Di Ulang Tahun ISEI, Gubernur BI Minta Sarjana Ekonomi Terapkan 4 Jurus Ini

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Di Ulang Tahun ISEI, Gubernur BI Minta Sarjana Ekonomi Terapkan 4 Jurus Ini
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Perry terus mendorong agar ISEI bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk perekonomian Indonesia.

Suara.com - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) hari ini memperingati hari jadinya yang ke 64 tahun. Perayaan ulang tahun ini diselenggarakan di Kantor ISEI Jalan Daksa IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan prosesi potong tumpeng.

Gubernur Bank Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua ISEI Perry Warjiyo mengaku sangat bersyukur dengan usia ISEI yang sudah memasuki 64 tahun ini. Pasalnya, ISEI telah berperan banyak dalam memajukan perekonomian di Indonesia.

“Alhamdulillah, sejak tahun 1955 sampai saat ini ISEI telah berperan banyak terhadap perekonomian di Indonesia,” kata Perry.

Kendati demikian, Perry terus mendorong agar ISEI bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk perekonomian Indonesia.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ISEI dalam ikut serta mendorong perekonomian negara. Pertama, harus mulai menggunakan pemikiran dengan pendekatan agregat demand dan agregat supply.

“Kita lebih menekankan pada pendekatan agregat demand. We not doing pendekatan strukturalis. Bagaimana meningkatan produktivitas manufaktur, bagaimana meningkatkan ekspor. Mengurangi substitusi impor. Itulah Prof Emil yang memang sejak saya Gubernur BI kita terus diskusikan dengan pemerintah dan dunia usaha serta perbankan," katanya.

Kedua adalah soal peningkatan kualitas SDM. Menurut Perry, hampir seluruh anggota ISEI ini merupakan dosen di kampus-kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Universitas Indonesia (UI).

“Berarti sudah ada langkah yang positif untuk menghasilkan kualitas-kualitas SDM yang mumpuni. Kuncinya kita melakukan sertifikasi dari ekonom sampai tukang di bawah kita. ISEI punya lembaga sertifikasi mari diberdayakan tidak hanya sertifikasi kualitas akademis tapi juga vokasi-vokasi yang ada,” ujar Perry.

Ketiga adalah memperkuat koordinasi ISEI dengan pemerintah dan otoritas pemangku kebijakan. Pasalnya koordinasi dengan pemerintah sangat penting dalam mendongkrak perekonomian di Indonesia.

“Sinergitas antar BI, pemerintah, pelaku usaha dan akademisi sangat diperlukan untuk memajukan ekonomi negeri,” katanya.

Keempat adalah dengan memperkuat keorganisasian ISEI dengan akademisi, birokrat dan dunia usaha lainnya.

“Harus objektif dan untuk memperkuat kontribusi ISEI di pusat dan daerah, ISEI harus mempresentasikan tidak hanya akademisi juga dari kalangan birokrasi dan dunia usaha," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS