Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Kalau Jadi Presiden, Apakah Prabowo Bisa Stop Impor?

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 05 November 2018 | 23:40 WIB
Kalau Jadi Presiden, Apakah Prabowo Bisa Stop Impor?
Prabowo Subianto. (Dok Timses)

Suara.com - Calon Presiden Prabowo Subianto berjanji jika dirinya terpilih sebagai presiden periode 2018-2024 maka akan menghentikan kegiatan impor. Lantas, apakah bisa sebuah negara tidak melakukan impor?

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Haryadi menjelaskan bahwa mungkin saja Indonesia bisa menghentikan impor. Namun, menurutnya tidak semua sektor kemudian Indonesia mengentikan kegiatan impornya.

“Mungkin saja, tergantung jenis barang yang diimpor. Untuk barang modal terutama mesin-mesin teknologi tinggi, bahan kimia, serta migas sepertinya dalam waktu singkat masih harus dipenuhi dari impor. Namun, komoditas pangan, industri manufaktur maupun barang konsumsi semestinya bisa ditekan dari ketergantungan impor,” kata Ade kepada Suara.com, Senin (5/11/2018).

Menurutnya, pemerintah bisa menekan ketergantungan impor terutama untuk sektor ketersediaan bahan pangan dengan cara memperbaiki perihal ketersediaan lahan pertanian. Tentu kata Ade, harus ada campur tangan dari pemerintah secara insentif.

“Mustinya ada pembenahan di hulu dari ketersediaan lahan, infrastruktur pertanian, tata niaga komoditas hingga industri hilir pendukung. Kalau itu dilakukan dengan konsisten, bukan hal mustahil kita lepas dari ketergantungan impor komoditas,” ujarnya.

Kembali ke soal kemungkinan Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor, Ade menilai Indonesia masih sulit untuk bisa mengurangi aktifitas impornya. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya ialah ketertinggalan teknologi yang membuat Indonesia terus mengimpor barang-barang berbau teknologi.

Namun menurutnya, Indonesia masih bisa membatasi bahkan mengurangi kebiasaan mengimpor komoditi bahan-bahan pangan apabila pemerintah mau memperbaiki terkait dengan sistem pengadaan bahan-bahan pangan.

“Ekspor-impor hal yang lazim, hanya saja kalo neraca perdagangan internasional kita defisit akibat impor yang terlalu tinggi ya kita akan menjadi tergantung nasibnya pada negara lain. Semestinya bisa balance atau surplus sehingga ada devisa dan mendorong bangkitnya industrialisasi dalam negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Calon Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Janji Prabowo itu akan dilakukannya dengan cara menyetop seluruh transaksi impor.

"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan impor apa-apa Saudara-saudara sekalian!" tegas Prabowo dalam deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri, Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mau Stop Impor, Prabowo Diminta Jangan Janji Muluk-muluk

Mau Stop Impor, Prabowo Diminta Jangan Janji Muluk-muluk

Bisnis | Senin, 05 November 2018 | 23:29 WIB

Prabowo Disebut Juru Kampanye Terbaik Jokowi

Prabowo Disebut Juru Kampanye Terbaik Jokowi

News | Senin, 05 November 2018 | 22:01 WIB

Gratis Jadi Pengacara Jokowi - Maruf, Yusril Pernah Bela Prabowo

Gratis Jadi Pengacara Jokowi - Maruf, Yusril Pernah Bela Prabowo

News | Senin, 05 November 2018 | 17:52 WIB

Tim Jokowi Sebut Prabowo Tak Pantas Bercanda Tampang Boyolali

Tim Jokowi Sebut Prabowo Tak Pantas Bercanda Tampang Boyolali

News | Senin, 05 November 2018 | 17:35 WIB

Dinilai Mengadu Domba, Raja Juli Dilaporkan ke Bawaslu

Dinilai Mengadu Domba, Raja Juli Dilaporkan ke Bawaslu

News | Senin, 05 November 2018 | 15:49 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB