Wapres Dorong Pengumpulan Zakat BAZNAS Melalui Kepercayaan Publik

Fabiola Febrinastri
Wapres Dorong Pengumpulan Zakat BAZNAS Melalui Kepercayaan Publik
Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)

OPZ menyimpan zakat sebagai cadangan untuk disalurkan kepada mustahik.

Suara.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui peningkatan kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam.

Peningkatan kepercayaan publik ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat di Indonesia.

"Yang sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat adalah bagaimana kalau saya bayar zakat, akan diberikan kepada delapan asnaf zakat, seperti fakir miskin," katanya.

Dalam sambutannya, Wapres JK juga menyampaikan saldo akhir tahun pengelolaan zakat nasional yang seharusnya disalurkan kepada mustahik. BAZNAS mencatat berkisar Rp 1,3 triliun, atau sekitar 14 persen dari total penerimaan.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)
Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan,  penghitungan saldo Desember 2018  terjadi karena pola penghimpunan zakat di Indonesia masih bertumpu pada bulan Ramadan. Penghimpunan tidak dapat dihabiskan pada Desember, karena Ramadan baru datang pada tahun berikutnya.

Oleh karena itu, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) menyimpan zakat sebagai cadangan untuk disalurkan kepada mustahik, mulai Januari hingga menjelang Ramadan berikutnya.

BAZNAS mendorong dana cadangan maksimal 20 persen, sehingga penyaluran tahun berjalan mencapai 80 persen dapat diterima oleh para mustahik. Dengan nilai tersebut, rasio penyaluran terhadap penghimpunan dinilai berjalan sangat efektif.

Baca Juga

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS