LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 11 Januari 2019 | 20:13 WIB
LRT Belum Mampu Kurangi Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 100 Triliun
Sejumlah pekerja menyelesaikan pemasangan rel kereta ringan atau "Light Rail Transit" (LRT) rute Cibubur-Cawang di Jakarta, Sabtu (29/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengakui kehadiran kereta cepat Lintas Rel Terpadu atau LRT belum maksimal membantu mengurangi kerugian akibat kemacetan yang terjadi di Jakarta. Sebab, saat ini koridor LRT yang baru akan beroperasi masih minim.

Allan mengatakan, saat ini koridor 1 dengan rute Velodrome hingga Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer belum mampu membantu mengurai kemacetan yang ada. Terlebih, LRT dihadapkan dengan permasalahan integrasi antar moda transportasi umum yang belum lengkap.

"Dengan koridor 5,8 kilometer tentunya belum maksimal kita berkontribusi. Sekarang problemnya jaringan masih belum komplit dan integrasinya masih belum optimal," kata Allan saat ditemui di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Jumat (11/1/2019).

Pada koridor pertama, dalam satu rangkaian LRT terdiri dari 6 gerbong dan di tiap gerbongnya mampu menampung sebanyak 810 penumpang. Dalam sehari LRT menargetkan bisa membawa sebanyak 14.000 penumpang.

Namun, kehadiran LRT dinilai baru bisa efektif membantu mengurangi kemacetan jika koridor LRT telah dibangun sempurna sepanjang 116 kilometer mengelilingi Jakarta. Allan pun belum bisa memastikan kapan perluasan koridor LRT akan dilakukan agar pengoperasian LRT bisa berjalan maksimal mengurai kemacetan.

Pasalnya, LRT koridor pertama pun masih dalam tahap percobaan dan baru akan dioperasikan pada Februari 2019. Sementara, hingga kini pun belum ada pembahasan rencana pembangunan LRT koridor berikutnya dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Ini mungkin harus konfirmasi ke Pemprov DKI kapan pembangunan koridor selanjutnya. Kalau dari operator kita sendiri kita berharap ya secepat mungkin, kalau bisa cepat ya cepat," ungkap Allan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut adanya kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sebesar Rp 65 triliun per tahun berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Angka itu diralat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang mengatakan kerugian Jakarta akibat kemacetan yang ditimbulkan justru lebih tinggi mencapai Rp 100 triliun per tahun.

baca juga

"Setelah rapat selesai, angka itu dikoreksi oleh pak wapres. Kami juga angkanya sama, yaitu Rp 100 triliun, bukan Rp 65 triliun lagi, lebih besar," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies Ralat Data Jokowi: Kerugian karena Kemacetan Capai Rp 100 Triliun

Anies Ralat Data Jokowi: Kerugian karena Kemacetan Capai Rp 100 Triliun

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 16:02 WIB

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap

Bisnis | Selasa, 08 Januari 2019 | 15:45 WIB

Tahun Baru di Bandung, Ada Pengalihan Arus di Tol Pasteur

Tahun Baru di Bandung, Ada Pengalihan Arus di Tol Pasteur

News | Senin, 31 Desember 2018 | 12:42 WIB

Polisi Minta Anies Perpanjang Sistem Ganjil Genap di Jakarta Hingga 2019

Polisi Minta Anies Perpanjang Sistem Ganjil Genap di Jakarta Hingga 2019

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 18:36 WIB

H-2 Perayaan Natal, Lalu Lintas Arah Puncak Macet

H-2 Perayaan Natal, Lalu Lintas Arah Puncak Macet

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 10:15 WIB

Terkini

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:48 WIB

60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas

60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Siswi SMA Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

Siswi SMA Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat

Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi

Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×