Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Wapres Sebut Biaya LRT Mahal, Konstruktor: Harga Kami Lebih Rendah

Pebriansyah Ariefana, Achmad Fauzi

Senin, 14 Januari 2019 | 17:20 WIB
Wapres Sebut Biaya LRT Mahal, Konstruktor: Harga Kami Lebih Rendah
Suasana Stasiun LRT (Light Rail Transit) di Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (14/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla kritik mahalnya biaya pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit atau LRT Jabodebek yang mencapai Rp 500 miliar per kilometer. Selain itu, JK juga mengkritik pembangunan LRT yang dibuat melayang.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku kontraktor pun buka suara atas kritikan tersebut. Menurut Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata, sebenarnya biaya pembangunan LRT Jabodebek lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia.

Berdasarkan catatan untuk LRT Jabodebek biayanya adalah sebesar Rp 673 miliar per kilometer (km) sudah termasuk prasarana dan sarananya.

Sedangankan, untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp 904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp 807miliar per km, LRT Lahore di Pakistan Rp 797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp 1,026 miliar per km, LRT Calgary di Kanada sebesar Rp 2,197 miliar per km dan LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp 688 mlliar per km.

"‎Kalau bicara per km Rp 500 miliar dibandingkan dengan MRT sebagainya apalagi dibandingkan Singapura harga kita cukup kompetitif. Tapi dalam menerima informasi biaya harus paham dulu ruang lingkup kerjaannya apa, teknologi yang dipakai apa," ujar Pundjung di Precast LRT Adhi Pancoran, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Selain itu, lanjut Pundjung, ‎untuk menentukan biaya pembangunan, harus mempertimbangkan jumlah rangkaian keretanya. Pasalnya, rangkaian kereta akan menentukan luasan depo atau tempat parkir dan pemeliharaan kereta.

‎"Kita punya 31 rangkaian kereta masing masing terdiri 6 gerbong, 6 kali 31 186 kereta efeknya juga pada luasan depo. Kalau kereta api sediakanlah jalan sistem rolling stock jadi harus urusin nyimpen kereta di mana ngerawatnya seperti apa. Itu dinamakan fasilitas depo. Depo kita di Bekasi timur 12 hektare. Cost itu termasuk depo dan stasiun," jelas dia.

Pundjung menambahkan, terdapat beberapa alasan untuk menentukan LRT Jabodebek dibuat melayang yang diantaranya, untuk menghilangkan perlintasan sebidang dengan jalan, sehingga kapasitas jalan akan tinggi karena tidak ada gangguan kereta lewat, serta menghindari kecelakaan lalu lintas kecelakaan yang sering terjadi.

baca juga

Serta, untuk memastikan kapasitas lintas ataupun frekuensi perjalanan kereta dapat maksimum tanpa menggangu jalur lalu lintas lain.

"Kita bilang pembangunan melayang, karena kita konsider dulu bahwa Jakarta berkembang, pembangunan transportasi lebih lambat dari pengembangan kota itu sendiri. Kita lihat beberapa infrastruktit dibangun layang di Jakarta," imbuh dia.

"‎Bahwa pemilihan konstruksi melayang atau di bawah tanah harus meninjau kondisi yangg ada. Kalau elevated maka yang akan ganggu badan jalan hanya kolong aja kan. Jalan busway enggak terganggu, yang terganggu jalan-jalan kolong‎," pungkas dia.

‎Untuk diketahui, Per Januari, secara keseluruhan mencapai konstruksi LRT Jabodebek mencapai 56,1 persen.

Adapun rinciannya untuk fase I, rute Cibubur-Cawang sebesar 76,21 persen. Kemudian Bekasi Timur-Cawang sebesar 44,19 persen dan Cawang - Dukuh Atas sebesar 51,06 persen.‎ Sementara pembangunan ini memakan biaya hingga Rp 29,9 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Baru 56,1 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Baru 56,1 Persen

Bisnis | Senin, 14 Januari 2019 | 13:11 WIB

Agar Nyaman, LRT Velodrome Bakal Dilengkapi Skybridge ke Halte TransJakarta

Agar Nyaman, LRT Velodrome Bakal Dilengkapi Skybridge ke Halte TransJakarta

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 21:24 WIB

LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun

LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 20:13 WIB

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Bisnis | Selasa, 08 Januari 2019 | 15:45 WIB

Korupsi Gedung IPDN, Petinggi PT. Adhi Karya Mangkir Pemeriksaan

Korupsi Gedung IPDN, Petinggi PT. Adhi Karya Mangkir Pemeriksaan

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 20:32 WIB

Terkini

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Ragnar Oratmangoen Pecah Kebuntuan! Timnas Indonesia Ungguli Singapura 1-0

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

Ironi Febrie Adriansyah: Ngaku Dikriminalisasi Usai Sering Lakukan Itu Saat Berkuasa?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:13 WIB

×