Suara.com - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menjalin kerja sama dengan PT Pos Logistik Indonesia untuk melakukan pengangkutan semen di wilayah Sumatera.
Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Rahmad Pribadi dan Dirut PT Pos Logistik Indonesia, Yuzon Erman.
Usai penandatanganan, Dirut SMBR, Rahmad Pribadi, mengemukakan sinergi SMBR selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Pos Logistik Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Pos Indonesia (persero) untuk pengangkutan semen akan segera dimulai dari wilayah timur Sumatera.
Rahmad menambahkan semen yang akan diangkut berbentuk zak, masing-masing seberat 50 kilogram dan Big Bag seberat 1 ton.
Pengiriman semen oleh Pos Logistik, kata Rahmad, dilakukan ke jalur pemasaran SMBR sepanjang arah timur dimulai dari Pabrik SMBR yang terletak di Baturaja dan Palembang sampai ke Jambi.
Kendaraan pengangkut yang akan digunakan menurut Rahmad adalah truk berkapasitas 10,20 dan 30 ton milik PT Pos Logistik dengan brandnew minimum keluaran tahun 2017.
Rahmad yang telah menjabat Dirut SMBR sejak akhir April 2017 mengatakan dalam kerja sama tersebut, kedua perusahaan menyepakati total volume angkut sebanyak 3.379.820 ton selama lima tahun.
"Biaya angkut mencapai Rp 435,65 miliar," ujarnya.
Selain PT Pos Logistik, Rahmad mengatakan SMBR juga menggandeng dua perusahaan swasta. Kedua perusahaan itu adalah PT Mitra Agung Persada dan PT Richland Logistics Indonesia.
Penandatanganan kerja sama dengan kedua perusahaan itu dilakukan pada kesempatan yang sama dan juga ditandatangani langsung oleh Rahmad dan Dirut Mitra Agung Persada, Hendriex.
Di tempat yang sama, Rahmad juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dirut PT Richland Logistics, Christopher Andrew Demetriou.
PT Mitra Agung Persada, menurut Rahmad akan melakukan pengiriman di sepanjang jalur barat Sumatera hingga ke arah Provinsi Bengkulu. Total volume angkutan diperkirakan mencapai 1.300.355 ton selama lima tahun.
"Biayanya mencapai Rp 132,75 miliar," katanya.
Sementara, kerja sama dengan PT Richard Logistics Indonesia meliputi jalur selatan Sumatera. Mulai dari pabrik Baturaja di Panjang, Provinsi Lampung hingga ke Provinsi Banten di ujung barat Pulau Jawa. Rahmad mengutarakan total volume angkut sebanyak 2.525.160 ton selama lima tahun.
"Total biaya mencapai Rp 314,22 miliar," ujarnya.