober 2018 | 08:04 WIB

Trump : Tanpa Biaya dari AS, Arab Saudi Bakal Runtuh

Trump : Tanpa Biaya dari AS, Arab Saudi Bakal Runtuh

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 05:53 WIB

Sudah Konfirmasi: Putin Jumpa Netanyahu

Sudah Konfirmasi: Putin Jumpa Netanyahu

News | Rabu, 04 Juli 2018 | 10:16 WIB

Setelah Jong Un, Trump Terpikat Putin

Setelah Jong Un, Trump Terpikat Putin

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 10:35 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB