MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:40 WIB
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
Ahli gizi menyiapkan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nz]
baca 10 detik
  • MBG kini menjadi sorotan utama dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia.
  • Meski memicu berbagai opini, MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa.
  • MBG tidak harus dihentikan, justru diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan utama dalam diskursus kebijakan publik di Indonesia. Ada yang menganggap bahwa kebijakan ini baik karena menunjukkan negara hadir memenuhi tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. Sebaliknya, ada yang menganggap kebijakan ini adalah pemborosan anggaran di tengah dinamika ekonomi yang belum menentu.

Meski memicu berbagai opini, MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, MBG tidak harus dihentikan, justru diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi. Pendapat ini sejalan dengan pendapat pengamat kebijakan publik, Fakhrido Susilo, Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik President University, sekaligus Direktur Eksekutif di lembaga penelitian Kiprah.

“Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara di dunia juga menempuh ini. Ada India India juga tidak lepas dari gejolak ekonomi dunia, juga Brazil, dan Amerika. Tapi tetap ada tanggung-jawab sosial negara yang harus dipenuhi dan mereka tidak

menghentikan program midday meal-nya. Saya pikir ada banyak instrumen kebijakan yang bisa ditawarkan pemerintah untuk bisa memitigasi atau mengatasi dinamika ekonomi, tanpa harus mengorbankan MBG,” terangnya.

Fakhrido juga melihat fenomena orang tua Indonesia yang bisa bekerja pagi-siang-malam karena memiliki lebih dari satu profesi. “Terkadang mereka memiliki pekerjaan utama menjadi buruh di pagi hari dan pengemudi ojek online di sore hari. Ini membuat perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan. Adanya MBG justru meringankan beban orang tua, memastikan anak mendapatkan asupan berkualitas tanpa mengganggu produktivitas kerja mereka,” ujarnya mengurai pendapatnya terkait fenomena tersebut.

Menurut Fakhridho, nutrisi yang ditawarkan MBG bukan sekadar urusan perut kenyang, melainkan pembentuk kemampuan berpikir. Intervensi di level pendidikan tinggi tidak akan sukses jika fondasi gizi pada usia dini rapuh. Tanpa gizi yang baik, skor PISA (Program for International Student Assessment) Indonesia akan sulit bersaing, dan target Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi angan-angan.

"Jika kita punya jalan tol yang luas tapi manusianya tidak berkualitas, bagaimana kita mau bersaing di 2045? Indonesia Emas adalah tentang pembangunan manusia," tambahnya.

Meski begitu, Fakhrido juga mendorong agar aspek efisiensi anggaran MBG bisa lebih baik lagi. Pemerintah didorong untuk melakukan studi komparatif agar tata kelola (governance) program ini bisa ditekan biayanya tanpa mengurangi kualitas gizi.

“Pemerintah perlu menggandeng lembaga penelitian independen untuk melakukan impact evaluation. Apakah MBG benar-benar meningkatkan angka kehadiran sekolah? Apakah efektif menaikkan skor IQ anak atau berdampak langsung pada UMKM dan koperasi lokal, sekaligus studi komparatif dengan program serupa dengan efisiensi tinggi seperti India dan Brasil. Menurut saya, selama ini studinya sangat kurang terkait MBG ini. Belum banyak yang melakukan,” tambah Fakhrido.

baca juga

Tanpa data dan riset yang kuat, kebijakan ini akan terus dihantui kontroversi. Namun, sebagai sebuah investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Indonesia, MBG adalah langkah berani yang layak dikawal bersama.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat, dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Pakar sekaligus Edukator Kesehatan. Ia menekankan bahwa MBG adalah solusi konkret pemerintah dalam menjawab kekhawatiran atas semakin jauhnya akses anak-anak terhadap makanan bergizi. Sekaligus, apabila dimaksimalkan akan mampu menggerakkan perekonomian melalui olahan pangan lokal.

"Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi," ujarnya.

Salah satu kunci keberhasilan MBG adalah diversifikasi menu. dr. Rita mengingatkan agar program ini tidak hanya berorientasi pada menu tunggal seperti ayam goreng, telur, tahu, dan tempe semata. Penggunaan pangan lokal dianggap sebagai strategi untuk menjaga stok pangan keluarga, sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput.

"Kalau kita fokus pada pangan lokal, aneka ragam pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan dan pendapatan penduduk pun tentu ikut naik. Jadi efek ekonominya nyata," tambah dr. Rita.

Penggunaan bahan lokal juga dapat menjadi kunci efisiensi anggaran yang selama ini menjadi perdebatan publik. Untuk buah-buahan misalnya, terdapat 389 jenis buah lokal yang ditemukan. Lalu sayur ada 228 jenis, karbohidrat ada 77 jenis, serta protein 75 jenis, dan kacang-kacangan ada 26 jenis.

“Cuma kadang-kadang belum diekspos. Sayur ada 228 jenis. Jadi kita tidak akan kekurangan, Tidak akan ada orang yang mengeluh, waduh ini gara-gara MBG kami kehabisan wortel atau buncis. Tidak akan ada keluhan kalau kita memanfaatkan pangan lokal. Nah, ini yang harus di eksplore lebih jauh lagi,” pungkas dr. Rita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Dua Kali Jadi Sekali? MBG Lansia Berpotensi Ikut Skema Rp10 Ribu per Porsi

Dari Dua Kali Jadi Sekali? MBG Lansia Berpotensi Ikut Skema Rp10 Ribu per Porsi

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 17:56 WIB

Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan

Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:16 WIB

Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

Pegawai Program MBG Langsung Diangkat Jadi PPPK, Jangan Sampai Guru Pengabdi Lama Tersisih

DPR | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:40 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×