Array

Wapres Dorong Pengumpulan Zakat BAZNAS Melalui Kepercayaan Publik

Selasa, 05 Maret 2019 | 11:56 WIB
Wapres Dorong Pengumpulan Zakat BAZNAS Melalui Kepercayaan Publik
Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)

Suara.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui peningkatan kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam.

Peningkatan kepercayaan publik ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat di Indonesia.

"Yang sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan zakat adalah bagaimana kalau saya bayar zakat, akan diberikan kepada delapan asnaf zakat, seperti fakir miskin," katanya.

Dalam sambutannya, Wapres JK juga menyampaikan saldo akhir tahun pengelolaan zakat nasional yang seharusnya disalurkan kepada mustahik. BAZNAS mencatat berkisar Rp 1,3 triliun, atau sekitar 14 persen dari total penerimaan.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)
Wakil Presiden, Jusuf Kalla dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) zakat di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019) malam. (Dok: Baznas)

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan,  penghitungan saldo Desember 2018  terjadi karena pola penghimpunan zakat di Indonesia masih bertumpu pada bulan Ramadan. Penghimpunan tidak dapat dihabiskan pada Desember, karena Ramadan baru datang pada tahun berikutnya.

Oleh karena itu, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) menyimpan zakat sebagai cadangan untuk disalurkan kepada mustahik, mulai Januari hingga menjelang Ramadan berikutnya.

BAZNAS mendorong dana cadangan maksimal 20 persen, sehingga penyaluran tahun berjalan mencapai 80 persen dapat diterima oleh para mustahik. Dengan nilai tersebut, rasio penyaluran terhadap penghimpunan dinilai berjalan sangat efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI