Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Miris, Warga Jual Tabung Gas 3 Kg Bantuan Pemerintah di Medsos

Iwan Supriyatna

Senin, 10 Desember 2018 | 11:32 WIB
Miris, Warga Jual Tabung Gas 3 Kg Bantuan Pemerintah di Medsos
Ilustrasi tabung gas 3 Kg. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Seorang warga menjual paket tabung gas 3 Kg bantuan pemerintah di forum jual beli Facebook. Akun bernama RP menjual dua paket tabung gas seharga Rp 950.000.

Ketika dikonfirmasi, pemilik akun tersebut mengatakan bahwa tabung gas itu milik orang lain yang meminta dirinya untuk dijualkan di akun Facebook.

"Posisi di PN-Kecamatan Tebing, itu dijual karena pemiliknya tak berani pakai. Saya cuma bantu jualkan saja, harganya Rp 950.000, kalau mau nego harga pas nya Rp 900.000," kata pria tersebut.

Dia pun mengaku kalau dua set kompor gas LPG 3 kilogram itu merupakan bantuan yang baru saja diserahkan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, di Kantor Lurah Harjosari Kecamatan Tebing pada Kamis kemarin.

"Memang belum dipakai, masih dalam kotak, masih baru semua. Yang punya takut mau pakai, takut meledak," ucapnya.

Namun, saat ditanya mengenai bantuan tersebut tidak boleh diperjual belikan. Pria tersebut mengaku tidak mengetahuinya.

"Tak boleh dijual ya? Saya pun tak tahu juga. Tak akan bermasalah lah, mana ada masalah, itu kan dah memang dikasih pemerintah, dah jadi hak milik penerima lah," ujarnya.

Sementara, Lurah Harjosari Kecamatan Tebing, Fatwa Lukmana terkejut ketika dikonfirmasi soal jual beli gas LPG 3 kilogram bantuan pemerintah. Dia mengaku bantuan tersebut dilarang keras untuk dijual.

"Karena bantuan gas LPG 3 kilogram merupakan subsidi dari pemerintah, maka harus betul-betul diawasi. Sehingga tidak boleh diperjual belikan," ujarnya.

Lanjut Fatwa, Setiap penerima bantuan gas subsidi difotokan wajahnya. Sebagai dokumentasi untuk memastikan bahwa yang mengisi ulang adalah betul-betul penerima.

Fatwa pun sangat menyayangkan tindakan masyarakat yang menjual bantuan gas LPG 3 kilogram itu. Karena kedepan minyak tanah bakal dihapuskan. Semua akan beralih kepada gas, dan untuk masyarakat tak mampu diberikan bantuan gas LPG 3 kilogram.

"Kalau bantuan gas LPG 3 kilogram dijual, maka sang pembeli akan kesulitan untuk melakukan isi ulang. Karena harus bawa identitas diri. Berbeda dengan gas LPG 5 kilogram keatas yang bebas diisiulang dimanapun tanpa membawa identitas diri," katanya.

Berita ini kali pertama dimuat Batamnews.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Duh, Gas 3 kg Bantuan Pemerintah Karimun Dijual Warga di Media Sosial"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilecehkan di Facebook, Perempuan Caleg PDIP Lapor Polisi

Dilecehkan di Facebook, Perempuan Caleg PDIP Lapor Polisi

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 13:29 WIB

Secara Misterius Pengguna Facebook Ditendang dari Akunnya, Ada Apa?

Secara Misterius Pengguna Facebook Ditendang dari Akunnya, Ada Apa?

Tekno | Kamis, 06 Desember 2018 | 07:29 WIB

Pesan Lama Muncul di Status Facebook Ini Bisa Menghantui Anda

Pesan Lama Muncul di Status Facebook Ini Bisa Menghantui Anda

Tekno | Rabu, 28 November 2018 | 08:30 WIB

Terkini

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB