222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok

Iwan Supriyatna

Rabu, 16 Januari 2019 | 05:51 WIB
222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok
Ilustrasi rokok kretek. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kemiskinan terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dipengaruhi dari rokok dan beras.

Rokok kretek filter dan beras menjadi penyumbang kemiskinan terbesar warga Provinsi Kalimantan Timur dari total jumlah penduduk miskin sebanyak 222.390 jiwa baik di perkotaan maupun di pedesaan.

"Kemiskinan sebanyak 222.390 orang itu diakibatkan oleh peranan dua hal, yakni belum mampu mencukupi kebutuhan makanan dan kebutuhan nonmakanan," ujar Kepala BPS Provinsi Kaltim, Atqo Mardiyanto di Samarinda, Selasa.

Adapun peran pertama yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Kaltim adalah komoditas beras, yakni menyumbang 15,80 persen bagi penduduk di perkotaan dan sebesar 17,87 persen bagi penduduk yang tinggal di pedesaan.

Pengaruh kedua adalah rokok kretek filter, yakni sebesar 9,07 persen di daerah perkotaan dan sebesar 17,54 persen bagi penduduk di pedesaan.

Peranan ketiga adalah daging sapi dengan andil 5,48 persen bagi penduduk di perkotaan, kemudian komoditas daging ayam ras sebesar 4,21 persen bagi penduduk di pedesaan.

Disusul urutan keempat adalah telur ayam ras dengan andil 4,81 persen bagi penduduk di perkotaan, kemudian sebesar 3,71 persen bagi penduduk di pedesaan.

Komoditas penyumbang tingkat kemiskinan urutan kelima adalah daging ayam ras untuk warga di perkotaan dengan andil 2,81 persen, kemudian ikan tongkol/tuna dengan andil 3,23 persen bagi warga di pedesaan.

Menurutnya, terdapat 15 komoditas makanan yang memberikan andil garis kemiskinan di Kaltim.

baca juga

Dari 15 itu, empat diantaranya memiliki kesamaan pola, sedangkan jenis makanan lainnya perannya berbeda antara perkotaan dan pedesaan, seperti mie instan, gula pasir, susu, tahu, tempe, dan lainnya.

Komoditas nonmakanan peyumbang garis kemiskinan di Kaltim juga ada 15 jenis, antara lain sabun cuci, pajak kendaraan bermotor, pakaian jadi laki-laki/perempuan dewasa, pakaian jadi anak-anak, perawatan, barang kecantikan, dan perlengkapan mandi.

Dari 15 komoditas itu, terdapat lima komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan nonmakanan di kota dan di desa, empat diantaranya terdapat persamaan, yaitu perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan.

"Untuk di perkotaan, perumahan memberikan andil 10,90 persen, bensin 4,36 persen, listrik 3,96 persen, dan pendidikan 2 persen. Sedangkan di pedesaan adalah perumahan menyumbang 12,11 persen, bensin 3,12 persen, listrik 2,83 persen, dan pendidikan berandil 1,07 persen," kata Atqo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penduduk Miskin Berkurang 280.000 Orang, Ini Penyebabnya Versi BPS

Penduduk Miskin Berkurang 280.000 Orang, Ini Penyebabnya Versi BPS

Bisnis | Selasa, 15 Januari 2019 | 15:10 WIB

Data BPS : Nilai Ekspor Impor Indonesia Turun Per Desember 2018

Data BPS : Nilai Ekspor Impor Indonesia Turun Per Desember 2018

Bisnis | Selasa, 15 Januari 2019 | 13:32 WIB

Presiden Jokowi : Baru 780 Ribu Hektare Sawah Dialiri Air dari Bendungan

Presiden Jokowi : Baru 780 Ribu Hektare Sawah Dialiri Air dari Bendungan

Bisnis | Senin, 14 Januari 2019 | 08:23 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×