Harga Minyak Dunia Naik, Putin Salahkan Trump

RR Ukirsari Manggalani | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 04 Oktober 2018 | 08:15 WIB
Harga Minyak Dunia Naik, Putin Salahkan Trump
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin di KTT G20, Hamburg Jerman [AFP].

Suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) alias President of the United States (POTUS), Donald Trump terkait dengan mahalnya harga minyak global.

Menurut Vladimir Putin, kebijakan yang dibuat Donald Trump menjadi penyebab kenaikan harga minyak dunia. Pengenaan sanksi AS atas Iran dan Venezuela berimbas buruk bagi harga minyak dunia.

"Jika bisa berdiskusi sekarang dengannya (POTUS), saya akan mengatakan: jika Anda ingin menemukan siapa pelakunya, yang bersalah dalam kenaikan harga, Anda seharusnya cukup melihat ke cermin," kata Vladimir Putin seperti dilansir dari CNBC, Kamis (4/10/2018).

Komentar Putin datang setelah Trump mengkritik Rusia dan OPEC untuk kesepakatan 2016 di mana mereka setuju untuk membatasi penjualan minyak dalam upaya untuk mendukung harga yang merosot pada pertengahan 2014, karena pasokan global yang melimpah.

Kesepakatan itu berhasil dan harga minyak naik. Kesepakatan, dan kenaikan harga berikutnya, telah mengundang kecaman dari Trump, yang mengatakan OPEC, Arab Saudi dan Rusia menjaga harga tinggi dan menyerukannya untuk meningkatkan produksi dan dengan demikian menurunkan harga minyak.

Kritikan Trump terhadap produsen minyak utama mengabaikan fakta bahwa keputusannya sendiri untuk menerapkan sanksi terhadap anggota OPEC, Iran dan Venezuela juga telah menekan harga minyak, sementara pasar khawatir akan kekurangan pasokan global.

Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa mereka bisa mengisi kekurangan karena sanksi yang dikenakan kepada Iran mulai berlaku 4 November. Kelompok produsen OPEC dan non-OPEC menyepakati sejak Juni untuk mengurangi batas produksi, agar bisa menekan harga.

Putin membela kesepakatan yang dibuat bersama OPEC, serta menyatakan ia bertujuan turut menyeimbangkan pasar.

"Adapun pengurangan produksi dan menjaganya agar tetap rendah, hanyalah alat. Tujuan kami adalah demi menyeimbangkan pasar, ketika kami bersama rekan-rekan dari OPEC setuju untuk memangkas produksi ini adalah apa yang kami bicarakan tentang memotong stok berlebihan. Ini bukan tentang pendapatan perusahaan minyak, " imbuh Vladimir Putin.

"Jika pasar tidak seimbang, ada situasi yang mengarah pada penurunan investasi dan akhirnya ini akan menciptakan defisit di pasar dan harga akan melonjak," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Donald Trump Diduga Menipu dan Gelapkan Pajak

Donald Trump Diduga Menipu dan Gelapkan Pajak

Bisnis | Kamis, 04 Oktober 2018 | 08:04 WIB

Trump : Tanpa Biaya dari AS, Arab Saudi Bakal Runtuh

Trump : Tanpa Biaya dari AS, Arab Saudi Bakal Runtuh

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 05:53 WIB

Sudah Konfirmasi: Putin Jumpa Netanyahu

Sudah Konfirmasi: Putin Jumpa Netanyahu

News | Rabu, 04 Juli 2018 | 10:16 WIB

Setelah Jong Un, Trump Terpikat Putin

Setelah Jong Un, Trump Terpikat Putin

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 10:35 WIB

Terkini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:53 WIB

Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga

Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:42 WIB

Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia

Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:40 WIB

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:34 WIB

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:23 WIB

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:22 WIB