Tak Sekadar Online-online, Peluang Bisnis Moncer di Tahun Babi Tanah

Kamis, 21 Februari 2019 | 08:10 WIB
Tak Sekadar Online-online, Peluang Bisnis Moncer di Tahun Babi Tanah
[Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]
Ilustrasi jilbab. [Solopos]
Ilustrasi jilbab. [Solopos]

Berharap Tak Ada Bencana

Tahun 2019 ini, Nando berharap tak ada bencana alam yang melanda Indonesia. Sebab, bencana alam signifikan berpengaruh terhadap kondisi pasar di pusat grosir Tanah Abang.

Seperti ketika peristiwa gempa Lombok, tsunami Palu dan Donggala, serta tsunami di kawasan Selat Sunda terjadi, kondisi pasar di Tanah Abang langsung sepi pembeli.

“Kalau terjadi bencana alam, itu berpengaruh terhadap kondisi pasar yang jadi sepi. Sebab konsumen atau pelanggan rata-rata dari daerah. Seperti kejadian tsunami di wilayah Banten kemarin itu sangat berpengaruh ke kondisi pasar. Kalau ada bencana alam, daya beli pelanggan bisa berkurang sampai 50 persen," ucap dia.

Sementara Deki, pelaku usaha konfeksi hijab, mengeluhkan harga bahan baku kerudung yang melonjak naik tahun ini. Alhasil, keuntungannya semakin tipis dari hijab-hijab yang diproduksi. Sebab harga produk yang di jual ke pasar tetap, tidak ada kenaikan.

"Harga bahan baku sekarang mahal, sementara harga penjualan barang tetap, tidak ada kenaikan," jelasnya.

Pria 38 tahun ini mengakui, permintaan barang untuk diproduksi dari pelanggannya setahun belakangan berkurang. Menurutnya karena daya beli masyarakat melemah.

"Permintaan barang dari daerah berkurang sekitar 20 persen belakangan ini. Karena daya beli masyarakat di daerah melemah," kata dia.

Deki memiliki 9 pekerja di konfeksinya. Dalam sepekan, ia bisa memproduksi sedikitnya 4.000 helai hijab pesanan pelanggan.

Baca Juga: 'Bis Kota', Melawan Kopi Saset dari Utara Jakarta

Namun kekinian, pekerjanya tinggal 5 orang sehingga tingkat produksinya juga berkurang. Salah satu faktornya adalah karena harga bahan baku naik, sementara harga produknya tetap.

"Saya berharap harga bahan baku tidak naik tahun ini," pintanya, sedangkan bisnis fesyen muslim terus berkembang.

Pindah Online

Bagi para pedagang yang memunyai kios, gempuran pebisnis online menjadi problem. Mau tak mau, pola berdagang mereka juga mulai bergeser, dari yang mengandalkan bertatap muka langsung untuk transaksi jual beli, beralih ke online.

Nando misalnya, mengakui kekinian ia sudah jarang bertemu pelanggannya dari berbagai daerah. Meski setiap Senin dan Kamis, saat hari 'Pasar', masih banyak pelanggannya yang datang ke toko untuk belanja.

"Sekarang pelanggan saya lebih banyak belanja secara online. Jadi sekarang saya cukup kirim foto contoh produk via WhatsApp, nanti setelah deal, barang dikirim via paket ekspedisi atau kargo," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI