Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 08 November 2018 | 05:46 WIB
Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX
Ilustrasi pesawat Boeing (Shutterstock).

Suara.com - Boeing Co sedang mempersiapkan untuk mengirimkan surat peringatan keselamatan untuk operator 737 MAX terbarunya. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas investigasi kecelakaan pada minggu lalu di lepas pantai Indonesia yang menewaskan 189 orang.

Surat yang akan dikirimkan oleh Boeing akan memberikan peringatan pada maskapai, jika ada kesalahan pembacaan sistem sedikit saja dapat menyebabkan pesawat secara tiba-tiba menyelam.

“Boeing akan memperingatkan pilot untuk mengikuti prosedur yang ada untuk menangani masalah itu," kata pejabat Boeing yang tak ingin disebutkan namanya dilansir dari Reuters Rabu, (7/11/2018).

Sensor itu memberikan informasi kepada pilot soal posisi pesawat dan aliran udara di sekitarnya ketika terbang. Jika sudut pesawat ketika lepas landas dan hendak mencapai ketinggian jelajah terlampau tajam, maka bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan kendali aerodinamika (stall).

Dalam surat tersebut, Boeing tidak mencantumkan apakah panduan pembacaan sensor angle of attack hanya dikhususkan untuk tipe 737 MAX atau juga jenis lainnya.

Sekadar informasi, Boeing menerima 219 pesanan 737 MAX, jet terbaru dan tercanggih dari Lion Air. Produsen ini juga menerima lebih dari 4.500 pesawat 737 MAX.

Di Indonesia sendiri, pesawat dengan tipe ini juga digunakan oleh beberapa maskapai lain selain Lion Air, yakni Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Maskapai Garuda Indonesia sendiri memesan 50 unit armada Boeing 737 MAX seri 8. Total kontrak pembelian mencapai 4,9 miliar dolar AS. Hingga saat ini, maskapai pelat merah Indonesia itu telah menerima 1 unit dari 50 unit pemesanan Boeing 737 MAX 8. Pengiriman perdana dilakukan pada 20 Desember 2017.

Sementara maskapai Lion Air group tercatat sebagai pembeli dan pemesan Boeing 737 MAX terbanyak di Indonesia. Hingga September 2018, Lion Air telah memesan 201 unit Boeing MAX.

Kontrak dilakukan pada 17 November 2011 di Bali. Penandatanganan pembelian langsung disaksikan oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama.

Saat itu, Lion Air group menandatangani pembelian 201 unit Boeing 737 MAX dan 29 unit Boeing Next-Generation 737-900 ER. Total pembelian 230 unit pesawat ini mencapai 21,7 miliar dolar AS.

Terakhir, maskapai Sriwijaya Air juga menjadi pemesan pesawat terbaru buatan pabrikan asal Amerika Serikat itu. Sriwijaya Air meneken rencana pembelian 20 unit Boeing 737 MAX 8.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Bayi Korban Lion Air JT610 Teridentifikasi, Rafezha Widjaya

Satu Bayi Korban Lion Air JT610 Teridentifikasi, Rafezha Widjaya

News | Rabu, 07 November 2018 | 21:52 WIB

Kronologi Lengkap Lion Air JT 633 Bengkulu - Jakarta Tabrak Tiang

Kronologi Lengkap Lion Air JT 633 Bengkulu - Jakarta Tabrak Tiang

News | Rabu, 07 November 2018 | 21:40 WIB

Hari ke-10 Evakuasi, Basarnas Hanya Dapat Satu Kantong Jenazah

Hari ke-10 Evakuasi, Basarnas Hanya Dapat Satu Kantong Jenazah

News | Rabu, 07 November 2018 | 21:34 WIB

Terkini

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB