Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Syukestex, Mitra LPDB yang Mampu Jelajahi Pasar Ekspor Batik

Fabiola Febrinastri

Selasa, 04 Desember 2018 | 08:37 WIB
Syukestex, Mitra LPDB yang Mampu Jelajahi Pasar Ekspor Batik
Syukestex telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2013. (Dok: LPDB-KUMKM)

Suara.com - Batik, yang dulu dikenal sebagai pakaian tradisional, kini sudah menjelma menjadi bagian dari fashion modern. Dulunya mungkin hanya dikenakan untuk menghadiri acara tradisional, tetapi sekarang pemakaiannya sudah beragam.

Terlebih, kini batik telah diresmikan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya yang diakui dunia.

Orang pun jadi berbondong-bondong menggunakan batik. Bahkan, kini batik tak hanya dipakai sebagai motif untuk pakaian, tapi juga seprei, tas, sarung bantal, dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa batik semakin digemari oleh masyarakat.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun berkesempatan mengunjungi Batik Syukestex, salah satu pelaku UKM yang bergerak di bidang manufacturing dan trading batik yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Kunjungan dilakukan ke kantor pusat, di Jalan Yudha Bhakti Nomor 159 A, Medono, dan tempat produksi di Jalan Desa Watusalam Gang 1 Rt.13 Rw.07, Buaran, Pekalongan.

Syukestex telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2013, dengan mendapat pinjaman dana bergulir sebesar Rp 1 miliar dengan jangka waktu 48 bulan.

Tatu Nurhasanah, Direktur Pemasaran Syukestex mengatakan, pengajuan pinjaman dana bergulir ke LPDB-KUMKM karena LPDB-KUMKM menerapkan bunga yang rendah dibandingkan bank atau lembaga keuangan lain. Suku bunga di LPDB meliputi program Nawa Cita 4,5 persen (pertanian, perikanan, perkebunan), sektor riil 5 persen (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif), simpan pinjam 7 persen (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB dan BLUD), dan untuk pembiayaan syariah yaitu bagi hasil maksimal 60:40 (KSPPS/USPPS, LKB Syariah, LKBB Syariah).

Rencana ke depan, Syukestex berencana mengajukan permohonan pinjaman kedua untuk meningkatkan lagi hasil produksinya, yang saat ini hanya mencapai 8-9 ribu kodi per bulan. Ia juga ingin menambah mesin produksi yang nanti dibeli dari Bandung, Jawa Barat, untuk mendukung tujuh mesin yang dimiliki saat ini, yaitu steamer, curing, washing, drying, stenter, mesin setrika, boilersteam, boiler oil. Dengan begitu, Tatu berharap bisa memenuhi permintaan pasar yang sudah menjadi langganannya.

“Nanti mau beli mesin second dari Bandung 1 unit harganya kira-kira Rp 1,5 miliar. Kalau barunya bisa seharga Rp 10 miliar, itupun harus beli dari luar, bisa dari Cina, Jepang, Korea, maupun Jerman,” kata Tatu.

Tatu mendorong LPDB-KUMKM lebih meningkatkan perannya dalam memberikan pinjaman/ pembiayaan dana bergulir kepada pelaku usaha, seperti Syukestex. Menurutnya, dalam usaha yang padat karya seperti ini, akan memberikan efek yang positif, misalnya dalam rangka peningkatan produktifitas tentu secara otomatis akan menambah tenaga kerja.

Hal ini disadari betapa pentingnya peran pemerintah dalam membantu permodalan UMKM, khususnya melalui LPDB-KUMKM, yang kini usianya sudah melebihi satu dasawarsa.

Ekspor Batik
Syukestex memproduksi segala macam batik baik jenis printing maupun non-printing, juga menyediakan busana bermotif batik dengan stok yang cukup banyak. Selama ini, batik produksinya 70 persen diekspor diantaranya ke Tanzania, Kenya, Somalia, Senegal, Pantai Gading, Mali, Ethiopia, Djibouti, Dubai, serta Jeddah Arab Saudi.

Sedangkan 30 persen menyasar pasar domestik seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan, Sumatera dan DKI Jakarta.

“Pangsa pasar kami ada. Kalau produktivitas kami terus berusaha meningkatkan. Namun untuk permudah lagi kalau bisa kami difasilitasi untuk mengikuti pameran luar negeri. Selama ini kami berusaha sendiri, sehingga bisa tembus pasar Afrika,” tambah Idawati, Direktur Keuangan Syukestex.

Untuk menjaga pelanggannya, Idawati berupaya tetap menjaga kuantitas dan kualitas batik yang dihasilkan, motif juga disesuaikan dengan selera pasar. Hal itulah yang membuat hubungan bisnis antara Syukestex, terutama dengan buyer luar negeri dari kawasan Afrika tetap terjaga sampai sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapan Hari Kebaya Nasional? Simak Aturan Penetapan hingga Rangkaian Acara 2024

Kapan Hari Kebaya Nasional? Simak Aturan Penetapan hingga Rangkaian Acara 2024

Lifestyle | Senin, 22 Juli 2024 | 16:34 WIB

5 Ide Oleh-oleh Selain Makanan, Ada Aksesoris hingga Produk Kecantikan

5 Ide Oleh-oleh Selain Makanan, Ada Aksesoris hingga Produk Kecantikan

Your Say | Kamis, 15 Juni 2023 | 09:31 WIB

Sejarah Kebaya, Pakaian Tradisional Tercoreng Skandal Kebaya Merah dan Kebaya Hijau

Sejarah Kebaya, Pakaian Tradisional Tercoreng Skandal Kebaya Merah dan Kebaya Hijau

News | Minggu, 25 Desember 2022 | 07:00 WIB

3 Fakta Menarik Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

3 Fakta Menarik Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

Your Say | Minggu, 26 Juni 2022 | 19:51 WIB

Terkini

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:50 WIB

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:49 WIB

×