Konektivitas Digital Penting untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 21 November 2018 | 14:16 WIB
Konektivitas Digital Penting untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia Economic Forum (IEF) kembali diselenggarakan untuk keempat kalinya. Acara yang diselenggarakan di Hotel Shangri La, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018) ini diikuti oleh forum bisnis terkemuka di Indonesia dan regional tersebut membahas masa depan Indonesia.

Pendiri Indonesia Economic Forum Shoeb Z Kagda mengatakan, diadakannya forum ini bertujuan untuk mengetahui peluang dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan dan mencari cara untuk mengantisipasi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan lebih baik.

“Potensi ekonomi di Indonesia itu sangat besar, karena jumlah masyarakat kelas menengah tinggi dan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Kalau potensi bisa dimanfaatkan dengan baik, dalam rentang waktu sekarang sampai 2050 dapat tercipta peluang pasar sebesar satu triliun dolar Amerika Serikat di berbagai industri seperti layanan konsumen, pendidikan, manufaktur, energi, fintech, properti dan transportasi," kata Shoeb saat membuka acara.

Dalam sambutannya, Shoeb mengungkapkan bahwa konektivitas menjadi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian. Pasalnya, dengan adanya konektivitas bisa membuat semua sektor saling terhubung.

“Tidak hanya satu sektor perekonomian saja, tetapi semua sektor bisa saling berkesinambungan. Sehingga ekonomi bisa berputar dengan cepat dan mudah,” ujarnya.

Bukan hanya konektivitas infrastruktur fisik seperti jembatan, jalan, atau bandara, tetapi juga konektivitas digital.

Dia mengungkapkan, saat ini teknologi telah mendarah daging dengan perilaku manusia dan akhirnya merevolusi cara hidup masyarakat.

Dia mencontohkan, kini smartphone atau ponsel pintar bukan lagi barang mewah. Ponsel pintar kini bisa dimiliki olah siapapun sebab pada kenyataannya manusia zaman sekarang tidak dapat hidup tanpa ponsel pintar.

“Menurut laporan McKinsey & Company baru-baru ini, jumlah perangkat yang terhubung ke internet diperkirakan akan meningkat dua kali lipat antara 2017 dan 2020. Dengan sumber data baru, berbagai produk, layanan, model bisnis inovatif akan terbuka,” kata Shoeb.

Menurut Shoeb, keterhubungan bidang digital mutlak dipenuhi pemerintah, mengingat perekonomian global saat ini dibangun oleh teknologi.

“Diantaranya kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data, hingga penggunaan drone (kamera terbang), khususnya untuk menghimpun informasi dalam skala besar dan waktu singkat,” ujarnya.

Ia mengklaim, konektivitas digital tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, tetapi nilai keuntungan yang dihimpun dapat mencapai 11 miliar dolar AS dalam kurun waktu 2020-2030.

“Jadi kami berharap dalam beberapa tahun kedepan Indonesia bisa mengembangkan ini sehingga perekonomian di Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadiri IEF 2018, Prabowo Bicara Ekonomi Pakai Bahasa Inggris

Hadiri IEF 2018, Prabowo Bicara Ekonomi Pakai Bahasa Inggris

Bisnis | Rabu, 21 November 2018 | 13:31 WIB

SOS Children's Village, Rumah Asuh Kekinian yang Melek Digital

SOS Children's Village, Rumah Asuh Kekinian yang Melek Digital

Press Release | Jum'at, 02 November 2018 | 05:00 WIB

Buka Tahapan BCA Kini Bisa Tanpa Buku

Buka Tahapan BCA Kini Bisa Tanpa Buku

Press Release | Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:00 WIB

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB