Kurangi Jumlah Rumah Tak Layak, PUPR Bedah 1.200 Unit di Pandeglang

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 06 April 2019 | 10:22 WIB
Kurangi Jumlah Rumah Tak Layak, PUPR Bedah 1.200 Unit di Pandeglang
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam kunjungan kerja ke Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/4/2019). (Dok : PUPR)

Suara.com - Demi upaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan membedah 1.200 unit rumah di Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, tahun ini. Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid.

“Kami akan memberikan bantuan bedah rumah, berupa Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 1.200 unit rumah di Kabupaten Pandeglang, pada 2019,” ujarnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/4/2019).

Pemerintah, imbuh Khalawi, akan terus mendorong pembangunan rumah yang layak huni untuk masyarakat. Masyarakat yang rumahnya tidak layak huni akan dibedah menjadi layak huni dengan program BSPS.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam kunjungan kerja ke Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/4/2019). (Dok : PUPR)
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam kunjungan kerja ke Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/4/2019). (Dok : PUPR)

Dalam kunjungan kerjanya, Khalawi yang didampingi Bupati Pandeglang, Irna Narulita, juga meresmikan rumah yang mendapatkan program BSPS, yang pembangunannya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR.

Khalawi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), masih ada 3,4 juta unit rumah yang tidak layak huni.

“Ada dua tipe bantuan pembangunan rumah bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dari pemerintah, yaitu bantuan stimulan rumah swadaya dan peningkatan kualitas, dengan syarat harus tanah sendiri,” terangnya.

Rumah swadaya, menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, dapat diartikan sebagai rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat. Dalam proses pembangunan rumah swadaya di lapangan, KemenPUPR, melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menyalurkan dana BSPS kepada MBR sebagai stimulan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru beserta PSU.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, hingga akhir 2018, imbuh Khalawi, jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia mencapai angka 3,4 juta unit. Untuk menangani hal tersebut, pemerintah melalui program BSPS, pada 2015 - 2018 telah mampu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 987.047 unit.

Jenis dan besaran dana bantuan, menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 158/KPTS/M/2019 tentang besaran nilai dan lokasi BSPS terbagi menjadi dua. Pertama, peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) di daerah provinsi sebesar Rp 17,5 juta, berupa bahan bangunan Rp 15 juta dan upah kerja 2,5 juta.

baca juga

Adapun PKRS khusus di pulau-pulau kecil dan pegunungan di Provinsi Papua dan Papua Barat adalah Rp 35 juta, yang terdiri dari bahan bangunan Rp 30 juta dan upah kerja Rp 5 juta. Kedua, Pembangunan Baru Rumah Swadaya (PBRS) total bantuannya mencapai Rp 35 juta, yang terdiri dari bahan bangunan Rp 30 juta dan sisanya untuk upah kerja sebesar Rp 5 juta.

“Bantuan stimulan untuk pembangunan baru yaitu Rp 35 juta dan Rp 17,5 juta untuk peningkatan kualitas. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tapi kami mendorong keswadayaan masyarakat dalam membangun rumahnya secara bergotong royong. Pengerjaannya nanti juga dilakukan secara swadaya dan saling membantu antar warga,” terangnya.

Salah satu penerima bantuan rumah swadaya di Pandeglang, Yanti Komalasari, menyampaikan terima kasih kepada KemenPUPR dan Pemkab Pandeglang atas bantuan bedah rumah.

“Saya merasa senang dengan bantuan BSPS ini. Akhirnya kami bisa membangun rumah yang layak huni,” ujarnya.

Sementara itu, Irna menerangkan, program BSPS sangat memacu masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni, sehingga membantu menunjang pertumbuhan perekonomiannya.

Selain meresmikan rumah yang mendapatkan program BSPS, Direktur Jendral Penyediaan Perumahan juga meninjau lokasi pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Mekarsari, Kampung Sugal, Kecamatan Panimbang.

Turut hadir mendampingi, Kepala Satker SNVT Banten, Kepala Satker Penyediaan Rumah Swadaya, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), dan jajarannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KemenPUPR Terus Percantik Infrastruktur Wisata Kepulauan Seribu

KemenPUPR Terus Percantik Infrastruktur Wisata Kepulauan Seribu

Bisnis | Kamis, 04 April 2019 | 09:58 WIB

Menteri PUPR : Penanaman Pohon Mampu Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Menteri PUPR : Penanaman Pohon Mampu Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2019 | 12:36 WIB

74 Persen Jumlah Paket Pekerjaan di KemenPUPR untuk Badan UKM

74 Persen Jumlah Paket Pekerjaan di KemenPUPR untuk Badan UKM

Bisnis | Selasa, 26 Maret 2019 | 06:05 WIB

KemenPUPR Bangun TPA Banjarbakula untuk Kelola 790 Ton Sampah Tiap Harinya

KemenPUPR Bangun TPA Banjarbakula untuk Kelola 790 Ton Sampah Tiap Harinya

Bisnis | Selasa, 26 Maret 2019 | 05:49 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×