- Indeks Harga Saham Gabungan menguat 1,95 persen ke level 5.999 pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026.
- Penurunan harga minyak dunia dan pertimbangan pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis menjadi sentimen positif pasar.
- Penguatan indeks juga didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat yang berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit dari tekanan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Setelah sempat dibuka di zona merah, IHSG ditutup menguat 115,15 poin atau 1,95 persen ke level 5.999.
Penguatan tersebut ditopang oleh berlanjutnya penurunan harga minyak mentah dunia yang mendekati level 70 dolar AS per barel untuk minyak Brent. Kondisi itu dinilai menjadi sentimen positif karena harga minyak mulai mendekati asumsi yang digunakan dalam APBN 2026.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan harga minyak dapat mengurangi kekhawatiran investor terhadap potensi pelebaran defisit APBN 2026. Selain itu, harga energi yang lebih rendah juga diharapkan mampu meredam inflasi sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Sentimen positif lainnya datang dari kabar pemerintah yang kembali mempertimbangkan pemangkasan tambahan anggaran sebesar Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut turut direspons positif oleh pelaku pasar.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/46203-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menguat seiring pelemahan dolar AS. Koreksi harga minyak dinilai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Untuk perdagangan Jumat (26/6/2026), Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.100.
Berikut data perdagangan hari ini:
- IHSG ditutup di level 5.999,038, naik 115,157 poin atau 1,957 persen.
- Pembukaan di level 5.873.
- Level tertinggi harian 6.056.
- Level terendah harian 5.864.
- Nilai transaksi mencapai Rp13,58 triliun.
- Volume perdagangan sebanyak 20,74 miliar saham.
- Frekuensi transaksi tercatat 1.650.146 kali.
- Kurs USD/IDR berada di Rp17.915.
Saham Top Value
- BBCA naik 1,69 persen ke level 6.025.
- BMRI menguat 0,76 persen ke level 4.000.
- TPIA melonjak 5,29 persen ke level 1.890.
Saham Top Volume
- BUMI naik 1,37 persen ke level 148.
- BNBR stagnan di level 100.
- DEWA menguat 1,24 persen ke level 326.
Saham Top Gainer LQ45
- TOWR melonjak 7,14 persen ke level 390.
- JPFA naik 6,91 persen ke level 2.010.
- MDKA menguat 6,62 persen ke level 2.900.
Saham Top Loser LQ45
- ADMR turun 3,13 persen ke level 1.395.
- PTBA melemah 2,07 persen ke level 2.370.
- HRTA terkoreksi 1,80 persen ke level 1.910.
Top Gainer JII
- JPFA naik 6,91 persen.
- MDKA menguat 6,62 persen.
- RAJA melonjak 6,22 persen.
Top Loser JII
- ADMR turun 3,13 persen.
- ARCI melemah 2,07 persen.
- PTBA terkoreksi 2,07 persen.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor bergerak di zona hijau. Sektor infrastruktur memimpin kenaikan dengan penguatan 3,81 persen, diikuti sektor kesehatan sebesar 3,03 persen, serta sektor non-siklikal yang naik 2,50 persen.
Pergerakan bursa regional berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 4,61 persen, Shanghai Composite (SSEC) China menguat 0,23 persen, sementara Hang Seng Hong Kong (HSI) masih terkoreksi 1,43 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.