Butuh Rp 600 Triliun untuk Benahi Transportasi Jabodetabek

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Desember 2018 | 18:50 WIB
Butuh Rp 600 Triliun untuk Benahi Transportasi Jabodetabek
Kepala BPTJ Bambang Prihartono. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan membenahi sarana dan prasarana transportasi di lingkungan Jabodetabek.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, rencana tersebut tercantum dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang RITJ.

Dia menjelaskan, dalam RITJ terencana proyek-proyek yang akan dibangun dan dikembangkan antara tahun 2018 hingga 2029.

"‎Jadi jelas BPTJ harus melakukan apa acuannya ada di dalam RITJ. ‎Dalam RITJ, itu sudah jelas kegiatannya apa saja. kemudian kegiatannya itu apa saja, mulai kapan berakhir kapan. Bahkan tidak hanya itu, penanggung jawabnya siapa," ujar Bambang dalam konferensi pers di Hotel Alila Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Bambang menuturkan, untuk membangun dan mengembangkan proyek transportasi tersebut dibutuhkan Rp 600 triliun.

Selain itu, pembangunan dan mengembangkan transportasi tidak hanya dilakukan oleh BPTJ, tetapi juga oleh Pemda Jabodetabek dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"‎Tujuan RITJ itu bukan hanya kementerian pusat saja atau bukan hanya BPTJ saja. Tetapi juga ada kementerian lainnya, Kementerian PUPR jalan tol, bahkan pemerintah juga ada pemerintah daerah ada tanggung jawabnya pemerintah kota dan kabupaten. Disitu jelas saya kira," jelas dia.

Bambang menambahkan, pembangunan dan pembenahan transportasi Jabodetabek ini hanya semata untuk mengalihkan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal.

"Jadi kita ingin moda share ‎angkutan umum yang 2018 baru 20 persen harus mencapai 60 persen dari total pergerakan," tandas dia.

Namu‎n apakah dana pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk mendanai pembangunan tersebut?

Bambang mengatakan, pembangunan dan pengembangan transportasi tersebut tentunya tidak semua menggunakan APBN.

Nantinya pemerintah akan mencari pendanaan lain, misalnya pendanaan dari swasta lewat skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Jadi kita harus Creative Financing. Kalau ada proyek yang besar itu tidak lewat APBN," ujar Bambang.

Direktur Prasarana BPTJ, Heru Wisnu Wibowo mengatakan, saat ini BPTJ sudah memilik daftar proyek yang akan menggunakan dana swasta.

Salah satu proyek yang akan didorong menggunakan dana swasta yakni, pembangunan hunian TOD dan pengembangan Terminal Poris Plawad.

"‎Selain itu, pembangunan elevated lop line (rel KRL layang). Hal lain cukup besar MRT East West, salah satunya ini ada pembiayaan dari KPBU. Jadi, BPTJ juga petugas pengawal bagaimana terwujudnya pembangunan dengan pembiayaan kreatif. KPBU ataupun dana PINA," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

Prediksi Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

News | Minggu, 09 Desember 2018 | 08:02 WIB

BMKG : Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir akan Terjadi di Jabodetabek

BMKG : Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir akan Terjadi di Jabodetabek

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 14:17 WIB

Isi Liburan Akhir Tahun ke Festival Khusus Keluarga

Isi Liburan Akhir Tahun ke Festival Khusus Keluarga

Press Release | Minggu, 25 November 2018 | 03:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×