Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:30 WIB
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Danantara, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin fundamental ekonomi Indonesia kuat meskipun terjadi gejolak pasar.
  • Pemerintah fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan mengendalikan harga saham langsung.
  • Kinerja sektor riil positif, ditunjukkan dengan PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansi (52,3).

Suara.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku yakin dengan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Ia meminta publik dan pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak yang sempat terjadi belakangan imbas kebijakan MSCI.

Menurut Purbaya, pemerintah tidak berada pada posisi untuk mengendalikan harga saham secara langsung. Fokus utama kebijakan, kata dia, adalah memastikan ekonomi bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.

"Saya tidak mengendalikan harga saham. Tapi saya memastikan ekonominya bergerak lebih cepat," ujar Purbaya usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pengelola investasi raksasa asal Jepang, Nomura, resmi menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi Neutral dari sebelumnya Overweight.  Foto Rina-Suara.com
Pengelola investasi raksasa asal Jepang, Nomura, resmi menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi Neutral dari sebelumnya Overweight. Foto Rina-Suara.com

Mantan Ketua LPS ini menjelaskan, ketika pondasi ekonomi kuat dan pertumbuhan terjaga, kinerja perusahaan yang tercatat di bursa akan ikut membaik. Kondisi tersebut pada akhirnya akan tercermin secara alami pada pergerakan harga saham.

Purbaya menilai, investor akan masuk ke pasar ketika melihat prospek pertumbuhan ekonomi yang positif. Karena itu, penguatan fundamental dinilai jauh lebih penting dibandingkan intervensi jangka pendek terhadap pasar.

Ia juga menanggapi guncangan yang sempat terjadi di pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Purbaya, kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.

"Jadi kemarin goncangan-goncangan itu, enggak usah terlalu khawatir. Pondasi ekonomi makin ke sana, masih makin cepat," ucapnya.

Sebagai indikator, Purbaya menyinggung kinerja sektor riil yang terus menunjukkan perbaikan. Ia menyebut data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi.

"Anda lihat sekarang PMI baru keluar kan? Berapa? 52,3 ya? Sebelumnya 51. Sudah di atas 50 terus, di atas 50 terus," katanya.

Menurut Purbaya, capaian PMI tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masih bergerak positif. Dengan tren tersebut, ia optimistis pertumbuhan ekonomi ke depan tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel

Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan

Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:43 WIB

IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?

IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:17 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB